Akibat Corona, Jual Beli Pedagang Kain di Padang Teater Terpuruk


Sabtu, 09 Mei 2020 - 06:18:16 WIB
Akibat Corona, Jual Beli Pedagang Kain di Padang Teater Terpuruk Suasana Padang Teater, di sini tempat pedagang kain berjualan. Kini tampak sejumlah kios-kios di kawasan tersebut banyak yang tutup pasca diumumkan sejumlah pedagang Pasar Raya Padang positif Corona. Foto: Milna

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Aktivitas jual beli pedagang kain hingga sprei di Padang Teater, Pasar Raya Padang nyaris lumpuh. Kondisi memprihatinkan ini sudah berjalan sekira 1 (satu) bulan terakhir, persisnya saat sejumlah pedagang di pasar tersebut terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19.

Dari pantauan Harianhaluan.com, Kamis siang (8/5/2020), suasana di Padang Teater kini sepi dan lengang, terkesan tak ada transaksi. Pedagang kain dan pakaian yang biasa memenuhi area pasar, kini tak banyak terlihat. Pasalnya, sejumlah kios-kios yang ada di kawasan itu banyak yang tutup.

Biasanya sebelum Corona menyerang, pedagang kain di kawasan Padang Teater selalu ramai pembeli. Namun sejak Kota Padang dinyatakan zona merah, sejumlah pedagang tak lagi berjualan. Sehingga terkesan sunyi dari keramaian para pembeli yang selalu memadati setiap hari di kawasan tersebut.

Salah satu pedagang sprei yang masih terlihat berjualan di Padang Teater ini adalah Joni. Dia mengaku kondisi seperti ini sudah berlangsung satu bulan terakhir. Ini tak hanya terjadi di Padang Teater, namun hampir di semua titik kios-kios di Pasar Raya Padang.

"Sejak Corona ini, semua pedagang di Pasar Raya mengeluhkan kondisi tersebut. Harga sprei masih stabil, belum ada kenaikan, walaupun sudah menjelang Lebaran, biasanya harga mulai naik. Tapi tetap saja sedikit pembeli. Mudah-mudahan Corona ini segera berakhir," harap Joni.

Padahal pada setiap bulan puasa, kata Joni, aktivitas jual beli di Padang Teater sangat ramai. Karena saat menjelang Lebaran, masyarakat kerap belanja bahan kain, sprei, hingga gorden pintu. Dia pun tak pernah membayangkan virus Corona menyerangkan kota Padang yang membuat aktivitas di pasar lumpuh.

"Tidak pernah terbayangkan jika seperti ini. Karena biasanya setiap bulan puasa, jual beli selalu ramai. Banyak masyarakat yang mencari sprei, bahan kain untuk persiapan hari Raya Idul Fitri," ucap Joni.

Pedagang lainnya, Ajo mengaku omzetnya turun drastis sejak Corona mewabah di kota Padang. Menurut dia, wabah virus Coron berdampak besar terhadap perputaran ekonomi di pasar tradisional. Apalagi sejak ada pedagang yang positif terjangkit, sehingga banyak warga takut datang ke pasar.

"Omzet turun gara-gara Corona. Sebelum Corona, selalu ramai pembeli dari pagi hari dan sore hari. Setelah itu pas maghrib baru sepi pembeli karena sudah banyak yang tutup. Tapi sekarang, sepi," ujarnya. (*)

loading...
Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]