Apa itu 'New Normal' di Tengah Pandemi Corona?


Kamis, 21 Mei 2020 - 13:34:53 WIB
Apa itu 'New Normal' di Tengah Pandemi Corona? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pandemi Covid-19 ini memang selama 2 bulan terakhir telah mengubah pola hidup masyarakat tidak hanya Indonesia, tetapi juga dunia. Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, masyarakat pun dihimbau untuk tidak keluar rumah.

Hal ini membuat perubahan di beberapa sektor mulai dari pariwisata, transportasi online hingga usaha-usaha lainnya. Tak bisa selamanya menjalankan hal ini, untuk menjamin keseimbangan perekonomian, sejumlah negara akhirnya melonggarkan kebijakan terkait mobilitas masyarakatnya.

Dan pola hidup baru atau new normal akan dicoba. Lalu apa sih new normal itu?

Wiku Adisasmita selaku Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Pemerintah juga mengatakan new normal adalah hidup bersih dan sehat, bukan pelonggaran PSBB.

Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Covid-19, Ahmad Yurianto mengatakan, "New normal adalah hidup sesuai protokol kesehatan untuk mencegah virus corona (Covid-19). Karena itu, jaga jarak hingga menggunakan masker akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari."

Yuri mengatakan, hidup dengan normal yang baru ini tak ada kaitannya dengan PSBB. Dia menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak pernah memerintahkan untuk melonggarkan PSBB.

"Sampai saat ini Presiden belum pernah menyampaikan dan memerintahkan kepada semua pemda untuk melonggarkan PSBB. Justru beliau meminta dalam rapat kabinet yang terakhir seluruh pemerintah daerah tetap mengawasi PSBB karena ditengarai pada beberapa minggu ini mobilitas masyarakat akan sangat tinggi terkait dengan tradisi menjelang Lebaran," ujar Yuri dilansir dari detikNews beberapa waktu lalu.

Jelang lebaran, beberapa pusat perbelanjaan memang ramai dikunjungi warga. Sehingga banyak tempat yang akhirnya ditutup. Beberapa mal dan pusat perbelanjaan pun menggelar rapid test. Dan beberapa pegawai dan pengunjung pun menunjukkan hasil positif corona.

Sehingga tetap jaga jarak, jaga kebersihan diri dan lingkungan. Dan gunakan selalu masker sesuai dengan protab kesehatan untuk mencegah penularan virus Covid-19. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 03 Juni 2020 - 11:37:45 WIB

    Siap-siap Slip Gaji Tak Utuh, Dipotong untuk Apa Saja?

    Siap-siap Slip Gaji Tak Utuh, Dipotong untuk Apa Saja? HARIANHALUAN.COM - Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera. Dengan terbitnya peraturan ini.
  • Rabu, 03 Juni 2020 - 08:09:10 WIB

    Haji 2020 Batal, Bos Garuda: Pendapatan Turun 10 Persen

    Haji 2020 Batal, Bos Garuda: Pendapatan Turun 10 Persen HARIANHALUAN.COM - Pembatalan haji tahun ini mempengaruhi kinerja keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pasalnya, perseroan merupakan salah satu maskapai penerbangan yang memberangkatkan haji setiap tahunnya..
  • Selasa, 02 Juni 2020 - 07:28:56 WIB

    Akhirnya, Pekerja Terkena Covid-19 Dapat Jaminan Kecelakaan Kerja

    Akhirnya, Pekerja Terkena Covid-19 Dapat Jaminan Kecelakaan Kerja HARIANHALUAN.COM -- Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/8/HK.04/V/2020 tentang Perlindungan Pekerja/Buruh Dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja Pada Kasus P.
  • Ahad, 31 Mei 2020 - 19:56:30 WIB

    Pria Ini Sedang Dicari-cari Grab Indonesia, Apa Kesalahannya?

    Pria Ini Sedang Dicari-cari Grab Indonesia, Apa Kesalahannya? HARIANHALUAN.COM -- Menjalani profesi sebagai pengendara ojek online, menjadi pilihan bagi sebagian warga Jakarta. Mereka melakoninya demi mendapatkan penghasilan tambahan, namun ada juga yang menjalaninya sebagai sumber naf.
  • Ahad, 31 Mei 2020 - 18:26:55 WIB

    Uber Hancurkan Ribuan Sepeda Listrik Bernilai Jutaan Dolar, Apa Sebabnya?

    Uber Hancurkan Ribuan Sepeda Listrik Bernilai Jutaan Dolar, Apa Sebabnya? HARIANHALUAN.COM -- Uber menghancurkan ribuan sepeda listrik dan skuter yang bernilai jutaan dolar. Hal itu dilakukan setelah pionir taksi online ini menjual unit bisnis Jump pada startup Lime awal bulan ini..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]