Pedagang Sepeda Motor Bekas di Pariaman Menjerit Terdampak Covid-19


Kamis, 07 Mei 2020 - 14:10:45 WIB
Pedagang Sepeda Motor Bekas di Pariaman Menjerit Terdampak Covid-19 Rafiq Motor yang berada di Pariaman ini menjual motor bekas secara cash dan kredit.

PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Wabah virus corona (Covid-19) berdampak pada hampir seluruh sektor, termasuk jual beli motor bekas di Kota Pariaman, yang mengalami penurunan dratsis dari biasanya.

Rafiq Motor yang berada di Pariaman ini menjual motor bekas secara cash dan kredit, dengan menjual berbagai merek dan jenis sepeda motor.

"Kondisi ini sangat berdampak, nilai beli masyarakat sangat rendah," kata Andi, pemilik Rafiq Motor di Kota Pariaman, Kamis (7/5).

Ia menyampaikan, pada hari biasanya Andi bisa menjual minimal 30 unit motor bekas di showroom miliknya. Namun semenjak wabah covid-19 pejualan langsung turun drastis.

"Untuk bulan April kemarin saja hanya bisa menjual 13 unit saja, ini sangat jauh dibandingkan pada sebelum wabah ini," katanya Andi.

Andi yang telah menekuni usaha jual motor bekas semenjak 2008 ini mengaku penurunan penjualan motor bekas miliknya itu terjadi semenjak Februari kemarin. Ia tidak pernah bisa menjual lebih dari 20 unit setiap bulannya.
"Ditambah lagi saat ini pihak ke tiga (leasing) mengeluarkan atusan khusus untuk kredit motor bekas ini. Di mana DP harus 50 parsen ditambah 3 kali angsuran, tentu ini sangat berat bagi pembeli yang mau kredit," katanya.

Ketentuan itu, kata Andi, diberlakukan oleh pihak pembiayaan kredit setelah tidak lama Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya keringanan kredit bagi masyarakat terdampak covid-19 di Indonesia.
"Biasnya banyak juga kita jual motor dengan kredit, namun saat ini tidak lagi," katanya.

Penurunan itu tidak hanya terjadi pada penjualan motor bekas saja, tetapi juga terhadap sparepart motor yang ia jual. Penjualan juga turun lebih dari 50 persen dari pada hari biasanya.
"Apalagi mau Lebaran ini banyak yang beli sparepart, tapi saat ini tidak," katanya.

Tidak dipungkiri juga, wajar terjadi penurun jual beli motor. Karena kebanyakan orang beli motor itu untuk berpergian ataupun untuk anaknya sekolah. "Saat ini semua orang dianjurkan tidak berpergian dan sekolah juga diliburkan," katanya.

Ia berharap, wabah ini bisa cepat berlalu sehingga kondisi ekonomi bisa kembali seperti biasanya. (*)

loading...
Reporter : Yuhendra /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 19 Mei 2020 - 16:31:00 WIB

    Omset Pedagang Bakso Tusuk Turun Drastis akibat Wabah Covid-19

    Omset Pedagang Bakso Tusuk Turun Drastis akibat Wabah Covid-19 HARIANHALUAN.COM -- Menikmati suasana sore bersama keluarga, tak lengkap rasanya bila tak berkunjung ke pantai Padang. Selain melihat keindah alam, juga dapat mencicipi, berbagai kuliner di pantai Padang, seperti bakso tusuk.
  • Senin, 18 Mei 2020 - 12:13:48 WIB

    Curhat Pedagang Pasar Raya Padang, 5 Hari Jelang Lebaran Pembeli Masih Sepi

    Curhat Pedagang Pasar Raya Padang, 5 Hari Jelang Lebaran Pembeli Masih Sepi HARIANHALUAN.COM -- Sejak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Membuat sejumlah pedagang Pasar Raya Padang mengeluh. Tak hanya itu saja, para supir angkot pun, ju.
  • Sabtu, 09 Mei 2020 - 06:18:16 WIB

    Akibat Corona, Jual Beli Pedagang Kain di Padang Teater Terpuruk

    Akibat Corona, Jual Beli Pedagang Kain di Padang Teater Terpuruk PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Aktivitas jual beli pedagang kain hingga sprei di Padang Teater, Pasar Raya Padang nyaris lumpuh. Kondisi memprihatinkan ini sudah berjalan sekira 1 (satu) bulan terakhir, persisnya saat sejumlah.
  • Sabtu, 02 Mei 2020 - 11:38:16 WIB

    PSBB, Begini Cara Pedagang Batik Tetap Bertahan Hidup

    PSBB, Begini Cara Pedagang Batik Tetap Bertahan Hidup JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Jika kamu biasanya berburu batik di beberapa pusat perbelanjaan, karena pandemi corona COVID-19, aktivitas tersebut pasti akan terganggu. Tak hanya pembeli, penjual pun merasakan hal sama..
  • Kamis, 23 April 2020 - 08:04:26 WIB

    Kemendag Akan Tindak Pedagang Online 'Nakal' di E-commerce

    Kemendag Akan Tindak Pedagang Online 'Nakal' di E-commerce JAKARTA, HARIANHALUAN.COM  -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menindak pedagang 'nakal' di lapak online atau e-commerce, terutama barang mendesak, seperti alat kesehatan (alkes)..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]