Sri Mulyani Beberkan Skenario Terberat Perekonomian RI Akibat Covid-19 Dan Antisipasi Yang Disiapkan Pemerintah


Senin, 18 Mei 2020 - 16:22:21 WIB
Sri Mulyani Beberkan Skenario Terberat Perekonomian RI Akibat Covid-19 Dan Antisipasi Yang Disiapkan Pemerintah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan berbagai skenario terkait dampak pandemi virus corona (Covid-19) terhadap perekonomian Indonesia. 

Dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2020 yang tertekan di level 2,97 persen, Sri Mulyani pun menilai skenario berat yang pemerintah tetapkan, yaitu pertumbuhan ekonomi sebesar 2,3 persen hingga akhir tahun menjadi skenario yang optimis. 

Di sisi lain, pemerintah pun menetapkan skenario sangat berat, yaitu perekonomian Indonesia hanya tumbuh 0,4 persen hingga akhir tahun. 

Untuk skenario berat, Bendahara Negara itu menjelaskan pemerintah memproyeksi bakal terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin sebanyak 1,89 juta jiwa dan angka pengangguran baru bertambah 2,92 juta. 
"Kalau skenario lebih berat atau sangat berat, kemiskinan bisa meningkat 4,86 juta dan pengangguran 5,23 juta," jelas Sri Mulyani dalam video conference, Senin (18/5/2020). 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah pun telah merancang berbagai langkah untuk pemulihan yang memengaruhi perekonomian nasional baik dari sisi penawaran maupun permintaan. 

Di sisi konsumsi, pemerintah melakukan langkah-langkah perluasan subsidi dan bantuan sosial yang disalurkan kepada masyarakat miskisn dan rentan. 

"ini untuk menahan merosotnya konsumsi yang sudah terlihat mengalami penurunan tajam. Ini tidak menyubtisusi, tetapi menahan kemerosotan konsumsi agar terjaga di level yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan," jelas Sri Mulyani. 

Untuk itu, pemerintah pun memperpanjang masa subsidi untuk pelanggan listrik baik 450 VA maupun 900 VA. Selain itu, juga memperpanjang penyaluran bansos tunai untuk non Jabodetabek dan bansos sembajko Jabodetabek.

Untuk subsidi listrik, baik berupa subsidi penuh maupun diskon listrik, masa subsidi diperpanjang dari tiga bulan hingga Juni menjadi enam bulan hingga September 2020. 
"Subsidi listrik untuk pelanggan 450 VA yang 24 juta dan 900 VA yang 7,2 juta rumah tangga yang subsidinya adalah dari mulai April sampai Juni di perpanjang sampai dengan September," kata Sri Mulyani. 

Lebih lanjut Menkeu itu menjelaskan, untuk perpanjangan masa berlakunya subsidi tarif listrik tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp 6,9 triliun. 

Dengan demikian, alokasi anggaran untuk subsidi listrik tahun ini menjadi Rp 61,69 triliun. Sebelumnya, tagihan listrik bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA digratiskan selama tiga bulan. 

Sedangkan untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 900 VA mendapatkan diskon sebesar 50 persen untuk jangka waktu yang sama. 

Untuk bansos masa pemberian subsidi oleh pemerintah diperpanjang hingga Desember tahun ini. Dengan demikian maka besaran insentif yang diberikan pun ikut berubah di tiga bulan terakhir menjadi sebesar Rp 300.000 per bulan. 

"Dengan perhitungan Juli-Desember menjadi hanya Rp 300.000 per bulan dari yang tadinya Rp 600.000 per bulan," ujarnya. (*)

 Sumber : kompas.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 31 Mei 2020 - 16:54:20 WIB

    Terapkan New Normal, Benarkah Sri Mulyani Pilih Ekonomi?

    Terapkan New Normal, Benarkah Sri Mulyani Pilih Ekonomi? HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara mengenai skenario new normal. Hal itu diungkapkan Sri Mulyani saat menjawab pertanyaan mana yang lebih didahulukan antara kesehatan dan ekonomi..
  • Senin, 18 Mei 2020 - 15:50:20 WIB

    Sri Mulyani: Listrik Gratis Diperpanjang Hingga September 2020

    Sri Mulyani: Listrik Gratis Diperpanjang Hingga September 2020 HARIANHALUAN.COM - Ini kabar gembira dari pemerintah, subsidi listrik kepada pelanggan PLN golongan 450 VA dan 900 VA diperpanjang, dari yang semula tiga bulan menjadi enam bulan..
  • Jumat, 08 Mei 2020 - 19:52:46 WIB

    Pemerintah 'Bokek' Gara-gara Corona? Begini Tanggapan Sri Mulyani

    Pemerintah 'Bokek' Gara-gara Corona? Begini Tanggapan Sri Mulyani JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah rumor yang beredar di publik bahwa pemerintah pusat tidak memiliki dana karena kebutuhan penanganan pandemi virus corona atau covid-19. Ia mengklaim.
  • Rabu, 06 Mei 2020 - 20:33:08 WIB

    Sedih... Begini Isi Curahan Hati Sri Mulyani Soal Bansos

    Sedih... Begini Isi Curahan Hati Sri Mulyani Soal Bansos JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah sudah mengantisipasi pertumbuhan ekonomi pada 2020 dengan skenario sangat berat hingga minus 0,4%. Pasalnya, bantuan sosial pun tidak bisa membantu penurunan konsumsi yang terjadi di mas.
  • Sabtu, 02 Mei 2020 - 09:51:22 WIB

    Sri Mulyani Buka-bukaan Bersama Aktor Reza Rahadian, Nah Lho?

    Sri Mulyani Buka-bukaan Bersama Aktor Reza Rahadian, Nah Lho? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bicara soal utang demi menangani masalah Corona, serta menjawab kritikan terhadap program Kartu Pra Kerja. Hal itu disampaikan Sri Mulyani saat live Instagram.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]