Renungan Jiwa Ramadan


Kamis, 07 Mei 2020 - 07:51:50 WIB
Renungan Jiwa Ramadan Afri Yendra.

Oleh: Afri Yendra Snp, S.H., M.H. -- Widyaiswara PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi 

Tiada yang menduga apa yang akan terjadi pada diri kita setelah ini, apalagi nanti, esok atau apatah lagi bulan atau tahun depan. Kita hanyalah hamba yang menjalani segala titah dan sunnah-Nya.  Segala apa yang menimpamu telah tercatat dalam lauhumahfudz (kitab-Nya) sebelum kami kami jadikan. Demikian firman Allah dalam surah Al-hadid 57:22.
مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ
(Mā aṣāba mim muṣībatin fil-arḍi wa lā fī anfusikum illā fī kitābim ming qabli an nabra`ahā, inna żālika 'alallāhi yasīr)

”Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

Ada beberapa tafsiran ayat tersebut, secara umum adalah “Tiada bencana yang menimpa manusia di bumi seperti kekeringan dan lainnya, dan tidak ada bencana yang menimpa pada diri mereka melainkan hal itu telah ditetapkan di dalam Lauḥul Maḥfuẓ sebelum Kami menciptakan makhluk, sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah”.  

Sementara Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram) menyebutkan bahwa :” Tidakkah menimpa kalian (wahai manusia) berupa musibah di bumi dan musibah pada diri kalian berupa penyakit seperti saat ini, kelaparan, dan rasa sakit, kecuali ia tertulis di Lauhul Mahfuz sebelum makhluk diciptakan. Sesungguhnya hal itu adalah mudah bagi Allah.”
    
Hari ini kita sedang menjalankan peran kita sebagai hamba, kita harus tunduk denga segala arahan-Nya, kita tidak boleh hanyut dengan permainan dunia, karena dunia ini hanyalah permainan yang menipu kita, toh akhirnya kita kembali kepada-Nya untuk selama-lamanya menerima dari apa yang kita lakukan didunia yang akan dibalas-Nya sesuai dengan amalan kita.

Pada ayat 20 surah Alhadid dapat difasirkan  bahwa kehidupan dunia itu adalah permainan yang dimainkan oleh anggota tubuh, kelalaian yang melalaikan hati, perhiasan yang dengannya kalian menghias diri, bermegah-megahan di antara kalian dengan barang-barang dan kesenangan yang ada di dunia, dan berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tumbuh-tumbuhannya menakjubkan para penanamnya, tidak lama kemudian tanaman yang hijau itu menjadi kering. 

Maka engkau melihatnya -wahai orang yang melihat- setelah hijau menjadi kuning, kemudian Allah menjadikannya rontok lagi hancur. Sedang di Akhirat terdapat siksa yang pedih bagi orang-orang kafir dan munafik, serta ampunan dari Allah untuk dosa hamba-hamba-Nya yang beriman serta keridaan dari-Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang fana, tidak abadi. Maka barangsiapa yang mendahulukan kesenangan yang punah atas kenikmatan Akhirat, maka ia adalah orang yang merugi dan tertipu.

Sahabatku Seiman, Allah tlah dengan jelas menyebukan bahwa kehidupan yang kita lalui ini hanyalah permainan yang melalaikan, dengan harta dan anak, kita bangga dengan itu seperti petanai membanggakan dan senang dengan hasil taninya yang kita lupakan adalah sesungguhnya rahmat itu karena dari Allah semata, tetapi kalau Allah akan mengambil nikmat itu, mudah bagi-Nya untuk memusnahkannya karena kelalaian kita yang melanggar sunnah-sunnahNya, tidak sampai disitu, disuatu massa pertemuan kita dengan-Nya, Ia murka dengan Azab-Nya, tetapi Rahman_nya tetap selalu ada kecuali kita yang mau kembali menuju keampunan-Nya  sehingga Allah meridhoi-Nya.
    
Demikianlah Siddiqien, --yang slalu membenar sluruh titah dan sunnah-Nya-- maka bagi kita diberikan cahaya nan menerangi perjalan kita menuju kebahagiaan hakiki dan abadi.(Qs. 57:19).

Renungan    
Ya Robb, Inilah salah satu petunjuk-Mu kepada kami  hamba-Mu yang dhoif ini.
Disini diatas hamparan bumi yang luas, hamba bagai sebagai hamba kekasih kecilmu yang berjalan atas titah-Mu.  Hanya dalam bentuk lain, pada  Ramadhan tahun ini hamba-Mu dalam masa berduka, cobaan yang Kau berikan terasa berat. Tetapi semua karena kehendak-MU.
Saat ini, begitu banyak hamba-hambaMu tergolek terserang hambaMu yang lain bernama “Covid 19” terasa kau peluk  kami denga Makhluk-Mu itu, iapun atas titah dan Sunnah-MU, kami hanylah  hamba-Mu hanya mampu pasrah dalam do’a kepada-Mu.

Ya Rabb, 
Dalam tengadah tanganku kehadhirat-Mu, hamba tunduk dalam qalbu pasrahku pada-Mu seraya hamba memohon dalam harap ridho-Mu..

Ya Rabb, 
Kata, hanya titah perintah-Mu 
qalbuku tlah hadir dalam Arays-Mu 
kau tahu betapa gundah gelora jiwa bak gelombang samudera  ditiup angin namun hamba-- tenang dan mengarah hanya --  penuh harap pada-Mu.
Saat ini ya Rabbi, begitu banyak kami  sakit mendera,  dan rasa ketakutan atas penyakit itu, tapi hamba tahu itu karena titah-Mu yang tunduk hanya atas perintah-Mu.  Jika engkau ridho ya Robb, sembuhkan ya Rabb, sehatkan  ya Rabb, izinkan hamba menatap sahabat kami yang sakit  dalam senyumannya, perjalanan-Nya masih panjang dalam menggapai keridhoan-Mu. 

Ya Allah,
Ramadhan mulia ini,  Jauhkanlah musibah ini dari kami,  dari Negeri kami dari dunia ini. 
Ya Rabb, seandainya semua ini akibat dosa-dosa kami, ampunilah ya Allah, maafkan sgala kesalahan kami ya Rabb.
Ya Rahmaan ya Rahhiim,
Mulai hari ini tuntunlah kami senantiasa semakin tunduk kepadaMu, 
semakin taat atas titah dan sunnah_Mu, 
semakin kuat menghindari sgala kemaksiatan. 
Satukan hati kami untuk slalu hidup dalam kehendak-Mu.

Ya Syafii, sembuhkanlah , 
Angkatlah semua penyakit Ya   Allah,
Berilah petunjuk kepada kami, limpahkan hidayah, inayah serta taufik-Mu
Ya Rabbal’alamiin.

Semua milik-Mu kan kembali kepada-Mu, semoga penyakit wabah ini Kau ridho untuk mengangkatnya, Amiin ya Robbal’alamiin.

Saudaraku seiman,
Inilah sebuah ibrah dan renungan diramadhan karim ini, sebuah harapan dan pinta kepada-Nya. Sebuah kepasrahan atas kehendak-Nya, kita berharap karena Allah memerintah kan untuk berdo’a dengan janji Allah  --yang tak pernah mungkir janji -- untuk mengijabah do’a-do’a kita. Semoga Allah memberikan kepada kita kekuatan dalam menjalan sgala sunnah dan titah Ilahi, amiin. (*)

 Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]