Pasar Ibuh Tetap Buka di Tengah Pandemi Corona


Selasa, 05 Mei 2020 - 11:07:30 WIB
Pasar Ibuh Tetap Buka di Tengah Pandemi Corona Para petugas Tim Covid 19, sebelum melaksanakan razia ke pusat pertokoan, terlebih dulu apel bersama di jalan A. Yani, bawah kanopi, Selasa. Foto: Zulkifli.

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.COM -- Penutupan kawasan pusat pasar blok Barat maupun blok Timur dan sekitarnya di Kota Payakumbuh, berjalan lancar. Para pedagang ternyata mematuhi surat edaran walikota, ratusan toko /kios mayoritas sudah tutup, termasuk Hizra agen atau penyalur koran terbitan Sumbar.

Toko Hizra didatangi petugas yang minta tokonya ditutup sekitar pukul 10.00 WIB, Asmi sebagai penjaga toko dan kios koran terbitan Padang, langsung menutup toko tersebut. Penutupan toko/kios dan lapak buah buahan dimaksudkan guna memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Sebelum melakukan razia keliling pasar pada kawasan yang semestinya ditutup itu, para petugas yang terdiri dari Kepolisian, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Trantib Pasar melakukan apel bersama di Jalan Ahmad Yani dibawah kanopi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh Dahler melalui Kabid Pasar Arnel yang dihubungi Selasa (5/5/2020), di Jalan A.Yani menerangkan, walau pusat pertokoan ditutup, namun Pasar Tradisional Ibuh tempat menjual sembako tidak boleh ditutup selama pandemi Corona.

“Hal itu berdasar Peraturan Pemerintah Nomor 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka percepatan Covid-19; Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9/2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19," kata Kabid Pasar Arnel.

Dikatakan, penutupan bukan suatu hal yang baik. Mengingat Pasar Tradisional Ibuh merupakan pusat perekonomian masyarakat, sehingga ketika pasar itu tutup, maka perekonomian masyarakat bisa terganggu. 

Karena itu Pemko sebenarnya tidak menghendaki adanya penutupan pasar, namun Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) telah sepakat dan mengajukan surat permohonan penyemprotan disinfektan dan penutupan pasar kepada Pemko Payakumbuh, sesuai edaran wali kota.

“Kalau pasar Ibuh ditutup, dampaknya terhadap perekonomian masyarakat. Jadi pilihannya, kalau masyarakat khawatir terpapar Covid-19 dari pasar, maka jangan ke pasar, terang Arnel sehari sebelum penutupan pusat pertokoan kepada wartwan di Payakumbuh.

Kalau penyemprotan di Pasar Ibuh, setiap orang yang masuk dengan kendaraan tetap disemprot disinfektan, kios dan lapak disemprot sekali dua hari. 

"Pemakaian masker wajib di area Pasar Ibuh karena bagi yang tidak pakai masker dilarang masuk pasar, disuruh pulang," katanya tegas.

Arnel juga menuturkan, ada protokoler yang ditetapkan pemerintah dalam rangka pencegahan. Seperti menyiapkan tempat cuci tangan dan penyemprotan disinfektan, pengunjung maupun pedagang juga diimbau untuk mengenakan masker, serta sering mencuci tangan dan diukur suhu tubuhnya.

“Pasar Ibuh harus tetap lanjut. Tapi protokoler pencegahan Covid-19 harus tetap dilaksanakan. Selain Dinas menyiapkan tempat cuci tangan, juga dilakukan penyemprotan disinfektan kalau bisa tiga kali sehari,” ulasnya. (*)

Reporter : Zulkifli | Editor : Milna Miana
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]