Waduh! Ada Pungli Urang Bagak di SPBU Bypass KTK Kota Solok


Selasa, 19 Mei 2020 - 11:46:35 WIB
Waduh! Ada Pungli Urang Bagak di SPBU Bypass KTK Kota Solok Lokasi SPBU Bypass KTK yang saban hari mengantri mendapatkan BBM premium. Alfian

HARIANHALUAN.COM -- Pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bypass KTK, Kota Solok tidak nyaman lagi karena ada 'urang bagak' melakukan pungutan liar (Pungli) di lokasi SPBU itu dengan dalih uang keamanan. Pungli yang dilakukan pada sopir memang tidak banyak, hanya Rp10 ribu per kendaraan, rata-rata yang dipungut itu adalah sopir lansiran.

Melansir merupakan istilah baru di SPBU, dimana sejak tidak boleh membeli premium dengan jeriken yang hendak dijual eceran, maka untuk mendapatkan BBM premium diakali dengan kendaraan roda empat dan roda dua yang tangki minyaknya dimodifikasi. Bagi pemilik kios pengecer yang tidak punya kendaraan roda empat, peluang itu dimanfaatkan pemilik kendaraan dengan membeli BBM ke SPBU kemudian dijual lagi ke pengecer.

Mereka yang melakoni profesi melansir baik yang terjun langsung dengan mobil sendiri maupun sebagai agen menjadi sasaran empuk oleh 'urang bagak' tadi. Mereka meminta uang Rp10 ribu per kendaraan. Dan, orang-orang bagak itu hafal sekali mana yang kendaraan yang melansir ataupun yang tidak dan untuk operasional sehari-hari.

Dari pantauan di lapangan, begitu BBM premium masuk, orang-orang bagak ini sudah mangkal disamping salah satu kantor Parpol. Kemudian, setelah jadwal pengisian BBM berjalan, dia langsung menghampiri sopir kendaraan. Setiap hari itu ada sekitar 30 sampai 40 kendaraan melansir dan antri bersamaan dengan yang lain.

Manejer SPBU Bypass di KTK, Wendi yang ditanya harianhaluan.com tidak mengetahui ada aktifitas seperti itu. Kalau ada yang namanya pungli, bisa dilaporkan ke polisi. Wendi sendiri ketika ditanya soal keamanan dan kenyamanan konsumen pemilik kendaraan yang mebeli BBM di SPBU nya sepertinya lepas tangan. 

Padahal apapun kegiatan yang merugikan konsumen dalam wilayah SPBU adalah tanggung jawabnya melalui petugas Satpam. "Ya maklum sajalah," kata Wendi singkat.

Sementara di SPBU lainnya seperti Pandan Ujung, Bandar Panduang dan Koto Baru tidak ditemukan praktek pungli oleh orang bagak. Apa karena pemilik orang Solok? Namun menurut seorang tokoh pemuda di Koto Baru dan Pandan Ujung, mereka merasa malu menerjuni profesi itu. Biar banting tulang dan peras keringat tapi hasilnya halal. (*)

Reporter : Alfian /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]