Masyarakat Kuranji Keluhkan BLT Tak Tepat Sasaran, RT Penerima PKH Terdata, Bahkan Ada yang 1 Keluarga


Senin, 11 Mei 2020 - 21:34:17 WIB
Masyarakat Kuranji Keluhkan BLT Tak Tepat Sasaran, RT Penerima PKH Terdata, Bahkan Ada yang 1 Keluarga Ist

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Polemik Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sumbar mulai menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, pasca digelontorkannya bantuan sebesar Rp1,2 juta per Kepala Keluarga (KK) tersebut.

Salah satunya di Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji yang dicairkan mulai hari ini Senin (11/5/2020). Warga setempat mengeluhkan penerima bantuan tersebut adalah tergolong orang masih mampu. Mengejutkannya, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) malah terdata sebagai penerima BLT dari Pemprov Sumbar.

"Masa penerima PKH malah keluar namanya di BLT. Karena merasa tidak adil, maka dikunjungi lah orang dari pihak kelurahan. Orang pihak kelurahan ini malah beralasan nama yang keluar disebar, sebagian di Provinsi dan sebagian lagi melalui APBD Padang," kata warga yang enggan disebutkan namanya itu.

Anehnya lagi, katanya, bahkan ada 1 (satu) keluarga yang terdata, mereka pun tergolong mampu karena kesehariannya berdagang kebutuhan harian. Bukankah kriteria penerima BLT, salah satunya adalah warga miskin. Lantas, kenapa warga yang berkecukupan dari segi ekonominya juga menerima bantuan tersebut.

"Padahal warga tidak mampu yang terdampak Corona sudah berharap betul bisa dapat BLT. Di tempat tinggal saya ini yang dapat hanya 8 KK. Padahal yang masuk 35 KK. Pas ditanya ke orang kelurahan, malah beralasan nama-nama yang keluar sekarang ini baru data provinsi. Entahlah," keluhnya.

Hal senada juga disampaikan, Gusnimar. Dia mengaku tidak terdata sebagai penerima BLT, padahal dirinya merupakan seorang janda dan tidak memiliki pekerjaan. Saat tersebarnya nama-nama penerima bantuan khusus RT 01 RW 05 hanya sebanyak 8 KK, lingkungan tempat tinggalnya langsung gaduh.

"Dari awal kan kata RT, ada 35 KK yang diserahkan ke keluarahan. Tapi tau-taunya cuma 8 KK yang dapat bantuan. Saya kaget lah, tolak ukur pendataannya seperti apa? Saya kan janda, dan tidak punya pekerjaan. Kok malah gak dapat," ucap Gusnimar.

Karena masih dirundung rasa penasaran, Gusnimar mencoba menelusuri nama-nama penerima BLT ke kantor Pos Pusat Kota Padang. Setelah sampai di kantor pos, dia hanya mendapati penerima dari sejumlah Kecamatan di daerah itu. Namun, Kecamatan Kuranji tidak ada.

"Karena masih penasaran kan, jadi saya samperin lah ke kantor pos. Kata orang pos di sana, data yang ada di sini hanya khusus Kecamatan di kawasan kota saja. Seperti di Padang Barat, Padang Timur, dan sebagainya," ucap Gusnimar.

Terakhir, Gusnimar menyayangkan, karena warga miskin yang seharusnya menerima justru tidak terdata. Seperti satu keluarga di tempat tinggalnya menerima bantuan tunai dari pemerintah.

"Ini anehnya, satu keluarga dapat bantuan, dan yang hidupnya miskin tidak dapat. Jadi tidak tepat sasaran bantuannya," tukasnya. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]