Apakah yang Terjadi Jika Matahari Lockdown?


Selasa, 19 Mei 2020 - 07:45:52 WIB
Apakah yang Terjadi Jika Matahari Lockdown? ilustrasi Matahari

HARIANHALUAN.COM -- Matahari Lockdown atau berada dalam periode minimum Matahari bisa berdampak pada Bumi. Dampak Matahari Lockdown disebut-sebut bisa membahayakan. Kondisi Matahari Lockdown sendiri adalah sebutan untuk aktivitas di permuakaan Matahari yang mengalami penurunan secara drastis. 

Apa dampak Matahari Lockdown ini? Para ahli percaya bahwa kita akan memasuki periode terdalam dari "resesi" sinar matahari yang pernah tercatat sebagai bintik matahari telah menghilang. Astronom Dr Tony Phillips mengatakan bahwa Solar Minimum sedang berlangsung, dan itu yang mendalam.

"Hitungan Sunspot menunjukkan bahwa ini adalah salah satu yang terdalam abad ini. Medan magnet matahari menjadi lemah, memungkinkan sinar kosmik ekstra ke tata surya. Kelebihan sinar kosmik menimbulkan bahaya kesehatan bagi para astronot dan pelancong udara kutub, memengaruhi elektro-kimia atmosfer atas Bumi, dan dapat membantu memicu petir," ujarnya dilansir laman The Sun, Minggu (17/5/2020).

Para ilmuwan NASA khawatir itu bisa menjadi pengulangan Dalton Minimum, terjadi antara 1790 dan 1830, yang mengarah ke periode dengan suhu dingin yang brutal, kehilangan panen, kelaparan, dan letusan gunung berapi yang kuat. Suhu turun drastis hingga 2C lebih dari 20 tahun, menghancurkan produksi pangan dunia sebagai dampak Matahari Lockdown.

Pada 10 April 1815, letusan gunung berapi terbesar kedua dalam 2.000 tahun terjadi di Gunung Tambora, menewaskan sedikitnya 71.000 orang.
Ini juga menyebabkan apa yang disebut Tahun Tanpa Musim Panas pada 1816, juga dijuluki "delapan belas ratus mati sampai mati", ketika ada salju di bulan Juli.

Sejauh tahun ini matahari telah "kosong" tanpa bintik matahari 76 persen dari waktu itu, suatu angka yang hanya melampaui sekali sebelumnya di Zaman Antariksa, tahun lalu, ketika adalah 77 persen kosong. Itulah dampak Matahari Lockdown yang ternyata cukup membahayakan. Bahkan tercatat dalam sejarah pernah terjadi dalam waktu lampau. (*)

 Sumber : HiTekno /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Mei 2020 - 23:18:05 WIB

    Kadar Emisi Karbon Global Menurun, Apakah Karena Pandemi Corona?

    Kadar Emisi Karbon Global Menurun, Apakah Karena Pandemi Corona? HARIANHALUAN.COM -- Bertahun-tahun lamanya, kadar emisi karbon begitu tinggi dan bertahan dalam waktu yang cukup panjang. Namun, laporan terbaru baru saja diungkap dan menyebut bahwa kadar emisi karbon global mendadak menurun.
  • Sabtu, 16 Mei 2020 - 17:01:13 WIB

    Kutub Utara Medan Magnet Bumi Berpindah, Apakah Berbahaya?

    Kutub Utara Medan Magnet Bumi Berpindah, Apakah Berbahaya? HARIANHALUAN.COM - Kutub utara medan magnet Bumi menunjukan sifat aneh usai dilaporkan berpindah dari Kanada ke Rusia. Mengenai penyebab hal ini terjadi lalu diteliti oleh ilmuwan. Pertanyaan yang timbul, apakah fenomena ini .
  • Rabu, 06 Mei 2020 - 17:21:33 WIB

    Astroid Berukuran 6 Meter Dekati Bumi saat Ramadan, Pertanda Apakah?

    Astroid Berukuran 6 Meter Dekati Bumi saat Ramadan, Pertanda Apakah? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- NASA selalu mendeteksi asteroid dan objek luar angkasa lainnya yang mendekati Bumi lewat Center for Neart Earth Object Studies (CNEOS). Walau sistem ini sudah sangat canggih, tapi masih ada saj.
  • Ahad, 26 April 2020 - 17:42:20 WIB

    Mitos atau Fakta: Apakah Orang Bertangan Kidal Lebih Jago Matematika?

    Mitos atau Fakta: Apakah Orang Bertangan Kidal Lebih Jago Matematika? SAINS, HARIANHALUAN.COM -- Apakah kamu termasuk orang bertangan kidal atau yang lebih banyak menggunkan tangan kiri untuk braktivitas? Disebut-sebut, hanya ada 10 persen manusia yang kidal. Adakah hubungannya antara orang kid.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]