Anggota DPRD Pasaman yang Ribut dengan Petugas PSBB Dihukum Bagi-bagi Sembako dan Masker


Rabu, 13 Mei 2020 - 23:32:24 WIB
Anggota DPRD Pasaman yang Ribut dengan Petugas PSBB Dihukum Bagi-bagi Sembako dan Masker Anggota DPRD Pasaman yang ribut dengan petugas PSBB meminta maaf. (Foto: Detikcom)

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Martias, anggota DPRD Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar), dari Fraksi Partai Gerindra, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait insiden ribut dengan petugas pelaksana pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Selain itu, Martias dihukum partai untuk membagi-bagikan 2.000 paket sembako dan 5.000 masker bagi masyarakat terdampak COVID-19.

"Yang bersangkutan sudah dipanggil oleh DPC (Pasaman) untuk klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf. Kami juga menghukum Saudara Martias untuk membagi-bagikan paket sembako sebanyak 2.000 paket serta 5.000 masker," kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade seperti ditulis detikcom, Rabu (13/5/2020).

Menurut Andre, pembagian paket bantuan itu harus sudah dimulai minimal pada Senin (18/5) mendatang dan akan diawasi oleh DPD. Andre berharap insiden yang dialami Martias jadi pembelajaran bersama.

Ketua DPD Gerindra Sumbar Ade Rosiade mengatakan Martias dihukum memberi 2.000 paket sembako dan 5.000 masker. (Foto: Istimewa)
"Ini sebagai pelajaran bagi yang bersangkutan dan juga untuk semua kader Partai Gerindra di mana pun, agar jangan sampai bikin masalah. Kita adalah pejuang politik yang ditugasi melayani masyarakat, bukan untuk membuat masalah di masyarakat," kata Andre.

Anggota Komisi VI DPR RI itu memastikan semua proses terhadap kader yang melakukan pelanggaran dilakukan secara cepat dan responsif.

Martias sendiri secara terbuka mengakui kekeliruan dan kekhilafannya saat berhadapan dengan petugas posko check point PSBB, sesuai dengan video viral yang beredar.

"Kejadiannya sekitar pukul 10.45 WIB, dan saya sungguh menyesali insiden yang seharusnya tidak perlu terjadi itu," aku Martias di hadapan Pengurus DPC Partai Gerindra Pasaman, Rabu (13/5).

Dia mengaku, pagi itu hendak pergi berobat ke Padang. Seperti biasa, bila tekanan darah atau tensi tubuhnya terasa berubah dia langsung check up di Padang. Sampai di posko check point batas Pasaman-Agam, mobilnya berhenti untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Tapi saat petugas posko menyuruh mengenakan masker, ia tidak menemukan masker di dalam mobilnya.

"Waktu itulah saya sempat khilaf, ketika harus disuruh balik kanan pulang ke rumah menjemput masker. Dan saya pikir hal itu terlalu berlebihan, karena saya sudah bilang harus buru-buru ke Padang," ujar Martias.

Atas kejadian tersebut, Martias menyampaikan permohonan maaf yang dikhususkan kepada segenap petugas posko PSBB di batas Agam-Pasaman.

Ketua DPC Gerindra Pasaman, Bustomi menegaskan, kejadian ini tidak boleh terulang.

"Kepada seluruh kader saya ingatkan, jangan sampai terulang lagi, karena Gerindra ingin kadernya menjadi pejuang di tengah-tengah rakyat, Dan seluruh kader Gerindra adalah rakyat, serta hadir untuk memperjuangkan aspirasi rakyat," katanya.

"Atas insiden ini, Partai sudah memberikan surat peringatan 1 (SP1) kepada Martias, dengan pengenaan sejumlah sanksi yang harus dijalani Martias, sesuai tenggat waktu yang ditetapkan," jelas Bustomi.

Diingatkan kepada Martias, jika sanksi tidak diindahkan sebagaimana mestinya, maka akan terbit SP2, yang bisa berujung dengan pemecatan selaku pengurus partai dan anggota DPRD Pasaman(*).

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]