Imbauan Salat Idul Fitri di Sumbar: Jumlah Jamaah Tak Boleh Banyak, Jarak Saf Minimal 1 Meter


Senin, 18 Mei 2020 - 18:38:44 WIB
Imbauan Salat Idul Fitri di Sumbar: Jumlah Jamaah Tak Boleh Banyak, Jarak Saf Minimal 1 Meter Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit yang didampingi Forkompimda Prov Sumbar dengan Menkopolhukam, Mendagri, Menteri Agama, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, BIN vicon soal pelaksanaan salat Idul Fitri di daerah.

HARIANHALUAN.COM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar mengimbau kepada seluruh masyarakat agar salat Idul Fitri dapat dilaksanakan oleh keluarga inti di rumah saja dan bahwa apapun alasannya. Salat Idul Fitri 1441 H / 2020 M jangan sampai dilaksanakan di mesjid ataupun dilapangan disemua tingkatan daerah.

"Kalaupun ada masyarakat yang ingin melaksanakan sholat 'Id di lapangan atau mesjid, maka Pemda bersama Forkompimda diharapkan terlebih dahulu berkoordinasi dengan organisasi keagamaan dan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di wilayah tersebut dan harus telah memastikan daerah yang minta salat 'Id tersebut telah benar-benar aman dari paparan covid-19 dan daerah tersebut tidak ada warganya yang pernah terinfeksi covid-19," kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Senin (18/5/2020).

Artinya, yang dipertimbangkan diberikan izin tersebut adalah daerah yang masuk zona hijau atau tidak ada kasus warganya positif terinfeksi covid-19.

Untuk itu, Kepala Daerah (Bupati dan Walikota) bersama Forkompimda jika harus mengizinkan salat Idul Fitri, haruslah memperhatikan, antara lain:

1. Jumlah jamaah jangan terlalu banyak.

2. Luas tempat salat, jarak antar warga minimal 1 meter.

3. Panitia harus mensosialisasi protokol kesehatan kepada jamaah salat Id, antara lain menyiapkan cuci tangan / penyediaan sanitizer, pakai masker, bawa sajadah sendiri, khotbah tidak panjang, salatnya cukup ayat-ayat pendek, tidak ada kotak sumbangan yang jalan, tidak boleh salaman dan peluk-pelukan serta cipika cipiki, jaga jarak dan harus diawasi oleh aparat keamanan, Polri, TNI, Pol PP dan yang terkait lainnya.

4. Sejalan dengan makin dekatnya Lebaran 2020, pengawasan di check point harus semakin ditingkatkan dan diperketat, terutama di malam hari. Alasannya nggak lain karena adanya kemungkinan kenaikan jumlah pemudik yang melintas pada malam hari.

"Makin ketat banyak dilakukan pembatasan, maka dapat menahan puncak dari pandemi Covid-19," tukasnya. (*)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]