REKONSTRUKSI HATI “MENJEMPUT ENERGI CINTA DARI LANGIT”


Kamis, 14 Mei 2020 - 07:03:06 WIB
REKONSTRUKSI HATI “MENJEMPUT ENERGI CINTA DARI LANGIT” Afri Yendra

Oleh Afri Yendra, S.H., M.H.
(Widyaiswara PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi)

“Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah Qalbu.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim). 

Hati menjadi sentral utama yang menentukan sehat atau sakit -- baik atau buruknya seseorang, bagaimana hati itu agar menjadi sehat maka perlu dikontruksi atau dikembalikan “Suci” seperti ia dijadikan . Dalam merekontruksi hati maka ada beberapa upaya yang mesti kita lakukan, yaitu 1. Mengetahui Konsep Mahabbah/Cinta (Menjemput Energi Cinta dari Langit), 2. Taubatan Nasuha  (Menghancurkan Belenggu Kesyirikan), 3. Memaafkan dengan Sempurna  (Hijrah/Move On), 4.Merubah Fokus, 5. Sabar yang Shalat (Mengenali Karakteristik Ujian, Musibah & Azab), 6. Mengingat Mati , 7. Menciptakan Perubahan (Fix, Plan & Move).

Saat ini kita fokus membicarakan langkah pertama Rekonstruksi Hati adalah memahami  Konsep Mahabbah/Cinta yaitu “ Bagaimana mennjemput energi cinta dari langit.  Terlebih dahulu mengetahui tentang  Hati, Jiwa, Qabu.  Dalam konsep tashawuf hati itu terbagi enam lapis, hati punya klep maka sesutau yang masuk kedalam lapisan hati kedalamnya tidak bisa keluar lagi. Setiap  lapis punya energi semakin dalam lapisan hati maka semakin kuat energinya.

lapis hati yang paling dalam  atau inti Hati adalah jiwa,   jiwa  memiliki kenderaan yang disebut dengan qalbu, maka qalbu menentukan arah serta tujuan dari jiwa  kemana hati akan dibawa.

Hati adalah sesuatu yang berfungsi untuk  merasakan dalam diri manusia, makanya kita akan menyebut beberapa ungkapan, Senang Hati, Sakit hati, Patah Hati, Jatuh Hati dan lain lain sebagainya. Pintu masuk kedalam hati adalah Kejujuran. Selanjutnya Jiwa sebagai inti disitu bermukim keikhlasan  sekaligus diletakkan ruh disini, Maka panggilan kepada Manusia sering dikatakan jiwa seperti firman Allah “Wahai Jiwa yang Tenang…..” maka jiwa mempunyai energi hati Manusia yang tidak terbatas (unlimited power). pintu masuk kedalam lapisan jiwa adalah Mahabbah atau Cinta.

Cinta itu datang karena butuh, Kebutuhan yang akan melahirkan Kepatuhan. Ketika ia merasa butuh sesuatu maka ia akan mendatangkan cinta, seandainya seseoarng memiliki Cinta ia akan memiliki beberapa sifat antara lain “ akan selalu mengingat dan menyebut yang dicintainya serta ia akan patuh dalam kehendak yang dicintainya., Cinta membawa sang pecinta ridho Kepada yang dicintainya.

Cinta sejati adalah cinta yang senantiasa bersahutan berderu-deru dalam gemuruh ombak, beriak digelisah lautan diam dalam ketenangan ikan-ikan,  indah dalam kesedihan , nikmat dalam kekecewaan,  dan tidak mati dengan kematian
Cinta yang akan tetap indah meski terbagi miliyaran angka tak terbatas semesta, 
itulah kemilau cinta yang terlahir  dari cahaya Mahabbatullah. (dikutip dari materi Tazkiyatun Nafs Rehab Hati Ustadz Nuruddin Al-Indunessi).

Tolok Ukur Cinta dapat dilihat firman Allah : yang artinya Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

Apabila Firman Allah ini kita kaitkan dengn pernyataan sebelumnya, maka apabila cinta berasal dalam jiwanya karena Allah SWT, maka ia akan memiliki energi yang tidak terhingga sampai ia hanya mencintai  Allah SWT dengan menafikan yang lainnya. Ukuran cinta yang berasal dari Allah adalah kita “sering mengingat dan menyebutNya serta patuh terhadap perintah dan titahNya, maka segala sesuatu itu semata-mata karena Allah, itulsh ysng dikatakan Ikhlas.

Ari Ginanjar, the founder Esq mengambar dengan rumus sebagai berikut : 1/0= tidak terhingga,  maknanya adalah apabila kekutan ketika bekerja Ikhlas karena Allah SWT yang ahad atau yang satu, kita manusia tidak memiliki apa apa tunduk dan patuh karena perintah dan titahnya maka akan melahir energi yang tidak terhingga. Namun jika manusia merasa memiliki kemampuan berarti ia sombong atau angkuh  katakanlah ia memiliki 1 (satu) saja sifat kesemobongan  maka lihat hasilnya seperti rumus berikut ini : 1/1=1 artinya ia hanya memiliki satu energi setara energi tubuhnya saja, apalagi memiliki 2,3 atau lebih kesembongan maka energi tubuhnya semakin mengecil… masya Allah.

Demikianlah selayaknya, jika kita mampu memiliki cinta (mahabbah) karena Allah semata maka kita akan mampu bekerja, beribadah, beramal dengan energi jauh melampaui energi yang dimiliki oleh tubuh kita. Inilah sesungguhnya yang disebut energi dari langit itu.

Kesimpulannya adalah kekuatan Energi Cinta dari langit yang tidak terbatas dimulai bekerja, beramal, beribadah dnngan “Hati” dengan  pintu masuknya  kedalam hati melali sifat “Jujur” teruskan beramal, beribadah bekerja Karena Jiwa yang Ikhlas karena Allah, pintu masuk kedalam jiwa adalah “Cinta” cinta tertinggi karena Allah semata. Ciri cinta itu diantaranya adalah “Selalu mengingat dan MenyebutNya serta patuh dan taat dengan Perintah dan TitahNya.(*)

 Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]