Dampak Corona, Industri Makanan dan Minuman Siapkan Skenario Terburuk


Selasa, 19 Mei 2020 - 16:01:14 WIB
Dampak Corona, Industri Makanan dan Minuman Siapkan Skenario Terburuk Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S. Lukman membeberkan skenario terburuk atas pertumbuhan industri tahun ini. 

Skenario tersebut disiapkan melihat kondisi industri yang tengah menghadapi dampak dari pandemi virus Corona (COVID-19).

Adhi mengatakan, industri makanan dan minuman Indonesia pada umumnya mengalami pertumbuhan hingga 7% atau lebih setiap tahunnya. Namun, di tahun 2020 ini ia memprediksi pertumbuhan industri makanan dan minuman hanya mentok di level 4-5%.

"Di kuartal I-2020 kita hanya tumbuh 3,94%. Nah perkiraan kami pertumbuhan 2020 kemungkinan hanya 4-5%. Di mana awalnya pada Februari kita masih optimis 8-9%. Tapi itu harus kita tinggalkan, kita akan masuk ke dalam pertumbuhan yang rendah," ungkap Adhi dalam diskusi online MarkPlus Industry Roundtable, Selasa (19/5/2020).

Salah satu latar belakang dibalik penyusunan skenario terburuk itu adalah penurunan konsumsi rumah tangga Indonesia yang sangat drastis yakni 2,84% pada kuartal I-2020 dibandingkan tahun 2019 (year on year).

"Situasi sangat mendadak, dan kali ini dengan COVID-19 ini konsumsi rumah tangga itu pertumbuhannya turun sekali, biasanya 5%, dan di kuartal I-2020 ini hanya 2,84%. Dan konsumsi rumah tangga itu dikontribusi oleh food and beverage dan health care itu sangat signifikan 44%," papar dia.

Selain itu, bulan Ramadan dan juga Lebaran yang biasanya diandalkan sebagai penopang pendapatan industri makanan dan minuman, tak berlaku lagi di tahun ini.

"Kita kelihatan no festive hari ini. Saya sudah cek kemarin, hampir tidak ada order untuk festive puasa dan Lebaran. Padahal banyak industri makanan dan minuman yang mengandalkan festive sebagai pendapatan setahun untuk menutupi kebutuhan biaya-biaya satu tahun dalam industri makanan dan minuman," terang Adhi.

Sebut saja produsen sirop dan biskuit yang sangat mengandalkan momen bulan Ramadan dan Lebaran. "Seperti produk-produk untuk puasa dan Lebaran itu sirop, biskuit, dan sebagainya. Ini yang menjadi masalah," ucapnya. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 04 Juni 2020 - 12:08:06 WIB

    Tahan Laju Kemiskinan Dampak Covid-19, Pemerintah Lakukan Ini

    Tahan Laju Kemiskinan Dampak Covid-19, Pemerintah Lakukan Ini HARIANHALUAN.COM - Pemerintah kembali merevisi postur APBN 2020 dalam Perpres Nomor 54 tahun 2020 untuk kedua kalinya karena merespons ketidakpastian dari dampak COVID-19 agar laju kemiskinan dan pengangguran bisa ditahan seh.
  • Rabu, 03 Juni 2020 - 11:28:12 WIB

    Sekitar 350 Travel Kena Dampak Pembatalan Keberangkatan Haji

    Sekitar 350 Travel Kena Dampak Pembatalan Keberangkatan Haji HARIANHALUAN.COM - Ketua Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Sathu) Fuad H Mansyur mengatakan 350 travel haji dan umrah terkena dampak pembatalan pemberangkatan jamaah haji pada 2020.
  • Selasa, 02 Juni 2020 - 16:15:20 WIB

    Ngerinya Dampak Corona, Ekonomi RI Diramal Tak Tumbuh

    Ngerinya Dampak Corona, Ekonomi RI Diramal Tak Tumbuh HARIANHALUAN.COM - World Bank memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 ini akan berada di bawah 5%. Parahnya lagi, ekonomi Indonesia bisa tak tumbuh sama sekali alias 0% karena wabah yang melanda..
  • Selasa, 02 Juni 2020 - 12:43:29 WIB

    Begini Dampaknya Saat Ibadah Haji 2020 Ditiadakan

    Begini Dampaknya Saat Ibadah Haji 2020 Ditiadakan HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Indonesia tidak memberangkatkan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441 Hijriah atau 2020 Masehi. Keputusan ini disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi dalam telekonferensi, Selasa.
  • Jumat, 29 Mei 2020 - 16:57:53 WIB

    Dampak BPJS Naik Bakal Banyak yang Turun Kelas, Ini Bahayanya

    Dampak BPJS Naik Bakal Banyak yang Turun Kelas, Ini Bahayanya HARIANHALUAN.COM - Pemerintah telah menaikkan kembali iuran BPJS Kesehatan, per Juli nanti kelas I dan II akan naik besaran iurannya. Opsi penurunan kelas pun diberikan oleh pemerintah bagi yang tak lagi mampu membayar iuran .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]