Diisukan Meninggal, Kim Jong Un Utak-atik Posisi Bos Intelijen


Jumat, 15 Mei 2020 - 18:10:22 WIB
Diisukan Meninggal, Kim Jong Un Utak-atik Posisi Bos Intelijen Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) bersama Choe Ryong Hae, wakil ketua komite pusat Partai Pekerja, tiba untuk pembukaan resmi daerah perumahan Ryomyong. (AP Photo/Wong Maye-E)

KORUT, HARIANHALUAN.COM -- Korea Utara diyakini telah mengganti kepala badan intelijen utama negara itu (BIN) dan komandan Pengawal Tertinggi, yang bertugas melindungi Pemimpin Negara Kim Jong-un dan keluarganya.

"Letjen Rim Kwang-il dipromosikan sebagai direktur Reconnaissance General Bureau (RGB), menggantikan Jang Kil-song Desember lalu," menurut Kementerian Unifikasi Seoul dalam acara publikasi tahunan tokoh-tokoh kunci negara itu, dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (15/5/2020).

RGB Korea Utara yang diinisiasi pada tahun 2009, diketahui sebagai pihak yang berada di belakang beberapa serangan paling terkenal, spionase, operasi klandestin, dan perang cyber yang dilakukan rezim terhadap berbagai negara termasuk Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat (AS).

Rim juga ditunjuk sebagai anggota Komisi Militer Pusat dari Partai Buruh yang berkuasa pada bulan Desember, tambahnya. Itu berarti Rim telah memperoleh kenaikan pangkat dalam partai.

Selain Rim, ada juga Kwak Chang-sik diyakini telah ditunjuk sebagai komandan Pengawal Tertinggi baru pada April lalu. Kwak menggantikan Jenderal Angkatan Darat oktogen Yun Yun-rin, yang telah bertugas melindungi Kim sejak 2010.

Sayangnya tidak banyak informasi mengenai latar belakang Kwak. Dia hanya diketahui diangkat sebagai anggota komite pusat partai yang berkuasa pada Desember lalu.

Alasan penggantian keduanya juga belum disebutkan, lapor Korea Herald.

Termasuk Rim dan Kwak, ada 23 pejabat militer, partai dan pemerintah yang secara keseluruhan telah menempati posisi baru.

Penambahan pejabat baru dan perombakan kepemimpinan terbaru itu diyakini mengindikasikan pergantian generasi rezim. Itu juga dipercaya menegaskan cengkeraman Kim yang semakin kuat karena menempatkan pembantu-pembantu utamanya ke jabatan-jabatan utama, menurut kementerian tersebut.

"Tahun lalu, 80% anggota politbiro diganti dan sembilan dari 11 anggota, atau 82%, dari Komisi Urusan Negara (SAC) dirombak," kata seorang pejabat kementerian yang tidak disebutkan namanya. SAC adalah badan pembuat keputusan tertinggi negara komunis itu.

"Ini menunjukkan pergeseran generasi dan (Kim) fokus pada perombakan personel berbasis kinerja. Dapat dilihat bahwa Kim juga memiliki kekuatan konsolidasi di negara tersebut."

Sementara itu, kementerian mengatakan tidak dapat mengkonfirmasi posisi adik perempuan Kim, Kim Yo-jong, yang baru-baru ini digembar-gemborkan bakal menjadi pengganti Kim saat pemimpin Korut itu diisukan menghilang hingga meninggal dunia.

"Dia bisa menjadi bagian dari Departemen Organisasi dan Bimbingan, Departemen Propaganda dan Agitasi atau jabatan yang belum diketahui," kata pejabat kementerian itu.

Sebagaimana diketahui, pada pertengahan April lalu dunia dihebohkan oleh kabar menghilangnya Kim Jong Un. Kabar itu ramai diperbincangkan setelah Kim tidak menghadiri acara peringatan penting untuk mendiang ayah dan kakeknya pada 15 April. Ia terlihat di depan publik terakhir kali pada 11 April.

Pada saat Kim menghilang, berbagai spekulasi bermunculan mengenai kesehatannya. Ada yang menyebut Kim menghilang karena baru menjalani operasi jantung dan dalam keadaan kritis karena operasinya gagal, hingga ada yang mengatakan dirinya telah meninggal dunia.

Namun, Kim kembali membuat kehebohan pada 1 Mei, dengan muncul meresmikan sebuah pabrik pupuk di tengah kabar miring seputar kesehatannya. Media Korea Utara ramai-ramai menampilkan foto-foto dan video Kim yang memotong pita pada upacara pembukaan pabrik itu. (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]