NASA Sebut Matahari Memasuki Masa-masa Lockdown, Wah Apa Maksudnya?


Ahad, 17 Mei 2020 - 08:22:10 WIB
NASA Sebut Matahari Memasuki Masa-masa Lockdown, Wah Apa Maksudnya? Ist

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Lockdown menjadi salah satu kebijakan yang dipilih beberapa negara untuk menghentikan penyebaran virus corona (Covid-19).

Lockdown atau penguncian berarti menghentikan segala aktivitas luar seperti penerbangan, transportasi umum, hingga membuat orang hanya berada di rumah.

Ada beberapa negara yang berhasil menerapkannya.
Namun ada juga yang mengalami masalah akibat lockdown.

Nah, bicara soal lockdown, menurut para ahli saat ini Matahari kita juga mengalami 'lockdown'.

Wah, apa maksudnya?

Dilansir dari Gridhot.id, pada Mnggu (17/5/2020), Matahari kita, yang merupakan pusat tata surya saat ini telah berada dalam periode 'solar minimum' atau 'minimum Matahari'.

Artinya aktivitas di permukaannya telah turun secara drastis.

Dengan kondisi ini, maka para ahli percaya bahwa kita akan memasuki periode terdalam dari 'resesi' sinar Matahari, yang pernah tercatat sebagai bintik Matahari telah menghilang.

"Solar Minimum sedang berlangsung dan ini sangat dalam," kata astronom Dr. Tony Phillips.

"Dalam hitungan, kondisi Matahari saat ini adalah salah satu yang terdalam pada abad ini."

"Di mana medan magnet Matahari menjadi lemah, memungkinkan sinar kosmik ekstra ke tata surya."

Apakah kita harus waspada?

Jawabannya ya. Sangat.

Sebab, ada beberapa dampak besar yang bisa terjadi.

"Hal ini dapat menimbulkan bahaya kesehatan bagi para astronot dan mereka yang berada di kutub."

"Lalu juga memengaruhi elektro-kimia atmosfer di atas Bumi dan dapat membantu memicu petir."

Belum selesai.

Ilmuwan NASA itu khawatir bahwa kondisi ini bisa mengulang kejadian antara tahun 1790 dan 1830 yang disebut Dalton Minimum.

Di mana kondisi tersebut mengarah pada periode musim dingin yang brutal, kehilangan panen yang mengakibatkan kelaparan, dan letusan gunung berapi yang kuat.

Saat itu, kondisi suhu merosot hingga 2 derajat Celcius (3,6 derajat Fahrenheit) selama 20 tahun dan menghancurkan produksi pangan dunia.

Pada 10 April 1815, letusan gunung berapi terbesar kedua dalam 2.000 tahun terjadi di mana Gunung Tambora di Indonesia meletus dan menewaskan sedikitnya 71.000 orang.

Ini juga menyebabkan 'Tahun Tanpa Musim Panas' pada tahun 1816 dan ada salju di bulan Juli. (*)

 Sumber : Gridhot.id /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Mei 2020 - 09:10:26 WIB

    NASA Lacak Asteroid Raksasa Dekati Orbit Bumi pada 22 Mei 2020, Berbahaya?

    NASA Lacak Asteroid Raksasa Dekati Orbit Bumi pada 22 Mei 2020, Berbahaya? HARIANHALUAN.COM -- Badan Penerbangan dan Antrariksa Amerika Serikat (NASA) melacak asteroid raksasa yang mendekati orbit Bumi pada Mei 2020..
  • Ahad, 17 Mei 2020 - 23:14:13 WIB

    Usai Diteliti NASA, Bagaimana Kondisi Ujung Dunia Saat Ini?

    Usai Diteliti NASA, Bagaimana Kondisi Ujung Dunia Saat Ini? HARIANHALUAN.COM -- Pada November 2019 lalu, pesawat NASA, Voyager 2 memberikan laporannya usai sampai ke ujung dunia tempat tepian jangkauan sinar matahari dan permulaan ruang antar bintang. Bagaimana kondisinya? Sekitar 12 .
  • Jumat, 15 Mei 2020 - 11:49:44 WIB

    Punya Langit Kuning, Ilmuwan NASA Temukan Planet Aneh

    Punya Langit Kuning, Ilmuwan NASA Temukan Planet Aneh HarianHaluan.com - Para ilmuwan NASA menemukan eksoplanet yang memiliki langit kuning dan hujan besi di luar tata surya yang disebut WASP-79b. "Prakiraan cuaca untuk planet raksasa yang super-panas seukuran Jupiter ini adalah.
  • Rabu, 29 April 2020 - 12:04:52 WIB

    Mantap! NASA Kembangkan Teknologi untuk Buat Oksigen dari Emas

    Mantap! NASA Kembangkan Teknologi untuk Buat Oksigen dari Emas SAINS, HARIANHALUAN.COM -- Badan antariksa Amerika Serikat, NASA berencana mengembangkan teknologi untuk bisa membuat oksigen di bulan. Bahan baku utamanya adalah emas. Sebagaimana dilansir laman Tech Times, NASA sedang menca.
  • Ahad, 19 April 2020 - 09:01:35 WIB

    NASA Kirim 2 Astronot ke Luar Agkasa, Buat Apa?

    NASA Kirim 2 Astronot ke Luar Agkasa, Buat Apa? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA membuat pengumuman mengejutkan di tengah pandemi Virus Corona COVID-19. Mereka akan mengirim dua astronot ke luar angkasa pada 27 April 20.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]