Maaf, Ternyata Penghapusan Kelas Peserta BPJS Masih Lama


Kamis, 21 Mei 2020 - 15:32:33 WIB
Maaf, Ternyata Penghapusan Kelas Peserta BPJS Masih Lama Ilustrasi BPJS

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyatakan keseragaman kelas untuk peserta mandiri BPJS Kesehatan tidak akan terjadi di tahun ini.

Anggota DJSN Ahmad Anshori mengatakan, kelas standar untuk peserta jaminan kesehatan nasional BPJS Kesehatan sampai saat ini masih terus dikaji dan tidak memungkinkan diterapkan per 2020.

"Akankah dilaksanakan segera? Rasanya tidak. Karena untuk penerapan kelas standar, harus stimultan dengan tarif iuran dan CBG's [fasilitas pelayanan Rumah Sakit]. Belum lagi kesiapan ketersediaan kamar kelas standar, yang berarti ada proses, di mana RS harus melakukan renovasi atau penyesuaian," kata Ahmad kepada CNBC Indonesia, Kamis (21/5/2020).

Sebab, untuk bisa menerapkan keseragaman kelas ini diperlukan beberapa perubahan pada perarturan presiden (perpres) dan peraturan menteri kesehatan (permenkes).

"Secara pribadi, saya lihat belum akan direalisasikan dalam 1-2 tahun ini. Apalagi ada prioritas penanganan pandemi (Covid-19). Sebaiknya, dalam penerapannya secara gradual atau perencanaan tahapan yang jelas, ada pilot-ing lebih dahulu," lanjutnya.

Untuk diketahui, pemerintah sedang menyiapkan kelas standar untuk peserta program BPJS Kesehatan. Di mana sistem kelas 1, 2, dan 3 untuk peserta mandiri yang ada saat ini kemungkinan akan digabung menjadi hanya satu kelas.

Sejauh ini, kata Ahmad, fasilitas yang bisa didapatkan masyarakat dengan adanya penyeragaman kelas ini akan lebih diterapkan dengan menyediakan layanan kesehatan seperti peserta BPJS Kesehatan mandiri kelas 2 saat ini.

Kendati demikian, apabila ada permintaan dari peserta BPJS Kesehatan untuk meningkatkan layanan, akan diserahkan sepenuhnya antara peserta dengan RS langsung.

"Rekomendasinya, upgrade diperbolehkan dengan urusan peserta dengan penjaminan lainnya atau RS. Tentu wajar atau logis, kalau peserta PBI [Penerima Bantuan Iuran] tidak naik kelas kecuali yang terseut berhenti dari PBI, karena berarti tergolong warga mampu," tuturnya.

Alasan kenapa akhirnya diseragamkan kelas ini, kata Ahmad, karena untuk mengikuti peraturan undang-undang yang ada. Di mana sesuai UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) pasal 23 ayat (4).

"Bahwa dalam hal peserta membutuhkan rawat inap di rumah sakit, maka kelas pelayanan di rumah sakit diberikan berdasarkan kelas standar. Jadi itu mandat undang-undang. Yang berlaku saat ini, ada kelas 1, 2, 3 dan itu belum sesuai dengan mandat UU SJSN," ujar Ahmad. (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 04 Mei 2020 - 14:45:02 WIB

    Youtuber Prank Sembako Sampah Minta Maaf, Ucapannya Bikin Geram Warganet

    Youtuber Prank Sembako Sampah Minta Maaf, Ucapannya Bikin Geram Warganet BANDUNG, HARIANHALUAN.COM -- YouTuber Ferdian Paleka membuat video klarifikasi berisi permohonan maaf kepada warganet. Namun, ternyata video tersebut hanya prank belaka. "Saya pribadi meminta maaf atas kelakuan saya yang itu..
  • Ahad, 16 Februari 2020 - 12:32:48 WIB

    Ada Apa..? Jika Tak Ada Permintaan Maaf, Bupati Ciamis akan Tuntut Ridwan Saidi

    Ada Apa..? Jika Tak Ada Permintaan Maaf, Bupati Ciamis akan Tuntut Ridwan Saidi JAWA BARAT, HARIANHALUAN.COM - Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bersama wakilnya turut bersikap atas pernyataan Ridwan Saidi soal Kerajaan Galuh dan Ciamis. Kedua pemimpin di tanah Sunda itu turut membubuhkan tanda tangan bersam.
  • Jumat, 29 November 2019 - 11:44:16 WIB

    Presiden Jokowi Minta Maaf, Ada Apa?

    Presiden Jokowi Minta Maaf, Ada Apa? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Wododo (Jokowi) meminta maaf kepada seluruh pejabat eselon III dan IV kementerian/lembaga (k/l) karena akan dipangkas mulai tahun depan. Pemangkasan tersebut dalam rangka reformasi bi.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]