Yakin Mau Belanja ke Pasar untuk Lebaran? Ini Bahayanya


Selasa, 19 Mei 2020 - 13:00:55 WIB
Yakin Mau Belanja ke Pasar untuk Lebaran? Ini Bahayanya Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Ahli epidemiologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Panji Fortuna Hadisoemarto meminta masyarakat berhati-hati dan waspada akan bahaya penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 di pusat niaga seperti pasar dan toko swalayan. Apalagi, saat ini banyak warga di beberapa daerah yang tidak mematuhi peraturan kesehatan dengan memenuhi toko pakaian ataupun pusat niaga lain.

Menurut Panji, gelombang pertama yang belum selesai ini juga berpotensi naik drastis jika tidak ada pengetatan PSBB, bahkan ada rencana pelonggaran PSBB di Jawa Barat. "Apalagi, saat ini sudah banyak warga yang kembali berbelanja untuk keperluan Lebaran. Ini bisa memperluas penyebaran,” ujar Panji di Kota Bandung, Selasa (19/5).

Panji mengatakan, penyebaran virus di pusat niaga seperti toko baju sangat mudah karena droplet dari pembawa virus (carrier) bisa menempel di permukaan benda-benda yang ada di pusat perniagaan. Jika permukaan benda yang terkena droplet ini disentuh, virus dapat berpindah dan menginfeksi orang yang menyentuhnya.

“Potensi penyebaran (di pusat niaga) tinggi. Bayangkan masyarakat menganggap situasi saat ini normal dengan berdesakan di toko baju, toko emas, tanpa mempertimbangkan protokol kesehatan. Ini sangat meningkatkan risiko penularan,” kata Panji.

Panji mengatakan, pergerakan dan kontak anggota masyarakat menjadi kunci dalam menekan kasus Covid-19 di Jawa Barat. Semakin kecil persentase pergerakan masyarakat, pandemi Covid-19 semakin cepat ditanggulangi. Hal tersebut didapat berdasarkan permodelan yang dia buat. 

Dia membuat simulasi bagaimana Covid-19 akan menyebar di Jabar dalam beberapa skenario. Yang pertama, skenario kondisi sekarang. "Nampaknya, walau PSBB sudah berhasil menurunkan transmisi, tetapi ada sisa transmisi yang menyebabkan kita masih melihat ada kasus baru setiap hari," kata Panji. 

Sebaliknya, menurut dia, jika pergerakan masyarakat tidak dapat ditekan lebih kecil, pandemi Covid-19 baru bisa teratasi sampai tiga tahun mendatang. Untuk itu, Panji merekomendasikan kepada pemerintah daerah (pemda) Provinsi Jabar agar pergerakan masyarakat terus ditekan. 

"Intinya, PSBB ini kalau saya simulasikan dengan pengetatan sedikit lagi saja, itu bisa mempercepat habisnya wabah Covid-19 di Jabar, bahkan dalam waktu kurang dari satu bulan," kata Panji.(*)

 Sumber : republika /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 27 Mei 2020 - 18:53:31 WIB

    Optimis! Telkom Yakin Digital Jadi Penopang Bisnis Masa Depan

    Optimis! Telkom Yakin Digital Jadi Penopang Bisnis Masa Depan HARIANHALUAN.COM - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) secara konsolidasi membukukan laba bersih Rp 18,66 Triliun pada 2019. Perolehan laba ini didukung oleh pesatnya pertumbuhan Digital Business Telkomsel dan IndiHome s.
  • Selasa, 18 Februari 2020 - 12:12:50 WIB

    Peringkat Kemudahan Usaha RI Naik Jadi 53, Yakin?

    Peringkat Kemudahan Usaha RI Naik Jadi 53, Yakin? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menargetkan kemudahan berusaha (Ease of Doing Business/EoDB) Indonesia mampu mencapai peringkat 53, atau minimal 60 pada 2020. Ini se.
  • Jumat, 10 Juni 2016 - 03:18:32 WIB
    Jika Rambah Masyarakat Bawah

    Industri Keuangan Syariah Diyakini Berkembang

    Industri Keuangan Syariah Diyakini Berkembang PADANG, HALUAN — Sektor industri keuangan syariah harus merambah ke lapisan bawah masyarakat Indonesia jika ingin berkembang. Alasannya, karena saat ini pangsa pasarnya masih lima persen. Artinya, industri keuangan syariah .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]