Gara-gara Uang Adat, Dua Keluarga Bentrok dan Saling Lapor Polisi


Rabu, 20 Mei 2020 - 15:55:17 WIB
Gara-gara Uang Adat, Dua Keluarga Bentrok dan Saling Lapor Polisi ilusrasi penganiayaan

HARIANHALUAN.COM -- Dua warga Nagari Koto Padang yang masih ada hubungan keluarga saling lapor ke Mapolsek Koto Baru, Sabtu (16/5/2020) malam. Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah melalui Kasat Reskrim Polres Dharmasraya, AKP Suyanto, membenarkan kejadian tersebut. 

Laporan polisi itu dibuat oleh Baharudin (65), warga Jorong Pinang Gadang, Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat. Dia melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Rahu (18), warga Jorong Rawang Sungai, nagari yang sama dengan pelapor dengan lokasi kejadian di Musala Al Muhajirin.

Dalam laporan disebut aksi penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (16/5/2020) sekitar Pukul 20.00 WIB. Saat itu korban melaksanakan Salat Tarawih berjamaah di Musala Al Muhajirin. Kemudian, datang terlapor langsung mengedor pintu musala yang dalam keadaan terkunci setelah korban selesai melaksanakan salat.

Sambil menggedor pintu, kemudian datang tersangka dengan marah-marah dan mempertanyakan masalah uang pembagian sawit KUD milik suku. Tersangka pun langsung memukul korban, tapi pukulannya meleset dan mengenai pintu. Sesuai hasil visum, memang tidak ada lebam atau memar, hanya luka lecet akibat benda tajam atau tumpul.

Ditambahkan Kapolsek, awal permasalahannya berkaitan dengan uang yang dari plasma PT. AWB dalam yang diberikan setiap tahun untuk KK dari suku patopang dengan masing-masing mendapat Rp550 ribu per KK. Begitu juga dengan keluarga tersangka mendapatkan Rp550 ribu yang dibagian oleh Dt. Tan Ameh selaku ninik mamak suku patopang.

Tapi, uang tersebut diambil oleh Baharudin, dimana diketahui tersangka belum membayar utang adat yang berkaitan dengan aksi penganiayaan yang diselesaikan di Polres Dharmasraya secara adat dengan membantai seekor kambing dan uang Rp500 ribu. "Setelah diinterogasi petugas, Rahu mengakui uang tersebut belum dibayar," ujarnya.

Namun, masalah itu tidak sampai disitu saja. Sepulang dari Mapolsek, anak korban yang bernama Ali Alatas menyerang orangtua Rahu dengan melakukan pengeroyokan. Orangtua Rahu pun membuat laporan polisi dan kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. (*)

Reporter : Maryadi /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]