Masih Mau Mudik? Siap-siap Kena Denda Rp100 Juta


Selasa, 19 Mei 2020 - 22:21:01 WIB
Masih Mau Mudik? Siap-siap Kena Denda Rp100 Juta Pemprov DKI Perketat Penjagaan Larangan Mudik (CNBC Indonesia TV)

HARIANHALUAN.COM -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa kebijakan larangan mudik tetap berlaku, bahkan pengawasannya mulai diperketat. Demikian juga mengenai sanksi yang diberikan kepada para pelanggar.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menegaskan bahwa pemberian sanksi dilakukan oleh petugas yang melakukan penegakan hukum di lokasi. Dalam hal ini sanksi diberikan oleh pihak kepolisian.

"Sementara untuk sanksi di jalan ini, itu wewenangnya ada di kepolisian. Pihak kepolisian ini juga sebenarnya satu frekuensi sama kita bahwa ini harus ditegakkan aturannya," kata Adita di Jakarta, dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (19/5/20).

Sanksi terberat mengacu ke UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Bila dilihat dari aturan tersebut, dalam pasal 93 disebutkan ada hukuman kurungan paling lama setahun dan denda maksimal hingga Rp 100 juta.

"Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)" bunyi pasal 93 yang dikutip CNBC Indonesia.

Sementara itu, dalam Pasal 9 ayat (1) menyebutkan, setiap orang wajib mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan. Namun, Adita menggarisbawahi mengenai pemberian sanksi ini.

"Ini kan sanksi maksimal. Bahwasannya nanti di lapangan akan seperti apa, ini adalah diskresi dari kepolisian," urainya.

Adita tidak menjelaskan apa sanksi denda dan kurungan penjara selama ini sudah pernah diberikan kepada para pelanggar. Namun, dia menegaskan bahwa penegakan hukum tetap dijalankan.

"Yang ada sekarang memang lebih banyak tilang dan dikembalikan ke daerah asalnya," tuturnya. (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 29 Mei 2020 - 07:25:32 WIB

    Tak Cuma Sembako, Masih Banyak Jenis Bantuan Pemerintah Selama Covid-19

    Tak Cuma Sembako, Masih Banyak Jenis Bantuan Pemerintah Selama Covid-19 HARIANHALUAN.COM -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah meliris informasi terkait skema pemberian bantuan untuk masyarakat terdampak pandemi virus COVID-19 pada Kamis 28 Mei 2020. Patut dipahami, bahwa terdapa.
  • Rabu, 27 Mei 2020 - 15:30:47 WIB

    Meski Dibuka 5 Juni Nanti, Masyarakat Mengaku Masih Takut ke Mal

    Meski Dibuka 5 Juni Nanti, Masyarakat Mengaku Masih Takut ke Mal HARIANHALUAN.COM - Sejumlah masyarakat mengaku tak semangat lagi mengunjungi pusat perbelanjaan alias mal di ibu kota meski ada wacana akan dibuka kembali pada 5 Juni mendatang. Mereka masih khawatir untuk bepergian ke tempat.
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 19:52:45 WIB

    Mahfud MD Sebut "New Normal" Masih Wacana

    Mahfud MD Sebut HARIANHALUAN.COM - Kebijakan tentang tatanan hidup baru atau New Normal hidup berdamai dengan pandemi Covid-19 masih sebatas wacana. Hal tersebut, disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhu.
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 14:44:47 WIB

    Sabar Bunda, Jadwal Masuk Sekolah Masih Belum Jelas

    Sabar Bunda, Jadwal Masuk Sekolah Masih Belum Jelas HARIANHALUAN.COM -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan perlu mempertimbangkan ulang dalam menentukan tahun ajaran baru di tengah masih mewabahnya pandemi Covid-19..
  • Senin, 25 Mei 2020 - 16:27:00 WIB

    Soal Pasien Covid-19 Tembus 20.000, Luhut: Masih Dalam Batas Normal

    Soal Pasien Covid-19 Tembus 20.000, Luhut: Masih Dalam Batas Normal HARIANHALUAN.COM - Berdasarkan data 24 Mei 2020, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 22.271 orang, terjadi penambahan sebanyak 526 orang dari data sebelumnya..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]