Guspardi Minta Pemerintah Jangan Buru-buru Terapkan "New Normal"


Rabu, 20 Mei 2020 - 18:55:41 WIB
Guspardi Minta Pemerintah Jangan Buru-buru Terapkan Guspardi Gaus

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota DPR RI Fraksi PAN Drs. H. Guspardi Gaus, M.Si mengungkapkan, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan masyarakat usia di bawah 45 tahun untuk kembali menjalankan aktivitasnya. Kebijakan itu dikenal dengan "New Normal". 

Sebelumnya, semua orang tanpa memandang kelas usia, diminta untuk tetap tinggal di rumah demi memotong rantai persebaran virus corona penyebab Covid-19 sesuai dengan panduan protokoler PSBB. Tahapan baru inilah yang disebut sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru. 

Masyarakat nantinya dapat kembali beraktivitas normal dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Kehidupan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu adalah sebuah
keniscayaan," ujar Guspardi

Berangkat dari hal tadi, Guspardi yang merupakan politisi PAN ini meminta, pemerintah agar lebih fokus dalam memerangi Covid-19 yang kian hari terus bertambah dan entah kapan akan hilangnya.

"Pemerintah seyogyanya fokus pada penanganan agar angka kasus Covid-19 menurun signifikan. Jika jumlah kasus positif tak menurun, sebaiknya pemerintah mengurungkan niatnya dulu untuk menerapkan kebijakan "New Normal" dan melonggarkan pembatasan sosial berskala
besar (PSBB)," tutur Guspardi.

Kalau pemerintah menggunakan argumen WHO untuk fase New Normal, sambung dia, maka pemerintah harus mengingat sejumlah syarat yang diwajibkan oleh WHO jika ingin melonggarkan pembatasan. Yakni, negara harus mampu mengendalikan penyebaran virus corona hingga mengalami angka
penurunan. Lalu, negara juga harus mampu melacak dini, isolasi, hingga tes secara masif.

Ketiga, negara harus bisa menekan potensi penularan corona di tempat-tempat rawan. Terakhir, berbagai tempat publik seperti sekolah dan perkantoran harus bisa menerapkan protokol pencegahan COVID-19.

Anggota DPR asal Sumatera Barat ini menambahkan, pemerintah jangan terburu-buru menerapkan kebijakan new normal ini. Memang harapan pemerintah penerapan kebijakan ini akan dapat memacu dan menggerakkan lagi roda ekonomi, tetapi menurut dia keselamatan jiwa rakyat
tetap harus jadi prioritas utama dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sebelumnya beberapa kebijakan pemerintah menuai banyak masalah setelah dilaksanakan di lapangan. Pelonggaran PSBB tidak berjalan sesuai dengan protokol kesehatan. Seperti kebijakan membolehkan transportasi umum beroperasi kembali telah membuat penunumpukuan penumpang yang penuh sesak di Bandara Soeta. Kasus di salah satu mal di alam sutra yang mengundang kerumunan masa karena tetap malayani pembeli secara fisik.

Terakhir, konser amal yang di gagas BPIP pun gagal menerapkan protokoler kesehatan karena acara tersebut pun mengundang kermaian. Untuk itu, Guspardi menilai pemerintah seharusnya melakukan pengkajian secara seksama dan konprehensif atad berbagai aspek dan dampak serta resiko yang akan timbul, serta kesiapan pelaksanaan di lapangan juga harus dipastikan, apakah sudah bisa mengatasi berbagai masalah yang akan muncul. (*)

Reporter : Leni Marlina /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]