Penyaluran BLT Tak Transparan, Puluhan Warga Datangi Kantor Walinagari


Senin, 18 Mei 2020 - 19:13:09 WIB
Penyaluran BLT Tak Transparan, Puluhan Warga Datangi Kantor Walinagari Camat Sungai Pua Kab. Agam bersama aparat nagari Batagak menerima warga di Kantor Walinagari setempat terkait dengan penyaluran BLT yang tidak transparan, Senin (18/5). YURSIL

AGAM, HARIANHALUAN.COM - Puluhan warga Nagari Batagak Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam mendatangi kantor Walinagari Batagak untuk mempertanyakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tidak transparan, akibat dampak Covid 19, Senin (18/5).

Salah seorang warga setempat berinisial HS mengatakan, kedatangan warga ke Kantor Walinagari Batagak untuk menyampaikan tuntutan akibat tidak adanya keadilan dan transparansi aparat nagari terkait bantuan.

Menurutnya, ada tiga tuntutan yang disampaikan warga kepada Camat Banuhampu dan perangkat Nagari Batagak diantaranya, penyaluran BLT yang tidak transparan, bahkan hanya diterima oleh orang orang tertentu. 

"Penerima bantuan banyak dari kerabat atau orang terdekat dari perangkat Nagari, atau istilahnya jangguik di bawah danguak. Bahkan ada yang menerima bantuan sampai dua kali, pada hal itu tidak diperbolehkan dan melanggar aturan," katanya.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut terlihat tidak transparan hanya menguntungkan orang tertentu saja, karena data penerima bantuan tidak pernah diberikan kepada masyarakat. Bahkan mantan Walinagari sendiri mendapat bantuan dengan alasan dia sudah tidak menjabat lagi.

"Sejak 10 Mei lalu Walinagari Batagak telah habis masa jabatannya, saat ini Nagari kita tidak ada Walinagarinya, informasi Plt Walinagari akan dilantik besok," terangnya.

Kemudian lanjutnya, oknum perangkat Nagari diduga melakukan Pungutan Liar (Pungli) terhadap warga yang mengurus Kartu Keluarga (KK) dan pembuatan akte kelahiran.

"Setiap warga yang mengurus KK dan akte kelahiran dimintai uang Rp10 ribu perlembar. Pungli itu jelas telah melanggar hukum dan diganjar 6 tahun penjara dan denda Rp.75 juta. Selain itu, kualitas pelayanan di kantor Walinagari Batagak sangat kacau dan buruk sekali," ungkapnya.

Sementara itu, Camat Sungai Pua, Syafruzal mengatakan, bantuan wabah Covid 19 untuk masyarakat terdampak terdiri dari bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) bantuan dari Provinsi Sumbar dan bantuan dana nagari.

"Semua bantuan itu jumlahnya Rp600 ribu per KK selama 3 bulan mulai dari bulan April Mei fan Juni. Saat ini bantuan yang telah dibayarkan yakni bantuan dari provinsi, sedangkan bantuan dari Kemensos dan dana nagari belum dicairkan," kata Syafruzal melalui selular.

Jadi jelasnya, bantuan itu bukan tidak transparan tapi belum semuanya cair oleh sebab itu saat ini tidak semua warga menerima bantuan. "Jadi warga harus bersabar masih ada bantuan selanjutnya yang akan dibayarkan," ulasnya.

Terkait, Pungli yang dilakukan perangkat nagari ia menyerahkan kepada masyarakat apakah akan ditindak lanjuti ke aparat hukum atau tidak.

"Ya kita serahkan kepada masyakarat apakah dilaporkan atau tidak. Selain itu, melihat pelayanan di kantor Walinagari Batagak saat ini, memang perlu pembenahan lagi agar kedepannya lebih baik lagi melayani masyarakat," tutupnya. (*)

 

Reporter : Yursil /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]