Sumbar Buka Kembali Masjid untuk Salat Jumat, Asalkan Penuhi Syarat Ini


Kamis, 14 Mei 2020 - 01:12:24 WIB
Sumbar Buka Kembali Masjid untuk Salat Jumat, Asalkan Penuhi Syarat Ini Foto: Wikipedia

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Rencana Sumbar untuk membolehkan penyelenggaraan salat Jumat di masjid, kini memasuki babak baru. Pasalnya, Bupati/Walikota se-Sumbar dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah sepakat bahwa masjid di provinsi itu akan dibuka kembali setelah ditutup selama hampir sebulan. Namun harus memperhatikan kearifan lokal (local wisdom).

"Dengan memperhatikan kearifan lokal (local wisdom) yang ada, Bupati/Walikota mensepakatinya dengan MUI Kabupaten/Kota untuk membuka kembali masjid untuk pelaksanaan salat Jumat," begitu bunyi Surat Edaran (SE) Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno pada paragrar ketiga yang dikutip Harianhaluan.com, Kamis (14/5/2020).

Kendati demikian, Irwan menegaskan, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi jika ingin membuka masjid untuk penyelenggaraan salat Jumat. Diantaranya, harus ada penetapan dari pejabat berwenang (Kepala Daerah) bahwa daerah tersebut merupakan daerah yang tidak sedang mewabahnya Covid-19.

Selain itu, kata Irwan, daerah tersebut telah dipastikan ditutup pintu masuknya sehingga tidak bercampurnya orang yang sehat dengan orang yang sakit. Kemudian, masjid yang menyelenggarakan ibadah harus memastikan bahwa yang hadir adalah jamah tetap (dibuatkan kartu khusus jamaah).

"Tetap memperhatikan protokol pencegahan penularan Covid-19. Seperti, menyediakan tempat cuci tangan dan sabun sebelah masuk masjid, menggunakan masker, masjid tidak membentangkan sajadah/tikar," tegas Irwan dalam SE Nomor 360/117/Covid-19-SBR/V-2020.

Khusus pelaksanaan salat dan khutbah Jumat secara "iqtishad" (sederhana). Begitu juga, solat sunat lainnya dilakukan di rumah saja. Kebijakan ini menindaklajuti Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Barat Nomor B.017/MUI-SB/V/2020 tanggal 19 Ramadhan 1441 H 12 Mei 2020.

Seiring dengan surat tersebut, Irwan pun menyampaikan bahwa hal tersebut telah sesuai dengan press release pada tanggal Mei 2020, bahwa PSBB tahap diperpanjang dengan mempertegas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020, sekaligus memberikan kesempatan kepada Bupati/Walikota untuk membuat kebijakan membolehkan penyelenggaraan salat Jumat berjamaah di masjid dengan mengikuti Maklumat dan Taushiyyah MUI Provinsi Sumbar Nomor 007/MUI-SB/V/2020.

"Kebijakan tersebut dapat diberikan kepada daerah yang telah menunjukkan tidak adanya positif Covid-19 (Zero Covid-19) namun dikecualikan untuk masjid di tempat transit, pinggir jalan, pasar, dan/atau tempat keramaian," tandasnya. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]