Bank Nagari Cabang Utama Restrukturisasi Kredit Nasabah yang Terdampak Covid-19


Kamis, 14 Mei 2020 - 17:22:32 WIB
Bank Nagari Cabang Utama Restrukturisasi Kredit Nasabah yang Terdampak Covid-19 Ruang pelayanan nasabah di bagian customer service Bank Nagari Cabang Utama, Rabu (13/5).  ATVIARNI

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Bank Nagari Cabang Utama terus menunjukkan kepeduliannya terhadap para nasabahnya, terutama di masa pandemi wabah covid-19 saat ini.

“Banyak nasabah yang mengeluh tentang kredit yang harus mereka bayarkan angsurannya, saat mereka mengalami kesulitan ekonomi akibat terdampak covid-19. Banyak usaha yang tak jalan, terutama untuk nasabah KUR,” kata Pemimpin Bank Nagari Cabang Utama Irwan Zuldani kepada wartawan, di ruang kerjanya kemarin.

Justru itu, Bank Nagari, menurut Irwan Zuldani memberikan kebijakan restrukturisasi kredit bagi para nasabahnya yang terdampak ekonomi akibat covid-19 tersebut. Melalui restrukturisasi kredit, diharapkan mampu meringankan beban para nasabah di tengah himpitan ekonomi akibat serangan wabah mematikan itu.

Pandemi corona memang telah membuat pukulan telak terhadap ekonomi masyarakat, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mayoritas menjadi debitur Bank Nagari. Dengan segala macam pembatasan aktivitas, otomatis membuat roda perekonomian tersendat. Kondisi ini jelas membuat daya beli masyarakat menurun lantaran kemampuan keuangan yang juga menurun.

“Bank Nagari memberikan program restrukturisasi kredit bagi nasabahnya. Fasilitas keringanan ini bisa membantu nasabah yang terlilit kesulitan keuangan akibat pandemi global ini,” kata Irwan Zuldani di ruang kerjanya, Rabu (13/05).

Pada bulan April 2020 lalu, Cabang Utama menurut Irwan merekstrukturisasi kredit nasabah sebesar Rp115 miliar. Sedangkan bulan Mei ini, sudah mencapai angka Rp75 miliar. “Semakin lama wabah covid, semakin besar peluang kredit untuk direstrukturisasi. Sebab sektor formal dan informal tidak bergerak secara maksimal,” kata Irwan.

Diakuinya, sebagai dampaknya, tentunya pendapatan bunga bank akan turun akibat adanya restrukturisasi kredit. Bahkan diperkirakan target yang telah ditetapkan tidak akan tercapai sesuai dengan yang diharapkan. “Dampak ekonomi dari wabah corona memang sangat besar terhadap perbankan. Namun, tidak sampai berdampak negatif,” ulasnya.

Kebijakan restrukturisasi kredit ini sesuai dengan kebijakan relaksasi OJK untuk tetap mendorong roda ekonomi di tengah pelemahan ekonomi dampak penyebaran Covid-19. Hal itu tertuang dalam POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical dan surat edaran OJK kepada Perusahaan Pembiayaan pada awal April lalu.

Kebijakan OJK itu kata dia meminta bank atau perusahaan pembiayaan untuk memberikan relaksasi atau keringanan pembayaran kredit bank atau pinjaman leasing bagi debitur atau peminjam yang usaha dan pekerjaannya terdampak langsung atau tidak langsung pandemi Covid-19 ini. “Keringanan pembayarannya bisa dengan penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu cicilan, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/leasing dan konversi kredit,” ujarnya.

Untuk menentukan kebijakan tersebut, pihak Bank Nagari melakukan penilaian dan analisa terhadap para debitur, untuk memberikan kebijakan restrukturisasi tersebut. Ia menambahkan, dalam aturan OJK tersebut dijelaskan bahwa yang mendapat keringanan utamanya adalah dunia usaha dan UMKM yang terdampak langsung akibat Covid-19 ini. “Kondisi ini berbeda dengan PNS, TNI dan Polri yang masih menerima penghasilan bulanan dari gaji dan honor lainnya,” kata Irwan. (*)

Reporter : Atviarni /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]