Pengunjung Pasar Raya Tak Pakai Masker, Siap-siap Terima Hukuman Ini


Selasa, 19 Mei 2020 - 16:43:48 WIB
Pengunjung Pasar Raya Tak Pakai Masker, Siap-siap Terima Hukuman Ini Petugas Dishub dan Satpol PP di posko cek poin Pasar Raya Padang.

HARIANHALUAN.COM - Akses jalan masuk menuju Pasar Raya Kota Padang sudah mulai diberlakukan cek poin selama kurang lebih seminggu ke belakang. Sejumlah personel Satuan Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan dan kepolisian berjaga di area jalur masuk pasar.

Kasi Operasional Dishub Kota Padang, Syahrizal mengatakan, pelaksanaan cek poin ini dalam rangka memutus mata rantai Covid-19. Terlebih saat ini, penularan terbanyak wabah Corona berasal dari klaster Pasar Raya Padang.

"Kita mencoba menerapkan aturan disiplin kepada pengunjung pasar raya minimal memakai masker ketika masuk pasar," katanya, Selasa (19/5/2020).

Diakui Syahrizal, penerapan aturan memakai masker sudah diterapkan beberapa hari ke belakang, pengunjung pasar raya yang tidak memakai masker, maka disuruh mengambil sampah dengan memakai jaket plastik bertuliskan 'Pelanggar PSBB'.

Tujuan pelaksanaan hukuman ini, agar menimbulkan efek jera dan rasa malu bagi masyarakat yang masih bandel dengan aturan cek poin guna pemutusan rantai Covid-19 di tengah masyarakat. "Kita pantau di lapangan, beberapa dari pelanggar dengan senang hati melaksanakan hukuman karena mereka sadar dengan kesalahannya," katanya.

Syahrizal mengatakan, walaupun sudah ada aturan sanki bagi pelanggar PSBB, namun ia mengaku belum menerapkan denda dikarenakan perekonomian masyarakat saat ini semakin susah. "Kita tidak ingin membebankan masyarakat, cukup kita minta kesadaran mereka saja, atau bagi yang tidak pakai masker kita suruh balik lagi, apalagi dalam penopang perekonomian masyarakat masih dibantu oleh pemerintah, alhamdulillah mereka menerima karena ini sudah aturannya," tambahnya.

Untuk mobil yang memiliki kapasitas lebih 50 persen penumpang tetap diperiksa, bagi penumpang yang duduk di depan disuruh untuk pindah ke belakang, serta hanya boleh penumpang maksimal lima sampai enam orang di dalam mobil. 

"Namun yang di temukan di lapangan saat ini penumpang itu sendiri yang tidak ada, jadi tanpa kita sadari mereka sudah ikut aturan kita, jadi yang pergi ke pasar kebanyakan orang yang memang butuh untuk keperluan rumah tangganya," katanya.

Bagi kendaraan roda dua tetap boleh berboncengan asal memakai masker dan sama-sama satu domisili masih diberikan toleransi, namun bagi yang tidak disuruh pulang atau temannya tinggal di pos dan yang satunya baru belanja ke pasar.

Khusus bagi bus atau truk pembawa sembako, untuk memastikan tetap aman maka dicek suhu tubuhnya, jika ada yang panas tinggi, maka pihak pos jaga akan menghubungi dinas kesehatan.

Diakui Syahrizal, Pelaksanaan ini belum tahu sampai kapan pelaksanaannya, yang pasti akan terus dilaksanakan sampai ada perintah lanjutan dari atasan. Sama halnya dengan di perbatasan, petugas tetap berjaga dengan dibagi kedalam tiga shift jaga di daerah Lubuk Buaya, Anak Air,  Simpang Bungus dan Panorama. (*)

Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]