25 Mei Antisipasi Skenario 'The New Normal' Dimulai; Pegawai BUMN di Bawah 45 Tahun Wajib Ngantor


Ahad, 17 Mei 2020 - 14:54:23 WIB
25 Mei Antisipasi Skenario 'The New Normal' Dimulai; Pegawai BUMN di Bawah 45 Tahun Wajib Ngantor Ilustrasi Kantor BUMN

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menerbitkan surat edaran kepada seluruh Direktur Utama BUMN tentang antisipasi skenario The New Normal. 

Surat bernomor S-336/MBU/05/2020 itu memerintahkan kepada pimpinan BUMN untuk memulai skenario itu pada tanggal 25 Mei 2020.

Baca Juga : Pasar Uang Kripto Kembali Bergejolak, Rp 5.183 T Lenyap Kurang dari 3 Jam

Dalam tahap pertama pemulihan yaitu pada tanggal 25 Mei disebutkan bahwa karyawan yang berusia di bawah 45 tahun masuk bekerja dan di atas 45 tahun bekerja dari rumah atau WFH sesuai dengan batasan operasi. 

Dalam surat itu dijelaskan lima tahap skenario menghadapi the new normal. Tahap I dimulai 25 Mei, tahap II pada 1 Juni, tahap III pada 8 Juni, tahap 4 di 29 Juni dan tahap V pada 13 dan 20 Juli yaitu evaluasi.

Baca Juga : Kemendag Sebut Sebanyak 76.568 Ton Bawang Putih Impor Sudah Masuk Indonesia

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan bahwa penerapan tanggal kewajiban masuk bekerja bagi pekerja muda di bawah 45 tahun itu akan menyesuaikan PSBB di masing-masing wilayah. 

"Perlu diketahui bahwa mengenai tanggal-tanggal tersebut itu sesuai dengan PSBB suatu wilayah, kalau di wilayah tersebut masih PSBB maaf kita akan mematuhinya," kata Arya, Minggu 17 Mei 2020. 

Dia menjelaskan, karyawan yang berada di wilayah PSBB boleh tak bekerja karena aturan PSBB. Namun, jika PSBB telah dibuka maka protokol ini akan berlaku dengan sendirinya. 

"Malah sebenarnya kita lebih ketat, setelah PSBB kita lebih ketat, kenapa? Memang dibatasi usia 45 tahun ke bawah yang bisa bekerja, justru yang dilakukan BUMN ini justru protokol kesehatan yang lebih ketat daripada aturan main yang ada," ucap dia. 

Dia menegaskan bahwa skenario ini hanya berlaku jika PSBB di wilayah BUMN tersebut sudah tak berlaku lagi. Terkait tanggal 25 Mei merupakan hari kedua Lebaran Idul Fitri, Arya menyebut bahwa surat edaran itu akan menyesuaikan bisnis masing-masing BUMN dan ketentuan yang berlaku.

"Jadi kalau Lebaran ya bentuknya Lebaran, tunggu lebaran dulu, gitu lho. Kan bisnisnya kita disesuaikan dengan peraturan yang berlaku lah" katanya. (*)

Editor : Rahma Nurjana | Sumber : vivanews.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]