Mengidap Tumor, Juni Warga Korong Pauh Manih Butuh Biaya Pengobatan


Kamis, 14 Mei 2020 - 15:29:45 WIB
Mengidap Tumor, Juni Warga Korong Pauh Manih Butuh Biaya Pengobatan Juni Arita (36) hanya bisa terbaring ditempat tidur di rumah orangtuanya di Korong Puah Manih, Nagari Koto Dalam Selatan, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman.

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Juni Arita (36) hanya bisa terbaring ditempat tidur di rumah orangtuanya di Korong Puah Manih, Nagari Koto Dalam Selatan, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman.

Ibu satu anak ini pada 2016 lalu divonis dokter menderita Gastro Intestinal Stromal Tumor (GIST) yaitu tumor yang berada dibagian pencernaan. Namun saat ini kondisinya kian parah, dengan badan semakin kurus dan perut yang sangat besar, sehingga ia tidak bisa bergerak sendiri.

Sehingga untuk melakukan segala sesuatu Juni harus dibatu oleh sang suami Dahnil Aprianto (41), mulai dari makan hingga kebutuhan lainya serta mengurus putri sematawanyang baru beranjak tiga tahun. Juni dan keluarga selama ini merantau ke Pekanbaru harus gulang tikar dan pulang kampung, seiring dengan kondisi penyakitnya yang juga semakin parah.

"Kondisi seperti ini sudah semenjak Oktaber 2019 lalu, saya saat ini tidak bisa beraktivitas tanpa dibantu suami," kata Juni Arita saat dikunjungi dikediaman orangtuanya di Korong Pauh, Kamis (13/5).

Kondisi perut semakin besar ini terjadi saat balik berobat dari Jakarta, dimana setelah dilakukan pengobatan tetapi belum membuahkan hasil, dan saat ini hanya bisa dilakukan pengobatan dengan tradisional dan hermal di daerah itu.

Obat alternatif menjadi jalan satu-satunya yang bisa dilakukan oleh Juni, karena semenjak ia sakit sampai saat ini suaminya tidak bisa bekerja sehingga tidak memiliki biaya yang cukup.

"Waktu dulu memang ada sumai punya usaha, tetapi semenjak mengurus saya sakit usaha itu tidak jalan lagi, dan tidak ada lagi pemasukan," katanya.

Sehingga untuk berobat ke Rumah Sakit saat ini terkendala karena biaya. Ia dan keluarga memang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, tetapi semenjak Desember 2017 lalu tidak lagi dibayar, dengan alasan tidak ada biaya.

"Waktu suami punya usaha kami masih sanggup bayan iuran BPJS, tetapi saat ini tidam sanggup lagi," kata Juni dengan suara lirih seakan-akan menahan sakit yang dideritanya.

Sementara Dahnil Aprianto juga ikut menceritakan kondisi istrinya. Ia menyampaikan, dulu Juni pernah mengalami sakit dan telah dilakukan operasi di rumah sakit swasta di Pekanbaru.

"Saat itu kami datang ke Rumah sakit umum, tapi karena hari antri sampai satu bulan. Tetapi karena kondisi semakin parah maka saya langsung larikan ke rumah sakit swasta," katanya.

Saat dilakukan operasi tahun 2016 itu, pada operasi pertama ini berhasil dikeluarkan tumor dari perut Juni seberat 5 kg. Tetapi saat itu masih ada satu tumor lagi yang nempel didekat hulu hati. Saat itu dokter tidak ingin mengambil resiko sehingga satu tumor itu tidak diangkat saat itu.

"Tetapi disarankan istri saya untuk melakukan kemoterapi," katanya.

Saat kondisi Juni seperti itu. Allah juga memberikan rezeki pada pasangan itu, dimana tidak lama setelah operasi Juni juga dinyatakan positif hamil kala itu. Saat konsul ke dokter, ia diberi pilihan mempertahankan janin atau mengobati penyakit. "Saat itu kami belum punya anak, maka kami pilih mempertahankan janin," katanya.

Tidak sampai disana, Juni kembali melakukan operasi sertelah melahirkan anak pertamanya. Saat operasi kedua itu, berhasil keluar tumor itu sekitar 1,5 kg. Saat Juni hanya dilakukan pengobatan alternatif, ia berkeinginan untuk membawa istrinya kembali berobat ke Rumah sakit, tetapi terkendala dengan biaya. Termasuk dengan pembayaran tunggakan BPJS semenjak Desember 2017 itu.

"Ingin rasanya untuk mengobat istri saya ke dokter, tetapi terkendala biaya dan BPJS juga sudah nunggak lama," katanya.

Sementara itu, Walinagari Koto Dalam Selatan, Masywarah juga datang menyambangi warga di daerahnya itu yang sedang sakit. Saat itu ia juga datang bersamaan dengan Anggota DPRD Padang Pariaman, Alfa Edison, Tokoh Masyarakat Herman Zein, Petugas Puskesmas dan perangkat Nagari.

"Warga kita ini lama merantau, dan Kartu Keluarganya juga sudah dipindahkan ke Pekan Baru. Tetapi orang tua dari Juni ini masih berada dikampung," kata Masywarah.

Ia juga mengatakan akan berupaya mencarikan jalan keluar dari masalah yang tengah dihadapi oleh masyarakatnya itu. Diantanya solusi mencari jalan untuk mengaktifkan lagi BPJS yang bersangkutan sehingga bisa dilakukan penagangan kesehatan oleh pihak rumah sakit.

"Salah satu kendalanya saat ini biaya, dimana BPJS ini sudah lama tidak dibayarkan," katanya.

Dalam kesempatan itu, masyarakat yang datang melihat kondisi Juni juga meninggalkan bantuan berupa uang untuk bisa meringankan beban dari keluarga itu. Begita juga dengan pembaca yang ingin membatu bisa menghubungi Dahnil Aprianto (081351411952). (*)

Reporter : Yuhendra /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]