Investigasi Dugaan Eksploitasi ABK WNI Masih dalam Proses, Kedubes China : Pihak Terkait Harus Tanggung Jawab


Rabu, 20 Mei 2020 - 14:28:16 WIB
Investigasi Dugaan Eksploitasi ABK WNI Masih dalam Proses, Kedubes China : Pihak Terkait Harus Tanggung Jawab Foto Bendera China

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Juru Bicara Kedutaan Besar China untuk Indonesia mengatakan investigasi masalah yang melibatkan ABK WNI di sebuah kapal perikanan China masih dalam proses. China mendorong agar pihak terkait menjalankan tanggung jawabnya.

"Tiongkok sangat mementingkan masalah yang melibatkan ABK WNI di sebuah kapal perikanan, sedang menjaga komunikasi erat lewat jalur bilateral (Indonesia-China), dan sudah memberitahukan pihak Indonesia mengenai hasil investigasi dasar," kata Juru Bicara Kedubes China dalam laman resminya, Rabu (20/5/2020).

"Investigasi komprehensif yang lebih lanjut masih dalam proses," tulisnya.

China tetap mendorong pihak terkait agar bertanggung jawab. Semata-mata agar masalah ini bisa diselesaikan secepat mungkin.

"China berkenan bersama pihak Indonesia untuk terus mendorong pihak-pihak yang terkait menjalankan tanggung jawab masing-masing dan menjaga komunikasi secara proaktif, agar masalah yang terkait dapat diselesaikan secepat dan sebaik mungkin berdasarkan hukum dan peraturan serta kontrak komersial," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Retno LP Marsudi mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah China perihal dugaan eksploitasi WNI yang bekerja sebagai ABK Kapal Long Xing 629. Retno mengatakan pemerintah China menyampaikan akan memberikan atensi khusus pada kasus tersebut.

"Dari pertemuan Dubes RI di Beijing dengan Dirjen Asia Kementerian Luar Negeri RRT, pemerintah RRT menyampaikan bahwa mereka memberikan perhatian khusus atas kejadian ABK," kata Retno dalam konferensi pers virtual, Minggu (10/5/2020).

Retno mengatakan pemerintah China juga mengaku tengah melakukan investigasi perusahaan yang memperkerjakan para WNI ABK itu.

"Dan (pemerintah China) sedang melakukan investigasi terhadap perusahaan perikanan Tiongkok yang memperkerjakan ABK Indonesia," ujarnya.

Untuk diketahui, penderitaan WNI yang bekerja di kapal tersebut mulanya dilaporkan TV MBC asal Korea Selatan, yang meliput langsung tatkala kapal tersebut bersandar di Busan, Korea Selatan beberapa hari lalu. Para ABK WNI telah direnggut kebebasannya, bekerja dengan kondisi tidak layak, hak atas hidupnya direnggut serta jenazah WNI yang meninggal tidak dikubur di daratan, tetapi dibuang ke laut. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]