Pertanda Apa? Ular Piton Bermunculan di Perkampungan Klaten, Sudah 5 Ekor Ditangkap


Ahad, 17 Mei 2020 - 12:30:36 WIB
Pertanda Apa? Ular Piton Bermunculan di Perkampungan Klaten, Sudah 5 Ekor Ditangkap Salah satu ular yang berhasil ditangkap warga di Klaten.

KLATEN, HARIANHALUAN.COM -  Ular jenis piton berkeliaran di tegalan dan perkampungan penduduk di Desa Bono dan Pomah di Kecamatan Tulung, Klaten. Hingga saat ini sudah 5 ekor ukuran besar yang berhasil ditangkap warga.

"Yang sudah tertangkap sudah 5 ekor. Yang terakhir saya tangkap 3 hari lalu di perempatan jalan kampung," ungkap Bibit (35) warga Dusun Ngaliyan, Desa Bono, Kecamatan Tulung, dilansir dari detikcom di rumahnya, Minggu (17/5/2020).

Namun Bibit mengatakan, ular piton sepanjang 2,5 meter yang ditangkapnya tiga hari lalu, Jumat (15/5) lepas dari kandang. Kini tinggal satu ekor yang masih di kandang, yakni ular sepanjang 3 meter yang ditangkap bulan lalu.

"Saya masih punya satu ekor. Tapi di dusun lain di Randusari, Pomah dan Tanjung juga ada yang nangkap," lanjut Bibit.

Ular jenis piton itu, sambung Bibit, sering ditemukan di kampungnya dan kampung sekitar. Berkeliaran di tegalan dan melintas jalan.

"cuma ke utara dan selatan tegalan (ladang) itu berkeliarannya, warga sudah biasa. Kalau sungai ada tapi jauh," lanjut Bibit.

Kades Bono, Bakdiyono mengungkapkan ular piton ditemukan warga Dusun Ngaliyan saat ronda malam. Ular melintas di jalan dan dibawa warga. "Jadi saat warga jaga malam menemukan ular melintas. Sekarang di rumah warga," jelas Bakdiyono kepada detikcom.

Di Dusun Tanjung, Desa Pomah, dua ekor ular piton ditangkap Sugiyanto. Dua ekor piton dengan panjang sekitar 3 meter itu masih dipelihara.

"Kami pelihara di kandang dan makanannya tikus. Masih ada satu belum tertangkap," kata Utami, istri Sugiyanto pada detikcom.

Menurut Utami, dua ekor piton itu ditangkap bulan lalu di tegalan dekat sungai oleh suaminya dan beberapa warga. Diduga karena sungai mengering, ular mulai naik. "Sungainya mulai kering. Jadi cari makan ke tegalan jika malam hari," imbuh Utami.

Menurut Abdul, warga lain jenis ular piton memang sejak lama ada di daerahnya dan ditemukan. Namun tidak sesering tahun ini ditemukan.

"Padahal sungai cuma kecil tetapi cukup dalam. Dulu ya sudah ada, tapi tidak sebanyak ini ditemukan," sambung Abdul. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 17 Mei 2020 - 17:24:30 WIB

    Heboh Air Sungai di Israel Seperti Darah, Pertanda Bencana Besar?

    Heboh Air Sungai di Israel Seperti Darah, Pertanda Bencana Besar? HARIANHALUAN.COM – Warga Israel dihebohkan dengan sebuah sungai yang secara tiba-tiba berubah berwarna merah darah. Seorang fotografer yang mengabadikan gambar tersebut menggambarkan aliran air sungai Nahal Alexander tampak.
  • Rabu, 15 Januari 2020 - 21:31:02 WIB

    Pertanda Apa..? Sejumlah Area di Arab Saudi Diselimuti Salju

    Pertanda Apa..? Sejumlah Area di Arab Saudi Diselimuti Salju JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Warga Tabuk, Arab Saudi bagian utara mengalami fenomena tak biasa saat gurun pasir dipenuhi salju. Suhu panas berubah menjadi dingin hingga cenderung membuat tangan dingin dan gigi bergemerutuk..
  • Senin, 08 Oktober 2018 - 14:28:27 WIB

    6 Tahun Ombudsman Sumbar, Adel: Banyak Laporan Masuk, Itu Pertanda Baik

    6 Tahun Ombudsman Sumbar, Adel: Banyak Laporan Masuk, Itu Pertanda Baik PADANG,HALUAN.COM-Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat genap berusia 6 tahun pada 08 Oktober 2018 ini. Selama 6 tahun hadir mengawasi pelayanan publik di Sumatera Barat, banyak pengaduan masyarakat diterima, diperiksa dan d.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]