Waspada Bila Anak Tiba-tiba Sakit Perut, Bisa Jadi Tanda Tertular Corona


Kamis, 14 Mei 2020 - 14:53:43 WIB
Waspada Bila Anak Tiba-tiba Sakit Perut, Bisa Jadi Tanda Tertular Corona Ist

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Virus corona menyerang berbagai kalangan, yang tua hingga anak-anak bahkan bayi, waspadai gejala sakit perut yang dirasakan anak bisa jadi satu gejala.

Banyak penelitian yang menunjukkan ada banyak gejala baru virus corona. Bukan hanya tanda umum seperti batuk, pilek dan demam yang jadi ciri tertular covid-19. Apalagi pada anak-anak ada berbagai gejala yang lainnya.

Dalam penelitian yang dilakukan pada lima kasus anak-anak yang dibawa ke rumah sakit dengan gejala masalah pencernaan, diketahui kemudian didiagnosis pneumonia dan positif Covid-19.

Melansir dari Tribunews.com, Kamis (14/5/2020), anak-anak yang mengalami diare dan juga mengalami demam atau memiliki riwayat berkaitan dengan virus corona bisa dicurigai terpapar virus corona.

Demikian kesimpulan dari penelitian yang diterbitkan pada 12 Mei 2020 di jurnal Frontiers in Pediatrics.

" Anak-anak ini pada awalnya dirawat di unit gawat darurat untuk masalah yang tidak berhubungan.

Semuanya dikonfirmasi memiliki pneumonia setelah menjalani CT scan dada dan kemudian dikonfirmasi positif Covid-19," kata salah seorang peneliti Dr Wenbin Li, dari Departemen Pediatri di Rumah Sakit Tongji di Wuhan, China.

1. Gejala Pencernaan

Dokter Li menyebut bahwa meskipun gejala awal mereka mungkin tidak terkait dengan gejala pernapasan yang umum pada pasien virus corona, tetapi penelitian ini menemukan bahwa gejala pada pencernaan merupakan awal dari Covid-19 yang mereka derita.

Menurut dia, gejala gastrointestinal yang awalnya dialami oleh beberapa anak-anak dengan Covid-19 menunjukkan bahwa infeksi dapat terjadi melalui saluran pencernaan karena jenis reseptor dalam sel paru-paru yang ditargetkan oleh virus corona baru juga ditemukan di usus.

"Sebagian besar anak-anak hanya sedikit dipengaruhi oleh corona dan pada beberapa kasus parah biasanya sudah ada masalah kesehatan yang mendasarinya.

Sangat mudah untuk melewatkan diagnosis pada tahap awal, ketika seorang anak memiliki gejala non-pernapasan atau menderita penyakit lain," katanya.

Dokter Li menyebut bahwa temuan ini dapat digunakan oleh dokter untuk dengan cepat mendiagnosis dan mengisolasi pasien dengan gejala yang serupa, yang akan memungkinkan perawatan dini dan mengurangi penularan virus corona.

Namun, dia mengingatkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengonfirmasi hasil temuan ini.

2. Anak-anak Rentan Tertular

Di sisi lain, pejabat kesehatan AS mulai mempelajari bagaimana virus corona memengaruhi anak-anak. Sebuah studi baru merinci kasus 48 pasien muda yang dirawat di unit perawatan intensif di 14 rumah sakit yang berbeda setelah mereka terinfeksi virus corona. 

Para peneliti kemudian menemukan 83 persen pasien muda ini menderita kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Hampir 40 persen dari anak-anak itu membutuhkan ventilator, dan dua orang akhirnya meninggal dunia.

Selain itu, 48 pasien tersebut menunjukkan gangguan pernapasan parah seperti yang dialami oleh banyak orang dewasa Amerika.

"Tidak benar bahwa Covid-19 tidak berbahaya bagi pasien usia muda," kata salah seorang peneliti Lawrence Kleinman.

Kleinmen adalah kepala departemen kesehatan anak, kesehatan, dan sains terapan di Universitas Rutgers, New Jersey.

"Sementara anak-anak lebih cenderung menjadi sakit jika mereka memiliki kondisi kronis lainnya, seperti obesitas, perlu diingat bahwa anak-anak tanpa penyakit kronis juga berisiko.

Orang tua harus menganggap serius virus ini," kata Kleinman dalam sebuah siaran berita Rutgers.

3. Penyakit Bawaan

Dalam studi tersebut, 48 pasien Covid-19 memiliki rentang usia dari bayi baru lahir hingga usia 21 bulan, dengan usia rata-rata 13 tahun.

Semua dirawat di Amerika Serikat dan Kanada pada Maret dan April.

Lebih dari 80 persen memiliki masalah mendasar kronis, seperti kekebalan tubuh rendah, obesitas, diabetes, kejang atau penyakit paru-paru kronis.

Sementara 40 persen memiliki masalah trakeostomi atau kerongkongan karena keterlambatan perkembangan atau kelainan genetik.

Lebih dari 20 persen mengalami kegagalan dua atau lebih sistem organ karena Covid-19, dan hampir 40 persen memerlukan tabung pernapasan dan ventilator.

Pada akhir masa penelitian, hampir 33 persen dari pasien masih dirawat di rumah sakit karena Covid-19, dengan tiga pasien masih memerlukan dukungan ventilator dan satu pasien pada alat bantu hidup.

Studi ini dipublikasikan secara online 11 Mei di jurnal JAMA Pediatrics.

"Studi ini memberikan pemahaman dasar tentang beban penyakit awal Covid-19 pada pasien anak," kata salah seorang peneliti Dr Hariprem Rajasekhar, seorang spesialis anak di Departemen Pediatri Robert Wood Johnson Medical School. (*)

 Sumber : Tribunnews.com /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 18 Maret 2020 - 12:52:34 WIB

    Waspada Ya! Pemilik Golongan Darah A Rentan Terinfeksi Virus Corona

    Waspada Ya! Pemilik Golongan Darah A Rentan Terinfeksi Virus Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Orang dengan golongan darah A disebut lebih rentan terhadap infeksi virus corona. Sementara mereka pemilik golongan darah O disebut lebih resisten terhadap virus penyebab COVID-19. Hal ini d.
  • Rabu, 26 Februari 2020 - 09:11:33 WIB

    Wajib Waspada..! Bencana Banjir Bisa Picu Stres Hingga Depresi

    Wajib Waspada..! Bencana Banjir Bisa Picu Stres Hingga Depresi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi menjadi bencana yang cukup mengejutkan pada awal tahun 2020 ini..
  • Ahad, 16 Februari 2020 - 09:02:03 WIB

    Waspada Skullbreaker Challenge, Orang Tua-Guru Jangan Sampai Lengah Awasi Anak

    Waspada Skullbreaker Challenge, Orang Tua-Guru Jangan Sampai Lengah Awasi Anak JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara terkait tantangan 'skullbreaker challenge' yang ramai di media sosial. Ketua KPAI Susanto mengatakan hal itu berbahaya dan meminta para ora.
  • Jumat, 18 Oktober 2019 - 20:18:51 WIB

    Waspada Narkoba Cair di Vape, Ini Cara Mengenalinya

    Waspada Narkoba Cair di Vape, Ini Cara Mengenalinya LIFESTYLE, HARIANHALUAN.COM - Polisi sempat mengamankan artis Vicky Nitinegoro untuk diperiksa karena diduga menyalahgunakan narkoba. Pada akhirnya Vicky dibebaskan karena tidak terbukti. Sementara rekannya, AC, ditahan setel.
  • Sabtu, 21 Mei 2016 - 04:03:07 WIB
    Lebih Tiga Jam, Mudah Berperilaku Negatif

    Waspadai Pola Menonton Anak

    Waspadai Pola Menonton Anak JAKARTA, HALUAN — Was­padalah jika Anda sering membiarkan anak menonton televisi (TV) selama lebih dari tiga jam sehari. Anak yang menonton TV lebih dari tiga jam dipercaya lebih berisiko melakukan perbuatan negatif. Mu­l.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]