WHO Sebut Corona Mungkin Tak Hilang


Kamis, 14 Mei 2020 - 18:13:40 WIB
WHO Sebut Corona Mungkin Tak Hilang Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut ada kemungkinan virus Corona (COVID-19) tidak akan pernah hilang. Sementara itu, Kepala Kepolisian Manila, Debold Sinas, dijerat pidana karena kedapatan menggelar pesta ulang tahun saat lockdown berlangsung.

WHO dalam pernyataan terbaru memperingatkan bahwa pelonggaran pembatasan yang kini dilakukan beberapa negara, tidak akan menjamin negara-negara itu bebas dari gelombang kedua virus Corona. Disebutkan juga oleh WHO bahwa virus Corona mungkin akan menjadi endemi di tengah masyarakat dan tidak akan pernah hilang. Manusia harus membiasakan diri untuk hidup bersama virus ini.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Manila, Debold Sinas, menuai kontroversi dan kecaman karena kedapatan menggelar pesta ulang tahun yang dihadiri banyak anak buahnya di tengah lockdown. Para pengkritik menyebut ada standar ganda terhadap Sinas dan jajaran kepolisian.

Pemerintah Filipina pun menyelidiki Sinas dan jajarannya. Sinas dilaporkan akan dijerat dakwaan pidana terkait kasus tersebut, setelah pihak Kepolisian Nasional Filipina mendapat izin dari kantor Presiden Filipina.

Berikut berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom pada hari ini, Kamis (14/5/2020):

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa virus Corona (COVID-19) mungkin tidak akan pernah hilang dan penduduk Bumi harus belajar untuk hidup dengannya. WHO kembali memperingatkan bahwa tidak ada jaminan pelonggaran pembatasan tidak akan membendung gelombang kedua virus Corona.

Seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (14/5/2020), sejumlah negara mulai melonggarkan pembatasan lockdown yang diberlakukan untuk membatasi penyebaran luas virus Corona. WHO menyatakan bahwa virus Corona mungkin tidak akan pernah hilang seluruhnya.

"Kita mendapati virus baru masuk ke populasi manusia untuk pertama kali dan oleh karena itu, sangat sulit untuk memprediksi kapan kita akan mengatasinya," ucap Direktur Darurat WHO, Michael Ryan, dalam konferensi pers virtual dari Jenewa, Swiss.

"Virus ini mungkin menjadi virus endemi lainnya di dalam masyarakat dan virus ini mungkin tidak akan pernah hilang," cetusnya.

Jumlah pasien virus Corona (COVID-19) yang dipulangkan dari rumah sakit dalam sehari di Singapura melebihi jumlah kasus baru. Total 958 pasien virus Corona dipulangkan dari rumah sakit dan fasilitas perawatan sepanjang Rabu (13/5) waktu setempat, setelah dinyatakan sembuh.

Seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (14/5/2020), angka 958 pasien virus Corona dipulangkan dari rumah sakit dan fasilitas perawatan dalam sehari mencetak rekor tertinggi harian di Singapura.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) melaporkan bahwa total 4.809 pasien virus Corona dinyatakan sembuh sepenuhnya dan telah dipulangkan dari rumah sakit maupun fasilitas perawatan.

Dalam laporannya pada Rabu (13/5) waktu setempat, MOH mengumumkan 675 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, total kasus virus Corona di Singapura kini mencapai 25.346 kasus.

Seorang wanita hamil di India nekat berjalan kaki untuk pulang kampung di tengah lockdown untuk membatasi penyebaran virus Corona (COVID-19). Di tengah perjalanan, wanita ini melahirkan bayinya dan langsung lanjut berjalan kaki sejauh 160 kilometer bersama bayi yang baru dilahirkannya itu.

Seperti dilansir CNN, Kamis (14/5/2020), wanita yang identitasnya tidak diketahui ini, dilaporkan berjalan kaki bersama suami dan empat anak mereka dari kota Nashik di Maharashtra menuju ke kota Satna di Madhya Pradesh.

Di tengah perjalanan, wanita ini berhenti sejenak dan melahirkan seorang bayi perempuan. Beberapa hari kemudian, dia dihentikan seorang petugas yang berjaga di pos pemeriksaan di Madhya Pradesh.

"Dia hanya beristirahat selama 1,5 jam hingga 2 jam setelah melahirkan. Keluarga itu tidak punya uang, tidak punya sarana transportasi, tidak ada yang memberi mereka tumpangan," tutur petugas bernama Kavita Kanesh itu kepada CNN.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperdalam keretakan hubungannya dengan penasihat medis terkemuka AS, Anthony Fauci. Soalnya, Trump berbeda pendapat dengan Fauci soal pelonggaran pembatasan sosial.

Seperti dilansir AFP, Kamis (14/5/2020) masalah apakah siswa harus kembali ke sekolah dan universitas pada bulan September muncul sebagai titik panas dalam perselisihan antara Gedung Putih dan para ahli medis, soal seberapa cepat untuk membuka kembali negara itu.

Trump mengatakan ia menganggap seruan terbaru Fauci soal pembukaan kembali yang harus sangat hati-hati sebagai hal yang "tidak dapat diterima."

"Kita membuka negara kita, orang-orang menginginkannya terbuka, sekolah-sekolah akan dibuka," kata Trump di Gedung Putih, Rabu (13/5).

Fauci, seorang ahli yang dihormati secara internasional dalam bidang penyakit menular dan penasihat utama Trump selama pandemi, memberikan keterangan untuk Kongres AS pada Selasa (12/5) bahwa mengakhiri penutupan terlalu cepat dapat membawa konsekuensi "sangat serius".

Kepala Kepolisian Manila, Mayor Jenderal Debold Sinas, akan dijerat dakwaan pidana setelah kedapatan menggelar pesta ulang tahun di tengah lockdown virus Corona (COVID-19) yang melarang perkumpulan massal. Sinas telah meminta maaf atas kontroversi yang ditimbulkannya di tengah masyarakat.

Seperti dilansir Reuters dan media lokal Filipina, Inquirer.net, Kamis (14/5/2020), Sinas telah meminta maaf karena 'memicu kecemasan di tengah publik'. Namun insiden ini telah diselidiki oleh pemerintah Filipina, juga oleh Kepala Kepolisian Nasional Filipina dan Kementerian Kehakiman.

Juru bicara Istana Kepresidenan Filipina atau Malacanang, Harry Roque, menyatakan dakwaan pidana telah dipersiapkan untuk dijeratkan terhadap Sinas dan para pejabat senior kepolisian yang menghadiri pesta ulang tahun saat lockdown, pekan lalu. Delik yang dijeratkan kepada Sinas baru akan diumumkan Jumat (15/5) besok.

"Berdasarkan percakapan terakhir saya dengan Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Jenderal Archie Gamboa, kasus pidana kini tengah dipersiapkan untuk diajukan besok terhadap Kepala NCRPO, Debold Sinas, bersama para pejabat senior kepolisian lainnya yang menghadiri acara itu," tegas Roque. (*)

 Sumber : detik.com/CNN Indonesia /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 04 Juni 2020 - 19:39:42 WIB

    WHO Tegaskan Virus Covid-19 Tak Bermutasi Jadi Lebih Berbahaya

    WHO Tegaskan Virus Covid-19 Tak Bermutasi Jadi Lebih Berbahaya HARIANHALUAN.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menekankan, virus corona tidak akan bermutasi menjadi lebih berbahaya seperti yang dikhawatirkan sejumlah kalangan..
  • Rabu, 03 Juni 2020 - 12:34:54 WIB

    WHO Mulai Panik China Tak Terbuka soal Covid-19

    WHO Mulai Panik China Tak Terbuka soal Covid-19 HARIANHALUAN.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara terbuka memuji Cina atas respons cepat terhadap virus korona jenis baru pada Januari. Namun di balik layar, WHO cukup dibuat frustrasi oleh negara itu karena tidak m.
  • Sabtu, 30 Mei 2020 - 18:50:30 WIB

    Trump Perintahkan Amerika Keluar dari WHO

    Trump Perintahkan Amerika Keluar dari WHO HARIANHALUAN.COM - Amerika memutuskan untuk keluar dari keanggotaan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. Keputusan tersebut diambil oleh Presiden Donald Trump pada hari Jumat kemarin waktu Amerika. Trump, dalam pengumumannya, men.
  • Sabtu, 30 Mei 2020 - 07:34:46 WIB

    Trump Umumkan AS Putus Hubungan dengan WHO

    Trump Umumkan AS Putus Hubungan dengan WHO HARIANHALUAN.COM - Perseteruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memuncak. Kini, Trump mengumumkan bahwa dirinya memutus hubungan AS dengan badan kesehatan PBB itu, yang disebutnya .
  • Jumat, 29 Mei 2020 - 15:15:09 WIB

    110 Negara Desak WHO Investigasi Asal-Usul Virus Corona

    110 Negara Desak WHO Investigasi Asal-Usul Virus Corona HARIANHALUAN.COM - Lebih dari 110 negara telah menyatakan dukungannya untuk penyelidikan independen terhadap respons global pandemi virus Corona..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]