Ini Pesan MUI soal Bersalaman saat Idul Fitri


Senin, 18 Mei 2020 - 16:39:21 WIB
Ini Pesan MUI soal Bersalaman saat Idul Fitri Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas

HARIANHALUAN.COM -- Bersalaman dengan tetangga dan sanak-saudara merupakan tradisi masyarakat di Hari Raya Idul Fitri. Tetapi, akibat pandemi virus corona, jaga jarak harus tetap dilakukan demi memutus rantai persebarannya.

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengimbau umat Islam Indonesia pada perayaan Idul Fitri 1441 H tidak melakukan tradisi bersalaman seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Abbas, bersalaman memang merupakan tradisi yang dianjurkan dalam Islam. Tapi dalam situasi seperti ini, kata Abbas, tentu tidak disarankan untuk melakukan tradisi baik tersebut.

"Untuk itu kita mengimbau umat dan masyarakat untuk lebih mengedepankan usaha menjaga dan melindungi diri kita masing-masing supaya tidak jatuh ke dalam hal-hal yang akan membahayakan kepada kesehatan dan jiwa kita," ujar Abbas dikutip dari Liputan6.com.

Hukum Menjaga Diri dari Bahaya

Abbas mengatakan hal ini dianjurkan karena dalam Islam, menjaga diri dari mara bahaya hukumnya adalah wajib.

"Apalagi dalam agama menjaga diri untuk tidak terjatuh ke dalam bencana dan malapetaka itu hukumnya adalah wajib sementara bersalam-salaman itu hukumnya hanya sunah," papar dia.

Selanjutnya, demi menjaga silaturahmi di Hari Raya dalam kondisi pandemi Abbas menyarankan agar masyarakat menggunakan aplikasi digital.

"Untuk bisa saling menyampaikan maaf maka sebagai gantinya kita dapat melakukannya melalui telepon, sms, wa, video call dan lain-lain," kata dia.

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menyatakan Sholat Idul Fitri merupakan ibadah dengan hukum sunah muakad atau sunah sangat dianjurkan mendekati wajib. Karena itulah, Abbas menegaskan tidak ada yang boleh melarang umat Islam melaksanakan Sholat Id.

"Siapapun tidak boleh melarang orang untuk Sholat Id termasuk pemerintah. Yang dilarang oleh pemerintah itu bukan Sholat Idnya tapi berkumpul-kumpulnya," ujar Abbas, dikutip dari Liputan6.com.

Abbas pun berpendapat pemerintah tidak boleh melarang warganya untuk berkumpul. Sebab, hal tersebut merupakan hak setiap warga negara.

" Tapi kalau dari berkumpul-kumpul itu bisa terjadi bencana dan malapetaka pada rakyat maka negara wajib melarangnya," lanjut dia.

Dalam kondisi seperti sekarang, kata Abbas, berkumpul bisa menyebabkan sakit dan kematian. Maka menjadi tugas negara melindungi rakyatnya.

"Tapi pemerintah juga tidak boleh melarang orang berkumpul dengan dalih untuk melindungi rakyat padahal kalau mereka-mereka berkumpul tidak ada mudlaratnya," ungkapnya.

Mempertimbangkan kondisi tersebut, lanjut Abbas, kehadiran para ahli kesehatan seperti dokter dan ilmuwan membantu pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan menjadi sangat penting. Dengan begitu, kebijakan pemerintah ada dasar ilmiahnya yang bisa dipertanggungjawabkan.

Jauhi Virus Corona Sama dengan Jauhi Api Neraka

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan virus corona. Meskipun pemerintah sudah berencana melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Setiap orang hendaknya tetap berusaha menghindarkan diri agar tidak tertular oleh virus corona yang sangat berbahaya tersebut," ujar Anwar.

Anwar juga mengingatkan masyarakat virus corona tidak pandang bulu, pun tak kenal rasa takut. Apabila unsur ilmiahnya terpenuhi, virus tersebut dapat berpindah dan menulari orang lain.

" Oleh karena itu dengan adanya pelonggaran dari pemerintah, maka masing-masing kita saja yang harus berusaha untuk mengenal dengan lebih baik cara-cara dan sebab-sebab penularan dari virus ini dan berusaha untuk menghindarkan diri darinya," kata Anwar.

Selanjutnya, Anwar mengatakan menjauhkan diri dari virus corona sama dengan menjauhkan diri dari api neraka dunia.

"Karena dalam hal ini ada firman Tuhan yang sangat penting kita perhatikan yang artinya 'jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka'. Api neraka dalam konteks dunia dan dalam konteks adanya wabah Covid-19 ini tentu adalah sakit dan kesengsaraan yang akan bisa menimpa diri kita dan keluarga kita bila tertular oleh virus corona tersebut," ucap Anwar. (*)

 Sumber : Dream.co.id /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 01 Juni 2020 - 14:22:49 WIB

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Penting Presiden Jokowi

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ini Pesan Penting Presiden Jokowi HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai daerah untuk meneguhkan keberpihakan kepada masyarakat..
  • Senin, 01 Juni 2020 - 13:51:50 WIB

    Wajib Tahu! Ini Lima Makna Lambang Garuda Pancasila

    Wajib Tahu! Ini Lima Makna Lambang Garuda Pancasila HARIANHALUAN.COM - Setiap tahunnya tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Kelahiran Pancasila. Pancasila yang menjadi dasar negara ini memiliki lima lambang. Berikut makna lima lambang di Garuda Pancasila..
  • Senin, 01 Juni 2020 - 13:45:28 WIB

    Dirut TVRI Nonaktifkan Akun Twitter, Ini Pesannya ke Roy Suryo

    Dirut TVRI Nonaktifkan Akun Twitter, Ini Pesannya ke Roy Suryo HARIANHALUAN.COM - Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI) Iman Brotoseno buka suara soal Akun Twitter yang tiba-tiba hilang. Iman Brotoseno mengatakan, sengaja menonaktifkan Akun Twit.
  • Senin, 01 Juni 2020 - 13:33:45 WIB

    Ini Tiga Syarat Pemakzulan Pemimpin Menurut Din Syamsuddin

    Ini Tiga Syarat Pemakzulan Pemimpin Menurut Din Syamsuddin HARIANHALUAN.COM - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengungkapkan sejumlah syarat pemakzulan pemimpin. Mengutip tokoh pemikir politik Islam, Al Mawardi, Din mengatakan syarat-syarat itu ha.
  • Senin, 01 Juni 2020 - 13:16:53 WIB

    Kepastian Jemaah Haji Diputuskan Pemerintah Hari Ini

    Kepastian Jemaah Haji Diputuskan Pemerintah Hari Ini HARIANHALUAN.COM - Pemerintah dijadwalkan memutuskan jadi atau tidaknya keberangkatan jemaah haji 2020 pada Senin (1/6/2020) hari ini. Diperkirakan, puncak pelaksanaan ibadah haji tahun ini pada tanggal 30 Juli. Jika pelaksan.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]