Hati-Hati! 85% Kematian Corona di RI Berusia di Atas 45 Tahun


Sabtu, 09 Mei 2020 - 13:37:35 WIB
Hati-Hati! 85% Kematian Corona di RI Berusia di Atas 45 Tahun Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengatakan usia di atas 45 tahun merupakan kelompok rentan terkena virus Corona (COVID-19). Sebanyak 85% kasus kematian akibat Corona di RI berasal dari kelompok usia di atas 45 tahun.

Dari grafik yang ditunjukkan, kelompok usia yang dominan meninggal akibat Corona terbagi menjadi dua, yakni 46-59 tahun (39,6%) dan di atas 60 tahun (45,2%). Jika ditotal berjumlah 84,8% (pembulatan menjadi 85%).

Baca Juga : Menkes Minta Daerah Prioritaskan Vaksinasi untuk Lansia

"Kalau lihat dari usia, maka kita bisa lihat bahwa ternyata usia yang paling rentan itu adalah di atas 45 tahun. Jadi yang berwarna abu-abu dan berwarna biru muda itu adalah sebelah kanan kotaknya menunjukkan kasus-kasus yang meninggal usianya di atas 45 tahun, ternyata total gabungannya adalah 85%" kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Bakti Bawono Adi Sasmito dalam jumpa pers di saluran YouTube BNPB, Sabtu (9/5/2020).

Dari aspek gender, Wiku mengatakan 60% pasien positif COVID-19 merupakan laki-laki. Menurutnya, dengan jumlah tersebut laki-laki dianggap lebih rentan terkena virus Corona dibanding perempuan.

Baca Juga : Kemenparekraf Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

"Kalau kita lihat ternyata sekitar 60 persen itu yang positif adalah berjenis laki-laki, laki-laki lebih rentan. Sekitar 40% adalah perempuan dan ini adalah gambaran nasional," ujar Wiku.


Selain itu, penyakit bawaan dari orang tersebut juga rentan terkena virus Corona. Menurutnya, orang yang memiliki penyakit penyerta seperti darah tinggi, diabetes melitus, jantung dan penyakit paru obstruksi kronis (PPOK).

Baca Juga : Buru Pria yang Mengaku Nabi ke-26, Polri Gandeng Interpol

"Kasusnya yang positif Ini kebanyakan adalah orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi yang kemudian diabetes, diabetes melitus ya Jadi itu kita bisa lihat di sini kemudian penyakit jantung kemudian yang keempat adalah penyakit paru obstruksi kronis (PPOK)," kata Wiku. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]