Masih Ingat Remaja Bunuh Balita di Jakarta? Ini Fakta Terbarunya


Ahad, 17 Mei 2020 - 22:47:32 WIB
Masih Ingat Remaja Bunuh Balita di Jakarta? Ini Fakta Terbarunya Catatan remaja pembunuh balita di Jakarta.

HARIANHALUAN.COM -- Kisah kelam NF, si pelaku pembunuhan balita di Sawah Besar, Jakarta Pusat tengah menjadi perbincangan. Selain menjadi pelaku pembunuhan, NF juga korban kekerasan seksual oleh tiga pria dewasa. Tiga pria yang memerkosa NF hingga hamil 14 minggu itu adalah dua paman dan seorang kekasihnya. 

Kini di media sosial tersebar dugaan percakapan antara NF dan kekasihnya di Facebook sebelum kejadian pembunuhan. Melalui percakapan itu disebutkan bahwa NF diduga seorang masokis yang mendapat perlakuan sadis dari kekasihnya yang memakai nama samaran Kim Ahjussi. Menurut isi percakapan, NF juga memiliki kebiasaan memanggil kekasihnya dengan sebutan "daddy".

Akun Facebook Ken Aguero pun melampirkan bukti tangkapan layar yang berisi percakapan diduga NF dan kekasihnya. Selain itu, ada pula chatting diduga NF dengan seorang temannya yang membahas soal masokis. "Jadi si Fee ini, suka dimasokisin atau di BDSM gitu. Nah, kebetulan si Ahjussi ini, pacarnya suka banget sama hal-hal yang berbau masokis. Gila, itu tangannya diikat, dicekik, ditampar, badannya ditempelin lilin," tulis akun Facebook Biskuit Cokelat.

Dilansir oleh Psychology Today, masokis atau gangguan masokisme seksual termasuk kategori gangguan seksual psikiatrik yang dikenal sebagai paraphilias, yang melibatkan fantasi, desakan, atau perilaku membangkitkan gairah seksual berulang-ulang ketika mengalami penyiksaan. Perilaku ini berpotensi menyebabkan kerugian pada diri sendiri atau orang lain. 

Sebab, masokis mengacu pada perilaku seksual dengan cara dipukul, diikat, dihina, atau lainnya yang membuat pasangan menderita demi menghasilkan kepuasan seksual. Salah satu jenis masokisme seksual tertentu disebut asphyxiophilia, yang mana seseorang menerima kepuasan seksual dengan cara membatasi pernapasannya, baik pasangannya maupun diri sendiri. 

Akibatnya, perilaku seksual ini bisa menyebabkan kematian tanpa disengaja. Selain itu, orang dengan gangguan masokisme seksual biasanya juga memiliki kelainan, termasuk kecemasan berat, rasa bersalah, rasa malu, dan pikiran obsesif tentang masokisme seksual. Perilaku masokis seksual ini biasanya terbukti pada awal masa dewasa, terkadang dimulai dengan permainan masokis atau sadis selama masa kanak-kanak.

Menurut DSM-5, gangguan masokisme seksual bisa didiagnosis bila seseorang mengalami gairah seksual berulang dan intens dari dipukuli, dihina, diikat, atau bentuk penderitaan lainnya. Jenis dorongan, fantasi, atau perilaku ini setidaknya harus terlihat selama 6 bulan dan menyebabkan masalah atau kesulitan klinis dalam bidang sosial, pekerjaan, dan lainnya. Tindakan seksual dengan cara dihina, dipukul, diikat, atau apa pun yang membuat penderitaan adalah ciri-ciri gangguan masokisme seksual. (*)

 Sumber : Suara.com /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 29 Mei 2020 - 07:25:32 WIB

    Tak Cuma Sembako, Masih Banyak Jenis Bantuan Pemerintah Selama Covid-19

    Tak Cuma Sembako, Masih Banyak Jenis Bantuan Pemerintah Selama Covid-19 HARIANHALUAN.COM -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah meliris informasi terkait skema pemberian bantuan untuk masyarakat terdampak pandemi virus COVID-19 pada Kamis 28 Mei 2020. Patut dipahami, bahwa terdapa.
  • Rabu, 27 Mei 2020 - 15:30:47 WIB

    Meski Dibuka 5 Juni Nanti, Masyarakat Mengaku Masih Takut ke Mal

    Meski Dibuka 5 Juni Nanti, Masyarakat Mengaku Masih Takut ke Mal HARIANHALUAN.COM - Sejumlah masyarakat mengaku tak semangat lagi mengunjungi pusat perbelanjaan alias mal di ibu kota meski ada wacana akan dibuka kembali pada 5 Juni mendatang. Mereka masih khawatir untuk bepergian ke tempat.
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 19:52:45 WIB

    Mahfud MD Sebut 'New Normal' Masih Wacana

    Mahfud MD Sebut 'New Normal' Masih Wacana HARIANHALUAN.COM - Kebijakan tentang tatanan hidup baru atau New Normal hidup berdamai dengan pandemi Covid-19 masih sebatas wacana. Hal tersebut, disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhu.
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 14:44:47 WIB

    Sabar Bunda, Jadwal Masuk Sekolah Masih Belum Jelas

    Sabar Bunda, Jadwal Masuk Sekolah Masih Belum Jelas HARIANHALUAN.COM -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan perlu mempertimbangkan ulang dalam menentukan tahun ajaran baru di tengah masih mewabahnya pandemi Covid-19..
  • Senin, 25 Mei 2020 - 16:27:00 WIB

    Soal Pasien Covid-19 Tembus 20.000, Luhut: Masih Dalam Batas Normal

    Soal Pasien Covid-19 Tembus 20.000, Luhut: Masih Dalam Batas Normal HARIANHALUAN.COM - Berdasarkan data 24 Mei 2020, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 22.271 orang, terjadi penambahan sebanyak 526 orang dari data sebelumnya..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]