Sombong Penyakit Akut, Tawadhu Obatnya


Selasa, 19 Mei 2020 - 10:58:36 WIB
Sombong Penyakit Akut, Tawadhu Obatnya Alfi Yendra

“Tidak akan masuk surga seorang yang dalam hatinya ada sebiji dzarrah dari kesombongan”. (HR. Muslim)

Oleh: Afri Yendra, S.H., M.H - Widyaiswara PPSDM Kemendagri Regional Bukittinggi

Penyakit yang paling akut dalam tubuh manusia  adalah Kesombongan karena kesobongan itu menutup pintu syurga baginya dan mencampakkan ia kedalam Neraka. Seperti disebutkan beberapa hadits diantaranya “Dari Uqbah bin 'Amir RA, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah SAW, bersabda, "Orang yang meninggal dunia, dan ketika ia meninggal itu di dalam hatinya masih ada sebesar biji sawi dari sombong, maka tidaklah halal baginya surga, tidak mencium baunya dan tidak pula melihatnya" [HR. Ahmad, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 566]. 

Dalam hadits lain juga dikatakan Rasulullah yaitu “Sesungguhnya penduduk neraka adalah semua orang yang kasar lagi keras, orang yang bergaya sombong di dalam jalannya, orang yang bersombong, orang yang banyak mengumpulkan harta, orang yang sangat bakhil. Adapun penduduk sorga adalah orang-orang yang lemah dan terkalahkan”. [Hadits Shahih. Riwayat Ahmad, 2/114; Al-Hakim, 2/499].

Pengertian Sombong dapat dilihat pada Hadits yang menyatakan “Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia”. [HR. Muslim, no. 2749, dari ‘Abdullah bin Mas’ûd].  juga dalam hadits Riwayat Muslim Rasulullah bersabda “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi”.  

Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim). Hadits diatas dapat jadikan dasar pendefenisian serta ciri-ciri kesombongan.

Ada dua ciri kesombongan pertama adalah Menolak kebenaran, kebenaran hanyalah menurut pendapatnya saja sementara pendapat lain salah, keliru. Sehingga kalau dia berbicara selalu dengan “Aku” bukan kita apalagi kamu. Malahan kadangkala ia mengabaikan kebenaran dari Allah sekalipun padahal kebenaran itu datangnya dari Allah (Alhaqqa Minrobbik). 

Dan kedua adalah merendahkan manusia, bagi sisombong orang lain rendah darinya, dia yang lebih. Merasa lebih dari orang lain adalah kesombongan. Merasa lebih tinggi statusnya, lebih Pintar, lebih Kaya, lebih cantik, dan lain sebagainya. Dalam berdiskusi sekalipun ia merasa lebih hebat sehingga orang lain rendah, “jangankan kalah draw-pun ia tak mau”. 

Orang yang bergaya kesobongan Allah sangat marah “Dari Ibnu Umar RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa merasa besar pada dirinya atau sombong dalam berjalannya, pasti akan bertemu Allah tabaaroka wa ta'aalaa murka kepadanya". [HR. Thabarani di dalam Al-Kabir, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 569]. 

Juga pada hadits riwayat Bukhari, No.5789; Muslim, no. 2088; menyatakan “Ketika seorang laki-laki sedang bergaya dengan kesombongan berjalan dengan mengenakan dua burdahnya  dia mengagumi dirinya, lalu Allah membenamkannya di dalam bumi, maka dia selalu terbenam ke bawah di dalam bumi sampai hari kiamat”. 
 
Dalam hadits qudsi yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: Sesunguhnya Allah Ta’ala berfirman: “Kemuliaan adalah pakaian-Ku dan sombong adalah selendang-Ku. Barangsiapa yang mengambilnya dariku, Aku Adzab dia. (HR. Muslim).

Diantara azab Allah itu dijelaskan dalam Hadits Hasan. Riwayat Bukhari di dalam al-Adabul Mufrad, no. 557; Tirmidzi, no. 2492; Ahmad, 2/179; dan Nu’aim bin Hammad di dalam Zawaid Az-Zuhd, no. 151: “Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. 

Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan)”. betapa hinadinanya kita.

Tawadhu Obatnya
Setiap penyakit ada obatnya, maka penyakit sombong obatnya adalah Tawadhu’ atau rendah hati. Sebagai sabda Rasulullan SAW, “Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tidak seorang pun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain” (HR Muslim no. 2865). 

Dan juga hadits Dari 'Iyadl bin Hammad RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepada saya agar supaya kamu sekalian bertawadlu', sehingga seseorang tidak merasa sombong terhadap yang lain dan seseorang tidak pula berbuat dhalim terhadap yang lain". [HR. Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 557].

Secara bahasa atau harfiah, kata Tawadhu’ berarti “Ketundukan” atau “Rendah Hati”, adapun katanya berasal dari kata Tawadha’atil Ardhu’, yang berarti “Tanah itu lebih rendah dari pada tanah yang ada di sekelilingnya”. Maknanya yaitu merasa lebih rendah dari pada orang lain di hadapan Allah SWT. 

Sedangkan menurut istilah Tawadhu’ yaitu: Bersikap tunduk atau dengan kata lain patuh terhadap otoritas kebenaran. Kebenaran tersebut yang diiringi rasa bersedia menerima kebenaran dari siapa saja. Baik dari orang yang lebih tinggi kedudukan atau derajatnya dan dari orang yang lebih rendah kedudukan atau derajatnya. Baik dalam keadaan hati yang ridho maupun saat hati dalam keadaan marah.
    
Barangsiapa tawadlu' (bersikap rendah diri) kepada Allah Subhanah satu derajat, niscaya Allah akan mengangkatnya satu derajat, & barangsiapa bersikap sombong kepada Allah satu derajat, maka Allah akan merendahkan satu derajat hingga derajat yg paling hina. [HR. ibnumajah No.4166].

Semoga tidak ada sedikitpun kesombongan dihati kita, mari kita senantiasa tawaddhu’ atau rendah hati, didepan manusia insha Allah kita akan ditinggikan derjat kita disisi Allah, biarlah makhluk tidak kenal kita tetapi Allah dan malaikatNya senantiasa mengenal  kita, Insha Allah. (*)

 Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]