Soal Tarawih dan Shalat Jumat di Masjid! MUI Padang Minta Warga Tetap Patuhi Imbauan Pemerintah


Ahad, 10 Mei 2020 - 22:23:33 WIB
Soal Tarawih dan Shalat Jumat di Masjid! MUI Padang Minta Warga Tetap Patuhi Imbauan Pemerintah Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Mulyadi Muslim

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, Mulyadi Muslim mengatakan, masyarakat seharusnya patuh kepada Ulil Amri (pemerintah, dinas kesehatan dan ulama) terkait himbauan untuk tidak melaksanakan Salat Jumat dan Taraweh ditengah wabah pandemi Covid-19.

Pemerintah Kota Padang, selaku ulil amri, telah melakukan tindakan preventif atau pencegahan penyebaran wabah, baik di daerah yang sudah tertular ataupun yang masih negatif. Tentunya dengan tujuan agar mata rantai virus ini bisa diputus di masa PSBB jilid 2. 

"Karena di Padang jumlah yang terkonfirmasi terus bertambah, maka status Kota Padang tidak aman makanya udzur syar’i tetap berlaku," katanya, Minggu (10/5/2020).

Terkait hal tersebut, MUI sama sekali tidak memberikan izin atau melonggarkan pelaksanaan Salat Jumat dan Taraweh, namun sayangnya masyarakat cenderung tidak mau disiplin dalam penerapan protokoler kesehatan dan mengikuti fatwa, maklumat dan taushiyah MUI.

"Akibatnya, korban terus bertambah sehingga PSBB jilid 2 terpaksa dijalankan. Ketika pemerintah telah merancang skenario penerapan PSBB jilid 2 bisa berhasil, MUI provinsi ataupun Kota Padang mengeluarkan maklumat agar aturan ini berhasil," lanjutnya.

Sejatinya, yang memiliki kewenangan dalam menetapkan suatu kawasan masih aman atau tidak adalah pemerintah dan dinas kesehatan, karena berkaitan dengan keselamatan nyawa manusia. 

Jika ada pengurus masjid dengan alasan dipaksa oleh jamaah untuk melaksanakan sholat di masjid seperti sholat lima waktu, jumat dan taraweh, maka pengurus masjid harus mengurus izin tertulis kepada pemerintah.

Salat berjamaah tidak boleh dilaksanakan secara diam-diam tanpa izin, karena sangat beresiko dan berbahaya kepada keselamatan jamaah. Jika ada pengajuan izin dari pengurus masjid, maka dinas kesehatan selaku ulil amri harus memberikan penjelasan dan pelayanan.

Jadi sebenarnya sangat rumit, tetapi jika pengurus masjid atau masyarakat tetap bersikukuh ingin berjamaah di masjid. Maka yang rumit ini harus dipenuhi, karena resiko kelalaian berujung dengan terpapar dan nyawa.(*)
 

Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]