Jangan Takut! OTG Virus Corona di Sumbar Tidak Ada yang Meninggal


Sabtu, 16 Mei 2020 - 22:55:35 WIB
Jangan Takut! OTG Virus Corona di Sumbar Tidak Ada yang Meninggal Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Berbicara mengenai virus Corona atau Covid-19, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kematian, masalah utama Covid-19 adalah tentang penyebaran, jika penyebaran tidak terkontrol maka kematian akan muncul.

Pemahaman mengenai kasus Corona, di Sumbar, kasus OTG tidak ada yang meninggal, kematian di Sumbar menurun disebabkan karena kasus OTGnya meningkat, pemahaman ini masih rancu di kalangan masyarakat. Seperti contoh di Kota Padang, hampir 68 orang meninggal berasal dari kasus PDP, 19 kasus di antaranya adalah pasien Covid, kebanyakan kasus yang meninggal adalah PDP.

"Kalau kasus pasien OTG tidak ada masalah sama sekali, kalau PDP yang tinggi baru terjadi masalah karena banyak ekor PDP di belakangnya," kata  Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Andani Eka Putra.

Andani mencontohkan satu kasus positif di Padang Panjang yang kemudian menyebar ke sejumlah tenaga kesehatan. Andani menjelaskan semua petugas yang terpapar termasuk gejala Covid ringan dan tanpa gejala.

"Artinya, tidak ada yang perlu ditakutkan, kalau petugas kesehatan sudah takut dengan Covid, saya tidak membayangkan apa yang terjadi, kenyataannya sekarang petugas saja takut apalagi masyarakat," katanya melalui Diskusi Online WAG kawan covid sumbar series 5, Jumat,(15/5/2020) malam.

Hal tersebut diakibatkan karena promosi kesehatan di Sumbar gagal, baik kepada tenaga kesehatan maupun masyarakat. "Saya pernah berdiskusi dengan wali nagari se Kabupaten Pesisir Selatan, saya sampaikan bahwa saat ini media informasi sangat kurang sekali," katanya.

Akibatnya, stigma jelek mengenai virus Corona akan terus berkembang kepada penderita, masalah ini akan menjadi persoalan yang serius. Cara menghilangkan stigma tersebut adalah dengan promosi kesehatan, itu kuncinya. Langkah yang dapat dilakukan dalam penanggulan yaitu melakukan tracing secara cepat agar riwayat kontak pasien dapat ditemukan secepatnya.

"Kemudian memberikan pemahaman kepada petugas perbatasan, termasuk wali nagari perbatasan, mereka harus tahu dan jangan sampai ada dari mereka juga ikut meloloskan," katanya.(*)

Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]