Pasukan Militer AS Khusus Luar Angkasa Resmi Dibentuk, untuk Lawan China?


Ahad, 17 Mei 2020 - 06:47:11 WIB
Pasukan Militer AS Khusus Luar Angkasa Resmi Dibentuk, untuk Lawan China? Ilustrasi Pasukan Khusus Luar Angkasa AS. Foto: Unplash

AS, HARIANHALUAN.COM -- Amerika Serikat memperkuat pertahanannya dengan menghadirkan matra terbaru dari Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces), yakni US Space Force. Nantinya pasukan khusus ini akan fokus di luar angkasa.

Peresmian cabang militer baru di Angkatan Udara tersebut sudah dilakukan di Gedung Putih, di Amerika Serikat. Seremoni dilakukan lansung oleh Presiden Donald Trump, dengan pengibaran bendera resmi dari US Space Force.

Melansir dari CNet yang dikutip dari Viva.co.id, Minggu 17 Mei 2020, pengibaran bendera memperlihatkan logo US Space Force yang mirip dengan logo Starfleet Command dalam film Star Trek. Perwakilan yang datang, yakni Kepala Operasi Ruang Angkasa, Jenderal John Raymond dan Ketua Master Sgt, Roger Towberman.

Saat peresmian, Donald Trump menyinggung soal peralatan militer yang luar biasa dan pengembangan rudal super duper yang diklaimnya 17 kali lebih cepat dari rudal yang ada saat ini.

"Seharusnya sudah memulai ini sejak lama. Kami telah mengembangkan beberapa senjata paling luar biasa, yang belum pernah dilihat siapapun. Kami akan berjalan cepat karena memiliki orang-orang hebat yang bertanggung jawab," ujar Trump.

Peresmian ini bertepatan dengan proklamasi presiden yang menetapkan 16 Mei sebagai Hari Angkatan Bersenjata. Bicara soal bendera, Trump mengatakan bendera itu sangat indah meskipun banyak yang mengatakan mirip dengan apa yang ada dalam film Star Trek.

Bendera US Space Force yang dikibarkan oleh Donald Trump terlihat memiliki latar belakang berwarna hitam dengan bintang-bintang terang. Terdapat juga gambar Bumi dengan lambang delta seperti panah di bagian tengah.

Meskipun begitu bendera US Space Force akan turut berada di Oval Office bersama bendera militer lainnya. Angkatan udara ini resmi terbentuk di akhir 2019. Kemudian pada awal bulan ini mereka membuka lowongan bagi siapa saja yang ingin bergabung dengan pasukan luar angkasa. (*)

 Sumber : Viva.co.id /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 14:24:18 WIB

    Pasukan Singa LNA Berhasil Lumpuhkan Gembong Teroris ISIS Paling Berbahaya

    Pasukan Singa LNA Berhasil Lumpuhkan Gembong Teroris ISIS Paling Berbahaya HARIANHALUAN.COM -- Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) diduga kuat jadi salah satu elemen tentara bayaran yang dimobilisasi Turki ke Libya dan Suriah. Dugaan itu datang dari pasukan Tentara Nasional Libya (L.
  • Senin, 11 Mei 2020 - 22:09:46 WIB

    Gawat! Pasukan China Bentrok dengan India, Suasana Berubah Mencekam

    Gawat! Pasukan China Bentrok dengan India, Suasana Berubah Mencekam Ketegangan antara pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dan pasukan Tentara India (BTS) kembali terjadi di Nakula, perbatasan antara kedua negara..
  • Sabtu, 09 Mei 2020 - 19:42:37 WIB

    Pasukan Haftar Serang Bandara Libya dengan Tembakan Roket

    Pasukan Haftar Serang Bandara Libya dengan Tembakan Roket Pasukan Haftar melancarkan beberapa serangan roket ke Bandara Internasional Mitiga, Tripoli, pada Sabtu (9/5/2020). Menyadur dari Al Jazeera, kelompok pemberontak Libya ini menembakkan puluhan roket ke satu-satunya bandara ya.
  • Ahad, 19 Januari 2020 - 13:57:48 WIB

    Ultimatum Iran: Pasukan AS-Eropa dalam Bahaya!

    Ultimatum Iran: Pasukan AS-Eropa dalam Bahaya! JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Iran kembali memberi peringatan keras terhadap Eropa dan Amerika Serikat (AS) terkait kehadiran keduanya di Timur Tengah. Bahkan dalam pidatonya di televisi pemerintah, Presiden Iran Hassan Rouhani.
  • Jumat, 17 Januari 2020 - 18:20:48 WIB

    Wah..! Arab Saudi 'Sewa' Pasukan Tentara AS Rp6,7 Triliun

    Wah..! Arab Saudi 'Sewa' Pasukan Tentara AS Rp6,7 Triliun WASHINGTON DC, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Arab Saudi telah membayar US$ 500 juta (Rp 6,7 triliun) untuk membantu menanggung biaya pengerahan tentara Amerika Serikat (AS) di negara tersebut. Pengerahan tentara AS dilakukan .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]