Kritik Kebijakan Pemerintah Tangani Covid-19, Fadli Zon Tak Heran Muncul Tagar Indonesia Terserah


Kamis, 21 Mei 2020 - 15:32:51 WIB
Kritik Kebijakan Pemerintah Tangani Covid-19, Fadli Zon Tak Heran Muncul Tagar Indonesia Terserah Fadli Zon

HARIANHALUAN.COM - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mengkritik pemerintah mengenai penanggulangan pandemi Covid-19. Banyak kebijakan yang membingungkan masyarakat.

Menurut Fadli, pandemi Covid-19 bukan hanya merontokkan sektor kesehatan. Perekonomian seluruh dunia juga rontok. Dampak yang dirasakan Indonesia, katanya, lebih keras lagi karena kemampuan menghadapi krisis lemah.

"Menghadapi Covid-19 perlu leadership dan organization. Tanpa ini sulit kita bisa keluar dari krisis dan mengatasi masalah. Berbagai kekacauan kebijakan dan kebingungan menghadapi Covid-19 belakangan sangat terkait dengan kepemimpinan," cuitnya melalui akun @fadlizon pada Rabu malam (20/5/2020).

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah tidak menetapkan karantina wilayah atau lockdown. "Karena tak mampu memenuhi kebutuhan dasar warganya," ucap alumnus Universitas Indonesia (UI) ini. 

Pemerintah memilih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, dalam pelaksanaannya tidak begitu ketat dan masih terasa longgar. Untuk menopang sistem ini, pemerintah mengalirkan bantuan sosial (bansos). Masalahnya, banyak yang tidak tepat sasaran.

"Dengan minimnya sumber daya yang dimiliki untuk menjamin hak-hak dan kebutuhan dasar warga, kita sebenarnya berharap pemerintah tetap menjaga kewibawaannya dengan mengambil kebijakan-kebijakan yang kredibel," tuturnya.

Fadli mengkritik gaya pemerintah yang menjadikan program-program lama sebagai jaring pengaman sosial. Contohnya, program keluarga harapan (PKH). Sejak 2019, pemerintah memutuskan untuk menambah penerima PKH menjadi 10 juta peserta.

Dia mempertanyakan 'akusisi' program reguler itu sebagai upaya tanggap darurat. Pemerintah seperti limbung dan menyadari Indonesia lemah dalam beberapa sektor. Pemerintah sekarang mewacanakan cetak sawah untuk memenuhi dan mengantisipasi krisis pangan.

Bertahun-tahun, pemerintah selalu menyelesaikan kekurangan pangan dengan cara impor. Sekarang mulai terasa sulitnya mendatangkan karena semua negara memprioritaskan kebutuhan dalam negerinya terlebih dahulu.

Dalam penanganan Covid-19 ini, pemerintah terpaksa melakukan realokasi dan refocusing anggaran. Fadli mengungkapkan, salah satu yang terkena pemangkasan adalah anggaran untuk cetak sawah. Awalnya, anggarannya Rp209,8 miliar, sekarang tinggal Rp10,8 miliar untuk mencetak 10 ribu hektare sawah.

"Hal-hal semacam itu sangat merusak wibawa pemerintah. Tak heran jika di media sosial muncul tagar #IndonesiaTerserah. Itu merupakan tanda publik tak peduli dengan pernyataan pemerintah," pungkasnya. (*)

 Sumber : sindonews.com /  Editor : Heldi Satria

Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 29 Mei 2020 - 13:34:59 WIB

    Ditangkap karena Kritik Jokowi, Rusman Buton Dibawa ke Mabes Polri

    Ditangkap karena Kritik Jokowi, Rusman Buton Dibawa ke Mabes Polri HARIANHALUAN.COM - Setelah menangkap Rusman Buton, Panglima Serdadu eks Trimatra Nusantara, tim Mabes Polri dibantu Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) hari ini (Jumat, 29/5/2020) membawa pria yang meminta Presiden Jokowi mundur.
  • Selasa, 19 Mei 2020 - 17:50:01 WIB

    Wuih! JK Kritik Jokowi Soal Berdamai dengan Corona

    Wuih! JK Kritik Jokowi Soal Berdamai dengan Corona HARIANHALUAN.COM – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) yang juga mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengkritik ajakan Presiden Jokowi pada masyarakat agar berdamai dan hidup berdampingan dengan Covid-19 atau virus co.
  • Ahad, 10 Mei 2020 - 15:42:30 WIB

    Usai Kritik soal Bansos, Muhadjir Kini Malah Puji Anies

    Usai Kritik soal Bansos, Muhadjir Kini Malah Puji Anies Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan saat ini koordinasi di lapangan sudah berjalan semakin baik dalam penyaluran bansos presiden tahap II. Ia menegaskan soal .
  • Kamis, 30 April 2020 - 04:59:52 WIB

    PKS Kritik Jokowi Berikan Sembako Langsung: Bukan Presiden yang Baik

    PKS Kritik Jokowi Berikan Sembako Langsung: Bukan Presiden yang Baik JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik tindakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membagikan secara langsung sembako ke rumah warga di Bogor, Jawa Barat. Menurut PKS, tindakan itu tidak mencer.
  • Senin, 27 April 2020 - 04:43:58 WIB

    Ramai-ramai Kepala Daerah Kritik Perintah Jokowi, Aturan Gak Jelas!

    Ramai-ramai Kepala Daerah Kritik Perintah Jokowi, Aturan Gak Jelas! JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Para kepala daerah penyangga DKI Jakarta, yakni Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) sepakat memperpanjang masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari ke depan terhitung seja.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]