Remaja 16 Tahun Dibacok hingga Koma di Padang, Polisi Sebut Bukan Kasus Begal


Kamis, 21 Mei 2020 - 23:02:45 WIB
Remaja 16 Tahun Dibacok hingga Koma di Padang, Polisi Sebut Bukan Kasus Begal ilustrasi penganiayaan

HARIANHALUAN.COM -- Seorang remaja berusia 16 tahun mengalami koma di rumah sakit usai dianiaya oleh sejumlah orang tak dikenal di kawasan Bypass atau dekat SPBU Pisang, Kecamatan Pauh, Padang, Minggu (17/5/2020) lalu. Tersiar pula kabar jika korban ini dianiaya oleh begal yang hendak merampas barang berharga miliknya. 

Informasi yang dihimpun harianhaluan.com, penganiayaan terhadap korban ini terjadi pada Minggu malam. Remaja yang diketahui bernama Yudha ini tak menyangka jika dirinya dianiaya oleh segerombolan orang. Punggungnya dibacok menggunakan sebilah celurit hingga darahnya  pun bercucuran. 

Peristiwa itu terjadi seusai sahur di kawasan Bypass, persis di dekat SPBU Pisang. Yudha bersama rekannya bernama Fikri berniat untuk menjemput sepeda motor milik orang tua Yudha di sebuah bengkel. Namun, keduanya kehabisan bensin saat di tengah perjalan dan terpaksa mendorong motor tersebut hingga ke SPBU Pisang, namun tutup. 

Keduanya lantas menunggu di pinggir jalan. Saat itulah, mereka didatangi oleh gerombolan orang yang menggunakan empat unit sepeda motor. Kedua remaja ini dipegangi dan beberapa orang mencoba mengambil paksa handphone para korban. Karena melawan, gerombolan orang tersebut lantas membacok Yudha yang saat itu berusaha mempertahankan handphonenya.

Dalam peristiwa ini, ketika Yudha berupaya kabur namun salah seorang dari segerombolan sepeda motor itu melakukan pembacokan. Yudha dibacok dengan celurit, kena bagian punggungnya. Tapi, rekan Yudha tersebut tak dikejar, begitu juga dengan barang berharganya tidak hilang saat kejadian itu dan sepeda motor juga tidak dibawa kabur. 

Parahnya, usai dibacok, Yudha dibiarkan di tepi jalan dan diselamatkan oleh beberapa warga usai kejadian. Remaja ini kemudian dilarikan ke Semen Padang Hospital (SPH), akan tetapi karena mengalami 0pendarahan yang cukup parah, akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk menjalani operasi dan menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan kondisi koma.

Kapolsek Pauh, AKP Anton Luther membenarkan kasus yang dialami Yudha sedang ditangani oleh jajarannya. Pihaknya mencurigai peristiwa pembacokan itu bukan sebuah aksi pembegalan. Sebab, barang berharga yang dimiliki korban tidak satupun diambil para pelaku. Begitupun dari kronologi kejadian sesuai keterangan saksi-saksi, tersangka langsung mengejar Yudha dengan sebuah celurit. 

"Dari saksi yang kami ambil keterangan, empat pengendara pada Subuh hari itu tiba-tiba berhenti kemudian langsung mengejar si korban," katanya. 

Anton mengungkap, ada beberapa dugaan dari pihaknya di balik kasus ini, namun masih dalam proses penyelidikan. Dugaan itu, apakah korban memiliki permasalahan dengan kelompok para tersangka. "Kita masih menyelidiki kasus ini," tutup Kapolsek. (*)

 Sumber : istimewa /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]