Bisnis Money Changer di Padang Anjlok Hingga 90 Persen


Kamis, 14 Mei 2020 - 21:46:37 WIB
Bisnis Money Changer di Padang Anjlok Hingga 90 Persen Fauzia

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sejak Pandemi Covid-19 dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat. Kota Bingkuang ini, tak lagi ramai dikunjungi wisatawan. Imbasnya, semua bisnis pariwisata di Sumbar menjadi lumpuh, termasuk usaha penukaran valuta asing (money changer).

Tak terkecuali Uda CS Holiday, bisnis yang bergerak di bidang tour and travel serta money changer. Manager Uda CS Holiday, Fauziah Susanti mengatakan, terkhusus bulan Mei ini, money changer turun drastis hingga angka 90 persen.

"Bulan Maret dan April pemasukan kantor kita masih normal, palingan April kemaren turun 25 persen, itu masih wajar, yang tidak wajar di bulan Mei ini,turunnya drastis sekali," kata Fauziah, Kamis (13/5/2020).

Lanjut Fauziah, untuk usaha tour and travel, sama sekali tidak ada pemasukan karena tidak jalannya angkutan pesawat. Nasib yang sama juga terjadi pada money changer, satu hari, biasanya hanya melayani satu atau dua konsumen, paling banyak lima konsumen.

Selain di Padang, Uda CS Holiday juga memiliki cabang di Jakarta, hal yang sama juga dirasakan disana, di bulan Mei sama-sama turun drastis. "Maret April masih bisa dikatakan dibatas wajar, bulan Mei ini benar-benar anjlok," katanya.

Perputaran uang di money changer benar-benar tidak ada, karena beberapa orang hanya menjual, tidak ada yang membeli valas, sementara harga valas kurs berubah-ubah setiap hari. "Mirisnya, kita sudah stok banyak modal valas ketika kurs masih tinggi-tingginya kemaren, namun sekarang kurs sudah turun, disitu kita susahnya karena pembeli tidak ada," katanya.

Untuk mengantisipasi kurs yang turun, sekarang, Uda CS Holiday tidak melayani pembelian ringgit, dengan alasan ringgit lemparannya susah. Beberapa money changer yang lain membeli ringgit tidak sesuai dengan pasaran, akibatnya sulit menyesuaikan harga kurs dengan harga kurs yang sebenarnya.

"Karena kita mengingat kurs ini akan bertahan lama, makanya kita tidak bisa ambil dalam kurs yang tinggi lagi,"ujar Fauziah.

Lanjut Fauziyah, tidak hanya Uda CS Holiday, beberapa tempat money changer yang lain juga berdampak terhadap pandemi Corona. Money changer di Kota Padang yang memiliki beberapa cabang, sekarang hanya membuka satu tempat saja dan selebihnya tutup. 

Selain pembeli sepi, rupiah juga menipis untuk menampung valas. Pada hari biasa, masih ada kegiatan jual dan beli, namun sekarang semuanya hanya transaksi beli, jadi tidak ada pemasukan. Sementara kurs terus menurun, akibatnya harga modal menjadi tinggi. "Jadi kita mau jual berapa jadinya besok kalau keadaan seperti ini, itu yang sebenarnya ditakutkan,"tutup Fauziah. (*)
 

Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]