Vaksin Corona Ditemukan, Pasar Keuangan Bakal Bergairah


Rabu, 20 Mei 2020 - 04:22:06 WIB
Vaksin Corona Ditemukan, Pasar Keuangan Bakal Bergairah Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pasar keuangan Indonesia bergerak volatil pada perdagangan hari Senin kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkali-kali masuk zona merah dan hijau, hingga akhirnya ditutup menguat. Sementara pasar obligasi pemerintah dan nilai tukar rupiah juga menguat.

Kemarin, IHSG menguat tipis 3,45 poin atau sebesar 0,08% ke level 4.511,06 setelah bergerak volatil di tengah beragam sentimen dari harapan kehidupan new normal hingga tensi trade war AS-China.

Berdasarkan catatan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi pada perdagangan Senin kemarin sebesar Rp 6,51 triliun, kendati investor asing lagi-lagi jual bersih (net sell) mencapai Rp 669,39 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Kenaikan tipis IHSG kemarin terdorong oleh harapan kehidupan new normal setelah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginformasikan penerbitan Surat Menteri BUMN Nomor S-336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020. Bersama dengan surat tersebut disampaikan simulasi tahapan pemulihan kegiatan #COVIDSafe BUMN yang dilakukan dalam beberapa fase.

Di pasar obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) juga terapresiasi di tengah minat investor untuk yield atau imbal hasil yang lebih tinggi.

Sentimen pelaku pasar yang cukup bagus membuat modal kembali mengalir ke pasar obligasi Indonesia. Pemerintah yang berencana memutar kembali roda perekonomiannya membuat aset-aset dalam negeri menguat.

Data Refinitiv menunjukkan penguatan harga surat utang negara (SUN) tercermin dari empat seri acuan (benchmark). Keempat seri tersebut adalah FR0081 bertenor 5 tahun, FR0082 bertenor 10 tahun, FR0080 bertenor 15 tahun dan FR0083 bertenor 20 tahun.

Seri acuan yang paling menguat kemarin adalah FR0083 yang bertenor 20 tahun dengan penurunanyield 6,60 basis poin (bps) menjadi 8,10%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.

Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield turun, begitupun sebaliknya. Yield menjadi acuan keuntungan investor di pasar surat utang dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka. (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]