Berikut Aturan Pelaksanaan Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19 Menurut MUI Sumbar


Selasa, 19 Mei 2020 - 20:08:22 WIB
Berikut Aturan Pelaksanaan Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19 Menurut MUI Sumbar Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar. Dok. Jawapos

HALUANHARIAN.COM -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar menjelaskan aturan pelaksanaan Idulfitri ditenggah pandemi covid-19.

"Penyelenggaraan IdulFitri 1441 H di Sumatra Barat tetap tidak keluar dari ketentuan - ketentuan Maklumat MUI Sumbar sesuai Nomor: 007/MUI-SB/IV/2020," ungkap Buya Gusrizal Gazahar, Selasa (19/5).

Ketentuan-ketentuan tersebut antara lain, masih tetap ada udzur syar'i untuk tidak melakukan ibadah sholat berjamaah baik di lapangan maupun di masjid, mengingat perkembangan penularan Covid-19 di Sumatera Barat.

Bagi daerah-daerah yang tidak terdapat anggota masyarakat positif tertular Covid-19 atau telah menunjukkan terkendalinya penularan wabah Covid-19, maka salat Idul Fitri BISA DITUNAIKAN selama ada jaminan dan pengawasan dari pemerintah setempat.

Apabila tidak ada jaminan tersebut, maka MUI Sumbar TIDAK MEREKOMENDASIKAN penyelenggaraan sholat Idul Fitri 1441 H secara berjamaah di lapangan maupun di masjid.

Disamping itu, Buya Gusrizal menambahkam Pemerintah daerah berkewajiban memfasilitasi kaum muslimin untuk menjalankan ibadah yang menjadi syi'ar agama Islam dan harus berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi umat dari penularan wabah Covid-19 pada daerah-daerah yang terkendali dengan bersama-sama menggerakkan masyarakat untuk melakukan karantina terhadap wilayah mereka.

"Kewajiban ini adalah amanah dari Allah swt dan Konstitusi Negara Republik Indonesia," jelasnya.

Kepada umat Islam di Sumatera Barat, MUI Sumbar menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan ibadah berjamaah yang berpotensi untuk mengumpulkan orang banyak, termasuk untuk pelaksanaan sholat Idulfitri, agar memperhatikan syarat-syarat yang telah ditetapkan MUI.

"Syarat-syaratnya antara lain, ada penetapan pejabat berwenang bahwa daerah tersebut merupakan daerah yang tidak sedang mewabahnya Covid-19; Daerah tersebut telah ditutup akses pintu masuk/keluar-nya sehingga tidak memungkinkan bercampur orang yang sehat dengan orang yang sakit; Panitia yang menyelenggarakan ibadah dapat memastikan bahwa yang hadir menunaikan ibadah adalah jamaah setempat dan tidak bercampur dengan jamaah dari luar; Untuk menghindari terlalu banyaknya jumlah jamaah yang terlibat dalam salat Idulfitri maka MUI Sumatera Barat meminta agar panitia pelaksana meyelenggarakannya di beberapa tempat," jelasnya lebih lanjut.

Selain itu, Jamaah juga dianjurkan membawa sajadah masing-masing, merenggangkan shaff ketika salat. Pelaksanaan Salat dan Khutbah ditunaikan secara “iqtishad” (sederhana) dengan membaca ayat-ayat pendek serta meringkaskan khutbah.

Kepada MUI Kabupaten/ Kota se Sumatera Barat juga diimbau agar senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

Kaifiyyat pelaksanaan salat Ied di rumah adalah sama sebagaimana halnya pelaksanaan di lapangan atau di masjid, baik dari segi jumlah rakaat maupun jumlah takbirnya (7 kali takbir pada rakaat pertama selain takbiratul ihram dan 5 kali takbir pada rakaat kedua selain takbiratul qiyam), namun tidak disyaratkan khutbah sesudahnya. (*)

loading...
Reporter : Yessi Yeswita /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]