Taubatan Nasuha  ''Menghancurkan Belenggu Kesyirikan''


Sabtu, 16 Mei 2020 - 12:02:45 WIB
Taubatan Nasuha  ''Menghancurkan Belenggu Kesyirikan'' Afri Yendra, S.H., M.H

HARIANHALUAN.COM - "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat sebenar-benarnya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai". (QS. At-Tahrim : 8)

 

Oleh: Afri Yendra, S.H., M.H
(Widyaiswara PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi)

 

Upaya Me-rekontruksi (mengembalikan) fitrah hati dapat dilakukan beberapa langkah diantaranya adalah menghancurkan belenggu kesyirikan dengan Taubatan Nasuha. Sesungguhnya semua dosa-dosa harus kita bertobat, dosa yang paling besar  adalah dosa syirik. Kalau dosa yang besar telah kita jenyahkan atau jauhkan  dari hidup kita maka dosa yang kecil akan dihapuskan oleh Allah SWT.seperti FirmanNya “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An-Nisa: 31).

Empat Belenggu Hati Manusia

Langkah Taubat Nasuha untuk menghancurkan belenggu kesyirikan  sangat efektif dalam upaya merekontruksi hati, karena dosa dosa akan membuat bintik hitam dihati, dosa syirik adalah dosa besar sehingga bintik hitam sangat amat besar dan menutupi hatinya sehingga hantinya tak lagi mampu mendengarkan suara kebenaran apalagi mensuarakan kebenaran inilah yang disebut dengan hati yang mati (qolbun Mayit).

Hati yang terbelenggu membuat hati tidak bisa merdeka dia terkekang oleh kebelengguannya, disamping belenggu kesyirikan sebagai belenggu terkaut dan terbesar, juga  ada beberapa belenggu belenggu jiwa yaitu :
Pertama, belenggu nafsu. Ketika  iman dan rohani kita kalah oleh nafsu, maka akan menjadi budak nafsu. Di kala nafsu sudah menjadi lokomotif dalam menjalani hidup, maka kerusakanlah yang ditimbulkan. Apabila kerusakan yang terus dilakukannya maka akan menimbulkan bencana besar dan menjadikan posisi dirinya lebih rendah dari binatang.

Kedua, belenggu akhlaq tercela (madzmumah). Orang tercela akhlaknya seperti orang yang tidak diharapkan kehadirannya. Keberadaanya hanya menjadi kesengsaraan bagi orang lain. Mengapa demikian, karena kesenangannya adalah kesengsaraan orang lain. Ciri orang seperti ini biasa diibaratkan sampah masyarakat. Kalau sebuah bangsa tidak memiliki akhlaq maka bangsa itu akan segera lenyap.

Ketiga, belenggu hedonisme, liberalisme, materialisme. Budaya inilah yang menjadikan kita terjajah meskipun secara fisik kita telah merdeka. Budaya sesat yang ditinggalkan para penjajah ini jauh lebih dahsyat dari sekedar penjajahan fisik. Budaya materialisme, hedonisme menodai pikiran dan hati, tak hanya menodai dan menciderai fisik. Dikutip dari dakwatuna.merdeka-ketika-bebas-belenggu.

Kesyirikan Belenggu Terbesar.

Kesyiriksan adalah pembelenggu terkuat dan terbesar dalam hati manusia karena menyamakan antara selain Allah dengan Allah ta’ala dalam perkara yang termasuk kategori kekhususan yang hanya dimiliki oleh Allah ta’ala. Padahal Dia-Nya yang Maha segala-galanya.

Pengertian syirik adalah  penyekutuan Allah dengan yang lain, misalnya pengakuan kemampuan ilmu daripada kemampuan dan kekuatan Allah, pengabdian selain kepada Allah Taala dengan menyembah patung, tempat keramat, dan kuburan, dan kepercayaan terhadap keampuhan peninggalan nenek moyang yang diyakini akan menentukan dan mempengaruhi jalan kehidupan. (dikutip dari  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)). Mensyirikkan adalah mensyirikan adalah menduakan Allah (menganggap Allah lebih dari satu dengan menyembah tempat keramat dan sebagainya); menyekutukan Allah.

Belenggu kesyirikan tak ayal membuat orang tidak merdeka dalam berfikir dan bertindak secara normal, dalam semua lini, syetan telah masuk dalam jiwanya maka segala aktivitasnya tidak lagi normal. Seseorang pejabat kalau terbelenggu hatinya maka ia akan mencari dukun untuk mendapatkan dan mempertahankan jabatannya, seoarng gadis akan mencari jalan lain untuk mempercantik dirinya melalui hal-hal diluar nalar akal sehat, orang sakit juga demikian dia cari jalan aneh pengobatannya. Pokoknya segala aktivitasnya tidak lagi normal jauh meninggalkan nilai-nilai kebenaran.
Jenis-jenis Syirik.

Pertama : Syirik Besar. Syirik besar merupakan perbuatan syirik yang bisa mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menjadikannya kekal di dalam Neraka, jika ia meninggal dunia dan belum bertaubat kepada Allah.
Perbuatan syirik besar adalah memalingkan sesuatu bentuk ibadah kepada selain Allah, seperti berdo’a kepada selain Allah atau mendekatkan diri kepadanya dengan penyembelihan kurban atau nadzar untuk selain Allah, baik untuk kuburan, jin atau syaitan, atau mengharap sesuatu selain Allah, yang tidak kuasa memberikan manfaat maupun mudharat.

Bentuk-bentuk syirik besar adalah Syirik Do’a merupakan perbuatan syirik yang selain dia berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, ia juga berdo’a kepada selainNya. Syirik Niat  merupakan syirik yang keinginan dan tujuan suatu ibadah untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Syirik Ketaatan adalah mentaati kepada selain Allah dalam hal maksiyat kepada Allah. Syirik Mahabbah kecintaan yakni perbuatan syirik yang menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal kecintaan.

Kedua Syirik Kecil, Syirik kecil tidak menjadikan pelakunya keluar dari agama Islam, tetapi ia mengurangi tauhid dan merupakan wasilah (perantara) kepada syirik besar.

Bentuk Syirik Kecil adalah  Syirik Zhahir (Nyata) Syirik zhahir adalah syirik kecil yang dalam bentuk ucapan dan perbuatan. Dalam bentuk ucapan misalnya, bersumpah dengan nama selain Allah. Rasulullah S.A.W bersabda : “Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat kufur atau syirik.” HR. At-Tirmidzi (No.1535), Al-Hakim (I/18, IV/297), Ahmad (II/34, 69, 86) dari Abdullah bin Umar r.a. Syirik Khafi Syirik Khafi (Tersembunyi), yaitu syirik dalam hal keinginan dan niat, seperti riya’ (ingin dipuji orang) dan sum’ah (ingin didengar orang) dan lainnya. Rasulullah S.A.W bersabda : “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil. “Mereka (para sahabat) bertanya: “Apakah syirik kecil itu, ya Rasulullah?” .Dia S.A.W menjawab: “Yaitu riya'” HR. Ahmad (V/428-429) dari sahabat Mahmud bin Labid r.a.

Dampak Syirik

Dampak syirik terutama Syirik besar adalah perbuatan Zhalim “Sesungguhnya menyekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar” (QS. Luqman: 13) yang Dosanya tidak diampuni Allah,“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar” (QS. An-Nisa: 48). ) Tempatnya di Nereka seperti disebutkan firman Allah  “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan Surga kepadanya, dan tempatnya ialah Neraka, Tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun” (QS. Al-Maidah: 72) dan menghapus semua amal perbuatannya “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” QS. Al-An’am: 88. Na’uzubillah.

TAUBATAN NASUHA.

Syirik kecil dapat dihilangkan dengan Taubatan Nasuha.
Taubat adalah kembalinya seseorang dari perilaku dosa ke perilaku yang baik yang dianjurkan Allah. Taubat nasuha adalah taubat yang dilakukan dengan Betul-betul di atas dosa-dosa besar yang pernah dilakukan di masa lalu. Taubat nasuha ini adalah jalan terbaik yang ditunjukkan oleh Allah SWT sebagai cara agar hamba-Nya berusaha untuk memperbaiki diri atas dosa, maksiat, dan kesalahan yang telah mereka lakukan pada masa yang lalu.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam taubatan Nasuha adalah Me-Muhasabah Diri/Mengevaluasi, mengakui kesesalah, memperbaiki kesalahan dan memohon Ampun kepada Allah. (bersambung)

 Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 17 Mei 2020 - 09:18:37 WIB

    Taubatan Nasuha 'Menghancurkan Belenggu Kesyirikan'

    Taubatan Nasuha 'Menghancurkan Belenggu Kesyirikan' Kesyiriksan adalah pembelenggu terkuat dan terbesar dalam hati manusia karena menyamakan antara selain Allah dengan Allah ta’ala dalam perkara yang termasuk kategori kekhususan yang hanya dimiliki oleh Allah ta’ala. Padah.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]