Imbas Covid-19 Bencana Kelaparan Mengintai, FAO: Pemerintah Harus Prioritaskan Pertanian


Kamis, 21 Mei 2020 - 15:15:58 WIB
Imbas Covid-19 Bencana Kelaparan Mengintai, FAO: Pemerintah Harus Prioritaskan Pertanian Ilustrasi sawah

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Organisasi pangan dunia ( FAO) memperingatkan, salah satu dampak pandemi coronavirus disease 2019 (Covi-19) adalah bencana kelaparan.Oleh karena itu, pemerintah Indonesia pun harus memprioritaskan sektor pertanian demi mencegah terjadinya bencana itu. 

Pernyataan itu disampaikan Komisioner Komisi Informasi Pusat Romanus Ndau Lendong dalam webinar Keterbukaan Informasi Publik 2020 yang digelar Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian ( Kementan), Rabu (20/5/2020). 

"Kalau alat pelindung diri (APD) dan alat-alat kesehatan digunakan untuk orang yang terdampak Covid 19, tetapi apabila kekurangan pangan, semua masyarakat turut terdampak," ujar dia dalam keterangan tertulis. 

Romanus menilai produktivitas pertanian akan terganggu jika pendanaan Kementan tidak cukup dalam mengurus pangan bagi masyarakat Indonesia. 

Hal itu akan menyebabkan krisis pangan. Salah satu pihak yang paling rugi dari kurangnya pendanaan Kementan adalah petani sebagai garda terdepan dalam menjaga ketersediaan bahan pokok. 

"Dikhawatirkan setelah krisis kesehatan, akan berdampak pada krisis sosial. Berbahayanya, jika krisis sosial tidak bisa ditangani secara baik, akan menimbulkan krisis lain," imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi publik Kementan Kuntoro Boga Andri mengatakan, pemerintah terus aktif membantu komunitas petani dengan berbagai program. 

“Saat ini, ada agenda sektor pertanian yang bersifat darurat, jangka menengah. dan jangka panjang,” ujar dia. 

Hal itu sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rangka menangani dampak pandemi Covid-19. 

"Ini adalah tanggung jawab yang harus dijaga dengan baik karena sektor pertanian sangat vital bagi kepentingan pangan masyarakat dan ekonomi bangsa," kata Kuntoro. 

Ia pun menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik dan khawatir soal ketersediaan pangan, terutama pada masa pandemi Covid-19. (*)
 

 Sumber : kompas.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 25 Mei 2020 - 18:49:28 WIB

    Banyak Warga Salat Ied di Masjid Adalah Imbas Pemerintah Tak Tegas

    Banyak Warga Salat Ied di Masjid Adalah Imbas Pemerintah Tak Tegas HARIANHALUAN.COM -- Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menilai, banyaknya masyarakat yang tetap melaksanakan salat Idul Fitri berjemaah di masjid maupun lapangan adalah imbas dari tidak tegasnya pemerintah dalam.
  • Selasa, 21 April 2020 - 20:50:22 WIB

    Imbas Corona, Harga Jual Beras Petani Merosot

    Imbas Corona, Harga Jual Beras Petani Merosot JAMBI, HARIANHALUAN.COM -- Pertumbuhan ekonomi secara pasti melambat sejak mewabahnya COVID-19 di tanah air. Hal itu pun cukup dirasa oleh petani di Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Jambi..
  • Senin, 13 April 2020 - 23:25:50 WIB

    Imbas Corona, 290 Ribu Pilot Menganggur

    Imbas Corona, 290 Ribu Pilot Menganggur WASHINGTON, HARIANHALUAN.COM -- Apa yang terjadi ketika pilot tak mendapat jam terbang yang cukup? Semua ini masih dikarenakan oleh pandemi Corona..
  • Senin, 13 April 2020 - 07:54:27 WIB

    Imbas Corona! Menteri Luhut Teken Larangan Ojol Angkut Penumpang

    Imbas Corona! Menteri Luhut Teken Larangan Ojol Angkut Penumpang JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) kemarin resmi keluar. Isinya mengenai.
  • Jumat, 10 April 2020 - 11:15:33 WIB

    Hitungan Ilmuan, Ini 3 Level Prediksi Angka Kematian Imbas Corona di RI

    Hitungan Ilmuan, Ini 3 Level Prediksi Angka Kematian Imbas Corona di RI JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Berdasarkan hitung-hitungan ilmuwan, wabah virus Corona akan mengakibatkan 2,6 juta orang di Indonesia meninggal dunia. Itu bila COVID-19 dibiarkan tanpa intervensi. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]