Ini Dia, Pulau Pribadi Tempat Orang Kaya Ngumpet dari Corona


Sabtu, 16 Mei 2020 - 22:28:38 WIB
Ini Dia, Pulau Pribadi Tempat Orang Kaya Ngumpet dari Corona Ilustrasi pulau pribadi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Bagi orang kaya, selamat dari virus Corona itu mudah. Mereka tinggal menyewa atau bahkan membeli pulau pribadi dan mengisolasi diri di sana. Ada? Banyak...

CEO Private Islands Chris Krolow, sebuah perusahaan persewaan dan jual beli pulau yang berbasis di Kanada mengatakan, di saat bisnis pariwisata lesu dihantam pandemi Corona, bisnis jual beli dan persewaan pulau miliknya justru mengalami peningkatan.

Bayangkan saja, setiap harinya Chris menerima 150 permintaan akan pulau, entah itu sewa atau pun beli. Dibandingkan sebelumnya yang hanya 100 permintaan sebelum ada krisis Corona.

Orang-orang tajir melintir dari Amerika Serikat dan juga Kanada sekarang sedang banyak mengincar pulau-pulau di kawasan Karibia dan Amerika Tengah untuk mengisolasi diri dari Corona.

"Mereka ingin tempat yang mudah diakses, dan jauh dari kawasan Asia atau Pasifik," kata Chris seperti dikutip dari CNN, Sabtu (16/5/2020).


Salah satu pulau yang disewakan oleh perusahaan Chris adalah Gladden, yang terletak di Belize. Gladden adalah pulau kecil yang cantik dan populer di kalangan orang-orang kaya. Di sana ada resort mewah yang cukup untuk 4 orang tamu.

Harga sewanya cukup fantastis. Jangan kaget ya, kalau harga sewa pulau seluas 0,4 hektar ini per malamnya sekitar USD 3.695 (setara Rp 55 juta) untuk 2 orang.

"Kami ada permintaan di bulan Maret dan April, tapi perbatasan sudah ditutup dan tidak ada traveler dari luar negeri yang bisa masuk," imbuh Chris.

Ada Juga yang Beli

Tak cuma sewa, orang kaya dari berbagai penjuru dunia ada juga yang membeli pulau pribadi di saat-saat seperti ini. Harga jual pulau pribadi ini mulai dari USD 50 ribu (setara Rp 745 juta) hingga ada yang seharga USD 150 juta (setara Rp 2,2 triliun), tergantung luas dan fasilitas.

Tapi menurut Chris, membeli pulau pribadi akan jauh lebih mahal dari menyewanya. Ditambah lagi, membeli pulau pribadi justru akan bikin tambah pusing.

"Jika kamu ingin membangun sebuah pulau, kamu harus berurusan dengan birokrasi dari pemerintah setempat untuk mendapat izin. Jika sudah, prosesnya tidak jauh berbeda dari membeli rumah. Kamu tanda tangan kontrak dan pulau itu jadi milikmu," kata Chris.

Meski jauh lebih mahal dan rumit dari menyewa pulau, peminat pulau pribadi justru meningkat di era Corona seperti sekarang. Nick Damianos, broker dari Damaianos Sotheby's International Realty mengatakan permintaan pulau yang masuk lewat perusahaannya justru naik.

Dari semula 12-15 pulau dalam sebulan jadi lebih dari 30 pulau sebulan, meningkat 2 kali lipat dari semula sejak era COVID-19. Traffic situs penjualan mereka juga meningkat tajam dari biasanya. Kebanyakan dari mereka melihat-lihat stok pulau yang ada, "Virtual Showing," kata Damianos.

Damianos bilang, ada 20 pulau pribadi yang sedang dijual di Bahama sekarang. Salah satu contohnya adalah Pulau Exuma Cays seharga US$ 29 juta (setara Rp 432 miliar). Di pulau seluas 18 hektar itu ada 4 rumah, dengan total 8 kamar, 3 staf housekeeping dan dermaga pribadi sepanjang 200 meter.

"Sudah seperti hotel, semuanya yang kamu butuhkan ada di dalam. Kamu bisa pindah cuma tinggal bawa koper saja," ucap Damianos.

Privasi adalah Kemewahan Tersendiri

Bagi orang yang punya uang sangat banyak, apa sih yang mereka incar dari sebuah pulau pribadi? Jawabannya hanya ada satu: Privasi.

Ya, bagi orang dengan kekayaan yang sangat melimpah, privasi adalah sebuah kemewahan tersendiri. Sudah bukan rahasia umum lagi, bahwa kehidupan orang-orang tajir ini selalu diincar oleh publik dan dijadikan konsumsi mereka.

Membeli sebuah pulau pribadi adalah sebuah cara bagi mereka untuk sedikit menikmati privasi yang selama ini jadi barang mewah bagi kaum jetset.

"Umumnya, orang-orang ini ingin menjauh dari orang lain, kecuali keluarga dan teman-teman terdekat mereka. Sebuah pulau pribadi adalah pilihan yang tepat untuk melakukan itu. Apalagi kita ramalkan, social distancing akan berlangsung jauh lebih lama daripada penutupan perbatasan," ungkap Misty Belles, Kepala Public Relation Virtuoso, sebuah perusahaan travel mewah yang melayani klien kelas kakap.

"Klien kami memberi tahu, bahwa mereka ingin merasa aman dan nyaman, serta bisa pergi untuk bertemu dengan keluarga dan teman. Maka sebuah pulau pribadi adalah hal yang pertama kali terpikirkan," imbuh Jack Ezon, Founder Embark Beyond Travel yang berbasis di New York.

Sudah banyak selebritis dan pesohor dunia yang membeli pulau pribadi untuk ditinggali, bahkan disewakan kembali. Contohnya pesulap terkenal David Copperfield yang punya pulau di Bahama bernama Musha Cay.


Atau sebuah pulau pribadi bergaya Bali milik pengusaha ternama Richard Branson. Pulau bernama Necker Island ini memiliki villa mewah 11 kamar dengan nuansa Bali yang kental. Konon, Richard Branson memang menyukai Bali dan ingin villanya didesain dengan nuansa dan suasana Bali.

Jadi, bagi orang tajir melintir membeli pulau pribadi bukanlah sekadar gaya-gayaan saja. Ada kalanya mereka juga ingin berkumpul dengan keluarga tanpa ada gangguan dari jepretan paparazzi atau buruan penggemarnya yang meminta foto dan tanda tangan.

Apalagi di era Corona seperti sekarang, pastinya mereka juga ingin berkumpul dengan aman dan nyaman bersama keluarga tanpa takut tertular oleh virus Corona. (*)
 

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]