Ilmuwan: Kampret Ini Jadi Penyebab Awal Virus Corona Muncul


Ahad, 17 Mei 2020 - 06:05:20 WIB
Ilmuwan: Kampret Ini Jadi Penyebab Awal Virus Corona Muncul Foto: Kelelawar. (Ist)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kelelawar, sebagian dikenal dengan nama kampret, diklaim menjadi penyebab awal virus corona jenis baru atau COVID-19 muncul. Hal ini setidaknya dikatakan oleh China saat pertama kali virus ini menjadi epidemi di Wuhan, Provinsi Hubei.

Meski demikian, belum ada yang tahu jenis kelelawar apa yang menjadi inang pertama. Tapi, dari penelitian ahli virologi dan ilmuan China Shi Zhengli sepertinya hal tersebut perlahan terungkap.

Dalam laporan yang diterbitkan di situs Biorxiv.org dikutip dari CNCB Indonesia, Minggu (17/5/2020, ilmuwan yang jadi kepala peneliti penyakit menular di institut virologi Wuhan ini menulis bahwa kelelawar tapal kuda merupakan inang dari virus yang terkait Sars coronavirus (SARSr-CoVs).

Penelitian yang masih harud dikaji ini menulis bahwa kelelawar membawa banyak virus corona dengan tingkat keragaman genetik yang tinggi, terutama pada jumlah lonjakan protein yang menunjukkan bahwa mereka telah berevolusi dari waktu ke waktu untuk membantu penularannya.

"Semua protein kelelawar SARSr-CoV yang diuji memiliki afinitas pengikatan yang lebih tinggi pada ACE2 manusia daripada pada kelelawar ACE2, meskipun mereka menunjukkan afinitas pengikatan 10 kali lipat lebih rendah pada ACE2 manusia dibandingkan dengan rekan SARS-CoV mereka," katanya.

ACE2, atau angiotensin-converting enzyme 2, adalah protein yang menyediakan titik masuk bagi coronavirus untuk menghubungkan dan menginfeksi sel manusia, sedangkan lonjakan protein adalah bagian dari virus yang bisa mengikat ke sel manusia.

Penelitian laboratorium sebelumnya membangun hubungan genetik yang kuat antara virus corona yang menyebabkan Covid-19 dan satu ditemukan di kelelawar tapal kuda di Cina tenggara.

Shi telah menjadi subyek spekulasi yang intens atas pekerjaannya di institut, yang meliputi penemuan reservoir kelelawar alami untuk patogen Sars (sindrom pernafasan akut yang parah) yang menyebar melalui Cina selatan dari tahun 2002 hingga 2003.

Presiden AS, Donald Trump bulan lalu meyakini bahwa virus corona baru terkait dengan Institut Virologi Wuhan, bahkan setelah intelijen AS mengatakan bahwa bukan buatan manusia atau dimodifikasi secara genetis. Meski begitu, hal ini masih diteliti untuk menentukan apakah wabah dimulai dari hewan yang terinfeksi atau kecelakaan laboratorium.

Beberapa minggu sebelumnya Shi juga membantah patogen itu entah bagaimana bocor dari labnya.

"Saya menjamin dengan hidup saya bahwa virus tidak ada hubungannya dengan lab saya," katanya dalam sebuah postingan WeChat pada bulan Februari lalu.

Shi pun menepis desas-desus bahwa dia telah kabur atau membelot dari Cina bersama keluarganya dan membawa ratusan dokumen rahasia bersamanya.

"Tidak peduli betapa sulitnya hal itu, tidak akan ada pembelotan seperti yang dikatakan rumor yang berkembang," sambung dia. (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 06 Mei 2020 - 17:38:02 WIB

    Ilmuwan: Tak Perlu Khawatir, Kiamat Hari ke-15 Ramadan Itu Hoax

    Ilmuwan: Tak Perlu Khawatir, Kiamat Hari ke-15 Ramadan Itu Hoax JAKARTA, HARIANHALAUN.COM -- Ilmuwan Indonesia dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Abdul Rachman membantah hadis palsu yang membuat cemas masyarakat di Indonesia karena Asteroid raksasa bernama 2020 HB6 ya.
  • Sabtu, 28 Maret 2020 - 14:00:42 WIB

    Prediksi Ilmuwan: Puncak Corona RI Mei, Harus Berhenti 10 Juni 2020

    Prediksi Ilmuwan: Puncak Corona RI Mei, Harus Berhenti 10 Juni 2020 SOLO, HARIANHALUAN.COM – Ilmuwan matematika Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, memprediksi puncak infeksi virus Corona jenis baru (COVID-19) terjadi pada pertengahan Mei 2020. Namun akhir dari pandemi ini tergantung dar.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]