2 Tahun Berjalan, Supreme Energy Membina Eks Pemilik Lahan Terdampak Ekonomi


Rabu, 20 Mei 2020 - 16:02:12 WIB
2 Tahun Berjalan, Supreme Energy Membina Eks Pemilik Lahan Terdampak Ekonomi Relations Supervisor SEML Bujang Joan Dt Panyalai saat me meninjau panen pado eks pemilik lahan. 

SOLOKSELATAN, HARIANHALUAN.COM - Telah dua tahun berjalan dilakukan pemberdayaan dan pembinaan untuk meningkatkan perekonomian eks warga pemilik lahan (Hak Guna Usaha) yang terdampak proyek Geothermal PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML).

Pihak SEML dalam upaya meningkatkan perekonomian warga eks pemilik lahan HGU perusahaan, menggandeng organisasi nirlaba Anwar Muhammad Foundation (AMF) jangka waktu tiga tahun dan sudah berjalan dua tahun sejak 2018.

Relations Supervisor SEML Bujang Joan Dt Panyalai melalui Relation, M. Roza mengatakan pemberdayaan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatan ekonomi terhadap eks line owner (mantan pemilik lahan) lokasi proyek yang mengalami dampak penurunan ekonomi, berjumlah sekitar 56 Kepala Keluarga (KK).

"Eks pemilik lahan tersebut, setelah dilakukan survei ulang ternyata terdampak ekonomi atau terjadi penurunan aset terutama di sisi aset finansial dikarenakan kurang cermatnya pengelolaan keuangan, setelah penggantian lahan di masa awal proyek," kata M.Roza pada Harianhaluan.com, Rabu (20/5/2020).

Sehingga, kata M. Roza pihak perusahaan merasakan beban moril dan memberikan pemberdayaan terhadap eks pemilik lahan yang terdampak secara ekonomi, supaya bisa tumbuh dan berkembang di sektor finansial.

Ia mengakui, bentuk kepedulian perusahaan tersebut bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR), dengan mengusung program pemberdayaan Areal Pelatihan Pertanian Terpadu (APPT) berjangka tiga tahun. 

"Dalam pengerjaan program tersebut, SEML libatkan organisasi nirlaba profesional AMF yang pernah sukses menangani masyarakat terdampak Tsunami di Aceh dan peningkatan taraf hidup masyarakat terdampak pembangunan jalan Tol Cipalai di Jawa Barat," lanjutnya.

Adapun sektor pemberdayaan yang diberikan meliputi, bidang pertanian, peternakan dan manajemen bisnis perdagangan, dimana modal usaha yang diberikan berupa dana hibah yang dijadikan modal awal usaha dan dipantau perkembangannya secar berkala. 

"Eks pemilik lahan itu diberikan modal usaha pertanian, peternakan dan perdagangan. Lalu, dilatih mulai dari perencanaan hingga manajemen bisnis dan mekanisme pengelolaan keuangan secara menyeluruh, sehingga usaha tersebut menghasilkan dampak pertumbuhan ekonomi," lanjutnya.

Pihaknya mencontohkan, disektor pertenakan, warga itu diberikan modal mulai dari pembelian hewan ternak dan pakan ternak. Kemudian, secara rutin dilakukan pemantauan berkala hingga berkembang dan menghasilkan. Begitupun disektor perdagangan dan pertanian, dibina hingga menghasilkan berkelanjutan.

"Alhamdulillah dua tahun berjalan, grafik perekonomian mereka menunjukkan trend positif. Hasilnya untuk warga namun harus berkelanjutan. Artinya, sektor modal terus mengalami peningkatan," sebutnya. (*)

Reporter : Jefli /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]