Bermodal Rp350 Juta, BUMNag Bisa Tebus Kebun Kelapa yang Tergadai


Selasa, 19 Mei 2020 - 01:49:52 WIB
Bermodal Rp350 Juta, BUMNag Bisa Tebus Kebun Kelapa yang Tergadai Kepala DPMD Sumbar Drs. H. Syafrizal Ucok, MM (tengah). Dok. DMPD Sumbar

HARIANHALUAN.COM -- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumbar mendorong Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) di Padang Pariaman bisa menjadi inisiator, mengembalikan kejayaan kelapa di kabupaten ini. Selain aktif mendorong penanaman kelapa baru dengan bibit unggul, Bumnag mestinya mampu jadi pedagang pengumpul kelapa skala besar.

Hal itu disampaikan Kepala DPMD Sumbar Drs. H. Syafrizal Ucok, MM, dikutip dari laman resmi DPMD Sumbar, Selasa (19/5/2020).

Menurut Syafrizal Ucok, Bumnag harus dikucurkan modal, sehingga bisa leluasa mengembangkan usaha. Dana Desa setiap tahun dialokasikan Rp100 juta hingga Rp150 juta, hingga Bumnag bisa memiliki modal minimal Rp350 juta.

Dengan modal yang cukup besar, menurut Syafrizal lagi, Bumnag bisa menebus kebun-kebun kelapa milik masyarakat yang tergadai. Jika membeli kelapa bisa dengan harga sedikit lebih tinggi karena Bumnag tidak harus membayar bunga bank.

"Saya yakin Bumnag mampu menjadi pedagang besar kelapa atau bahkan dengan bantuan mesin sederhana dapat mengolahnya menjadi kopra dan tepung kelapa serta santan dalam kemasan," ujar Syafrizal optimis.

Selain berdagang kelapa, Syafrizal yang juga mantan Wakil Bupati Pesisir Selatan itu mengingatkan masyarakat Nagari Ambuang Kapua untuk jangan lupa menanam. Kelapa sudah banyak yang tua.

"Mari remajakan kelapa, tanam dengan bibit kelapa yang unggul sehingga hasilnya berlimpah kelak. Saya yakin Ambuang Kapua dan nagari lainnya akan mampu mengembalikan kejayaan kelapa Padang Pariaman, seperti era Pak Anas Malik dulu," kata Syafrizal.

Gayung itu bersambut, Wali Nagari Ambuang Kapua Kardimon berjanji menambah terus modal Bumnag Angkasa (Ambuang Kapua Sakato). Perdagangan kelapa merupakan salah satu usaha yang dilirik selain penyewaan mesin pengolah tanah pertanian dan toko pupuk alat pertanian.

"Sekarang modal Bumnag masih kecil Rp150 juta, dan akan kita tambah terus sehingga bisa lincah mengembangkan usaha. Saya akan ajak masyarakat bertanam kelapa di lahan-lahan kosong dengan bibit unggul," kata Kardimon optimis.

Sejauh ini Padang Pariaman masih termasuk penghasil kelapa, terutama dari Kecamatan Sungai Geringging, Sungai Sariak, Sungai Limau, Kampung Dalam dan Padang Sago. Data terakhir, kabupaten ini mampu menghasilkan 35 ribu ton kelapa setiap tahun. Namun sayangnya, banyak pohon kelapa sudah tua. Program peremajaan kelapa tidak terlihat dilakukan. (*/Hms-Sumbar)

Reporter : Milna Miana /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]