Benarkah Mudah Lelah Tanda Penyakit Jantung?


Jumat, 08 Mei 2020 - 10:04:57 WIB
Benarkah Mudah Lelah Tanda Penyakit Jantung? Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Gejala penyakit jantung harus diwaspadai sejak dini. Terlebih penyakit tersebut merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia yang pada akhirnya, bisa menjadi cermin pola hidup masyarakatnya.

Salah satu tanda awal atau gejala yang kerap dicurigai dari penyakit jantung adalah perasaan mudah lelah atau kecapaian. Tapi, apakah itu benar?

Menurut Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Vito A Damay, Sp.JP(K), M.Kes, FIGA, FICA, FAsCC, sakit jantung tidak sama dengan kelelahan.

"Orang yang lelah belum tentu ada masalah jantung, bisa saja karena capek saja. Bisa jadi punya penyakit jantung belum tentu cepat lelah," ujar dr. Vito beberapa waktu lalu dalam diskusi online beberapa waktu lalu.

Meski demikian, dokter lulusan spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Universitas Padjadjaran ini membenarkan orang yang kelelahan bisa berisiko terjadinya serangan jantung. Tidak hanya lelah secara fisik kata dia, lelah karena stres juga memiliki risiko yang sama.

"Stres psikis juga aktivitas yang berat maka dia memicu terjadinya gangguan jantung yang akut atau berat. Orang yang punya penyakit jantung apalagi bisa tiba-tiba bisa jadi berat, karena orang lagi diam saja itu juga cukup untuk membuat orang serangan jantung," jelasnya.

Biasanya orang yang sedang diam tapi tiba-tiba mengalami serangan jantung terjadi karena terbentuknya gumpalan darah yang menganggu kerja otot jantung. Pada masa ini penanganan cepat harus segera dilakukan untuk meningkatkan peluang keselamatan.

"Jadi orang serangan jantung bisa terjadi setelah aktivitas ataupun sedang diam saja itu bisa. Karena itu pentingnya kenapa orang check-up itu bisa terjadi tiba-tiba serangan jantung," ujar Vito.

Ia juga mengatakan penyakit jantung ringan atau bukan berat biasanya tidak ditandai dengan perasaan mudah lelah. Bahkan mereka yang memiliki masalah jantung bisa sangat mungkin melakukan aktivitas seperti biasanya.

Masalah penyakit jantung ringan juga dapat berubah perlahan menjadi masalah jantung berat apabila pengidapnya tidak menjaga kesehatan tubuh.

Untuk itu ia mengatakan sangat penting bagi masyarakat untuk rutin melalukan medical check up.

"Karena itu pentingnya orang tetap melakukan medicak check-up. Supaya tahu apa yang menjadi masalah jantungnya. Jadi kapasitas jantungnya dan dia boleh berolahraga apa, apa yang harus dilakukan, ada rekomendasinya," jelas Vito. (*)

 Sumber : Suara.com /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 12 Juli 2020 - 20:23:36 WIB

    Benarkah Virus Corona juga Rusak Organ Vital selain Paru-paru?

    Benarkah Virus Corona juga Rusak Organ Vital selain Paru-paru? HARIANHALUAN.COM - Virus corona bukan hanya merusak fungsi paru-paru, tetapi juga organ vital lainnya seperti hati, jantung, otak, sistem saraf, kulit, hingga saluran pencernaan. Temuan terbaru ini dimuat laporan yang dilakuk.
  • Jumat, 10 Juli 2020 - 12:02:51 WIB

    Bersepeda Sebabkan Disfungsi Ereksi pada Pria, Benarkah?

    Bersepeda Sebabkan Disfungsi Ereksi pada Pria, Benarkah? HARIANHALUAN.COM - Saat ini banyak orang senang bersepeda setelah aturan pembatasan sosial atau di rumah aja mulai dilonggarkan, meskipun pandemi virus corona Covid-19 belum selesai. Selain menjadi olahraga favorit banyak ora.
  • Jumat, 03 Juli 2020 - 11:46:51 WIB

    Benarkah Anak-Anak Lebih Kuat Hadapi Serangan Virus Corona COVID-19?

    Benarkah Anak-Anak Lebih Kuat Hadapi Serangan Virus Corona COVID-19? HARIANHALUAN.COM - Laporan DW Indonesia yang dikutip Jumat (3/7/2020) menyebut, dalam pandemi Corona jenis baru yang terjadi di Jerman misalnya, statistik menunjukkan, dari sekitar 9.000 kasus meninggal sejak pecahnya wabah, .
  • Ahad, 28 Juni 2020 - 19:28:55 WIB

    Sayur Bayam Bisa Sebabkan Asam Urat, Benarkah?

    Sayur Bayam Bisa Sebabkan Asam Urat, Benarkah? HARIANHALUAN.COM – Sayur bayam termasuk bahan makanan yang mengandung zat besi tinggi. Melansir Health Line, sekitar 3,5 ons (100 gram) bayam mentah bisa mengandung 2,7 mg zat besi, yang merupakan 15 persen kebutuhan zat .
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 09:33:31 WIB

    Makin Banyak Pria 'Tak Perkasa' Gara-gara Wabah Corona, Benarkah?

    Makin Banyak Pria 'Tak Perkasa' Gara-gara Wabah Corona, Benarkah? HARIANHALUAN.COM - Pandemi virus Corona COVID-19 memberikan dampak yang sangat luas, baik langsung maupun tidak langsung. Pemberlakuan lockdown dan berbagai pembatasan lain di berbagai belahan dunia juga berdampak pada kehidu.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]