1,7 Juta Orang Mudik, FKM UI: Bisa Bawa Corona Episode 2


Rabu, 20 Mei 2020 - 22:23:48 WIB
1,7 Juta Orang Mudik, FKM UI: Bisa Bawa Corona Episode 2 Ilustrasi arus mudik

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) memperkirakan ada 1,7 juta orang yang sudah mudik dari Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) ke kampung halamannya. 

Bila mereka balik lagi usai lebaran, mereka berpotensi membuat wabah Corona episode kedua namun dengan puncak kurva yang tidak tinggi.

Hal ini dipaparkan epidemiolog FKM UI Iwan Ariawan dalam webinar publik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rabu (20/5/2020). 

Dia mempresentasikan 'Proyeksi Epidemi COVID-19 dan Evaluasi Pelaksanaan PSBB di Indonesia', disusun oleh tim FKM UI yang terdiri dari dirinya, Pandu Riono, Muhammad N Farid, dan Hafizah Jusril.

"Masalah satu lagi adalah kita bisa punya wabah episode dua, karena yang mudik ini kembali. Kalau kita lihat di Jakarta ini kasusnya sudah mulai menurun, nanti dia bisa naik lagi. Mungkin naiknya tidak setinggi awal, tapi ini bisa naik lagi, bisa ada puncak lagi, karena ada pemudik yang kembali ke Jabodetabek," kata Iwan.

Berdasarkan sumber data dari Facebook Geoinsight, tim memperkirakan ada 34,9 juta orang di Jabodetabek pada 1 Januari hingga 29 Maret. Namun jumlah itu menyusut mulai 5 April karena sebagian sudah meninggalkan Jabodetabek.

Pada 3 Mei, tersisa ada 33,2 juta orang di Jabodetabek. Sisanya yakni 1,7 juta orang sudah mudik ke luar Jabodetabek.

Dengan banyaknya orang yang mudik ke wilayah lain di pulau Jawa, maka angka orang yang terjangkit COVID-19 dan butuh perawatan juga bertambah di kawasan Pulau Jawa di luar Jabodetabek. 

Bila tanpa mudik, angka COVID-19 yang butuh perawatan rumah sakit (RS) di wilayah Jawa non-Jabodetabek lebih dari 750 ribu orang. Bila dengan mudik, angka COVID-19 yang butuh perawatan RS di wilayah Jawa non-Jabodetabeik menjadi 1 juta orang.

Di Jawa non-Jabodetabek, puncak kasus COVID-19 per hari yang perlu perawatan RS bakal dimulai pada pekan kedua bulan puasa dengan puncak saat lebaran (1 Syawal 1441 H). Tanpa mudik, puncak kasus per hari yang butuh RS ada 30 ribu kasus per hari. Dengan mudik, puncak kasus per hari yang buth RS ada 40 ribu per hari.

Lalu bagaimana dengan arus balik ke Jabodetabek?

Tidak semua yang mudik itu kembali ke Jabodetabek karena ada faktor ketidakpastian pekerjaan. FKM UI membuat asumsi, 20% penduduk yang mudik ke Jawa akan kembali Jabodetabek, mereka membawa tambahan sehingga yang ke Jabodetabek menjadi 25%.

Diperkirakan, dengan skenario tanpa mudik maka kasus COVID-19 yang perlu perawatan RS di Jabodetabek sebanyak 222.000 orang. Dengan skenario mudik, maka kasus COVID-19 yang perlu perawatan RS di Jabodetabek sebanyak 235 ribu.

Puncak gelombang Corona episode 2 ini bakal terjadi usai 31 Mei. Puncak itu jauh lebih rendah dari puncak kurva Corona episode 1 di Jabodetabek yang diprediksi terjadi pada Mei dengan 8.000 kasus.

"Ini bisa ada puncak-puncak lain yang kita harapkan lebih kecil. Kita yang harus selalu waspada. Salah satu guna PSBB selain mitigasi adalah untuk menekan supaya tidak terjadi wabah susulan," tutur Iwan.
 

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]